Home / Daerah / Wisatawan Membludak di Patung Bunda Maria Teluk Gurita, Ini Kata DPRD Belu

Wisatawan Membludak di Patung Bunda Maria Teluk Gurita, Ini Kata DPRD Belu

553 Kali dibaca
Suasana di Patung Bunda Maria Teluk Gurita.
Suasana di Patung Bunda Maria Teluk Gurita.

Bagikan Halaman ini

Atambua, penanusantara.com – Usai viral di media sosial dan di buka secara umum, pengunjung ke obyek wisata religi Patung Bunda Maria di Teluk Gurita Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur Membludak.

Pengunjung yang membludak selama libur ini jumlah wisatawan yang datang mencapai ribuan orang. Wisatawan yang datang tidak hanya dari masyarakat Belu bahkan ada yang datang dari luar kabupaten Belu.

Disaksikan media ini, Kamis 26 Desember 2019, lima ratusan masyarakat baik umat kristen dan non kristen, mereka datang dan pergi tak kunjung henti hingga malam hari.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi satu DPRD Belu Marthen Nai Buti saat ditemui media ini mengatakan bahwa paling utama adalah bersyukur kepada Tuhan, karena membangun patung tersebut dilalui dengan begitu banyak polemik.

“Ini sesuatu yang dilalui secara polemik dan hari ini menjelang Hari Lahir Kristus dan menjelang pergantian tahun niat baik dari Pemerintah bisa terealisasi dengan baik dan puji tuhan sebelum natal sudah dapat dikunjungi oleh banyak orang,” ujarnya.

Dijelaskan Politisi Partai Gerindra ini bahwa, sesungguhnya Pemerintah belum ada niat untuk membuka tempat ini untuk umum, tetapi karena fisik patung sudah selesai maka Bupati Belu Willy Lay membuka untuk umum.

Respon umat atau masyarakat cukup luar biasa.

“Kemarin tanggal 25 tidak terlalu tapi hari ini pantauan saya dari pagi sampai malam masih ada orang di sana,” katanya.

Menurut Nai Buti, tingginya angka kunjungan juga berdampak terhadap PAD melalui sektor pariwisata nantinya namun untuk saat ini di buka secara umum mengingat.

“Artinya kalau jumlah yang ada dari pagi sampai malam seperti ini maka ke depan tidak setiap hari namun pastinya setiap minggu kunjungan seperti ini maka PAD akan bertambah,” ucapnya

Dijelaskannya bahwa sebelumnya tempat ini adalah objek wisata karena ada kolam susu, meskipun nanti akan di kelolah oleh gereja.

“Saya kira untuk PAD nanti Pemerintah akan menarik retrebusi yang sifatnya umum dan pastinya pintunya dari luar,” tambah Nai Buti

Dirinya juga berharap agar pada tahun 2020 yang akan datang Pemerintah segera selesaikan pekerjaan lanjutan.

“Harapan kita sekarang adalah dengan kondisi dan respon yang baik ini di tahun 2020 dengan anggaran yang kemarin telah di tetapkan maka Pemerintah segera selesaikan pekerjaan lanjutan. Katakan lah seperti jalan, penyelesaikan kapelnya,” jelasnya lagi.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Belu marthen Nai Buti (kiri) dan Sekretaris Komisi I DPRD Belu Nini Wendelina Atok (kanan).

Wakil Ketua Komisi I DPRD Belu marthen Nai Buti (kiri) dan Sekretaris Komisi I DPRD Belu Nini Wendelina Atok (kanan).

Nai Buti juga mengaku dirinya adalah orang yang selalu mendukung pembangunan patung bunda maria tersebut.

“Saya orang yang dari awal selalu mendukung pembangunan patung ini, kalau banyak kecurigaan, pikiran-pikiran negatif berpikir bahwa ini proyek seperti apa tapi saya di luar dari itu, saya hanya ingin sampaikan bahwa ini kita dukung total tetapi di dalam ini kalau pemerintah dan pelaksana punya niat yang tidak baik dengan memanfaatkan benda suci ini maka akan celaka sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi satu DPRD Belu Nini Wendelina Atok memberi apresiasi kepada Pemerintah atas pembangunan patung ini.

Ditanya soal banyaknya pengunjung yang datang bagi Nini sapaan akrabnya ini hal yang sangat luar biasa, tentu ini patung bunda maria akan menjadi icon wisata religi masyarakat Kabupaten Belu.

Untuk itu, Nini juga berharap agar wisata religi ini dapat di promosikan baik itu di NTT, Nasioanal bahkan Mancanegara.

“Kita semua promosikan, tidak hanya Pemerintah, masyarakat juga kita harap membantu untuk mempromosikan wisata religi ini,” harapnya. (ar)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini