Home / Nasional / Warga NTT Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Renang

Warga NTT Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Renang

453 Kali dibaca
Ket Foto : ON/sumber-britabali.com
Ket Foto : ON/sumber-britabali.com

Bagikan Halaman ini

Denpasar, penanusantara.com Seorang pria asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, Gustyan Beis alias Pablo (31). Korban ditemukan warga tewas tenggelam di kolam renang dalam posisi mengambang. Akibatnya Warga Tanjung Benoa, Kute Selatan, Denpasar, Bali khususnya di sekitar Lokasi wisata Zooka Water Sport di Jalan Segara Lor nomor 20, digemparkan.

Peristiwa ini terjadi Sabtu (18/4/2020) sekitar pukul 06.30 Wita. Menurut saksi Wayan Koja (72), ia berangkat dari rumahnya di Jalan Segara Windu untuk mengambil bensin di Zooka Watersport. Ketika melintas di kolam renang sepanjang 6 meter dan lebar 2 meter itu, saksi mendapati ada orang mandi dan sempat disapanya.

“Pagi pagi sudah mandi ?” kata saksi ke korban yang saat itu dalam posisi mengambang atau tengkurap di bawah air. Teguran saksi tidak mendapat jawaban.

Sekian lama diperhatikan saksi, orang tersebut tidak bergerak di kolam renang sedalam 1.5 meter itu. Akhirnya saksi Wayan Koja curiga dan memanggil temannya yang juga karyawan setempat, Andi Togan. Kejadian ini dilaporkan ke Polisi.

Saat ditemukan, tubuh korban tengkurap ke bawah air. Posisi kedua tangan terlipat di bawah perut dan kaki sedikit menekuk. Korban sendiri tidak memakai baju, hanya memakai celana pendek warna hitam.
Aparat kepolisian Polsek Kuta Selatan tiba dilokasi untuk melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi diperiksa termasuk rekan rekan korban. Belum diketahui penyebab pasti motif kematian Pablo.

Namun dari keterangan rekan rekannya, Pablo yang tinggal di Jalan  Tamansari Gang Duku lingkungan Br. Kauh Tanjung Benoa, malam itu mabuk berat. Diduga dia terjatuh ke kolam renang dan tak lama kemudian tewas.

Keterangan itu disampaikan saksi Marven yang mengatakan malam sebelum kejadian Jumat (17/4/2020) sekitar pukul 22.00 Wita, korban diajak minum arak bersama rekannya, Yanri Lae dan Seto Kadafuk.

“Kami membeli arak satu botol aqua tanggung dicampur bir botol besar, saya sendiri yang mencampur,” ujar Marven dalam kesaksiannya di Polsek Kuta Selatan.

Karena sudah larut malam, saksi Marven pulang ke mess dan meninggalkan korban masih minum bersama tiga temanya.

Tambah Marven, teman-temannya itu minum sampai pukul 02.22 Wita.
Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi membenarkan kejadian tersebut.

“Kejadian ini sudah ditangani Polsek Kuta Selatan,” bebernya Sabtu (18/4/2020). (wr/sumber-britabali.com/on).

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini