100 Petani di Matim Ikut Bimtek Peremajaan dan Pasca Panen Kopi Arabika

  • Whatsapp
Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, SH.,M.Hum.
banner 468x60

Borong, penanusantara.com – Sebanyak 100 orang petani kopi dan juga petugas pertanian lapangan di Manggarai Timur, NTT mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang peremajaan dan pascapanen kopi arabika. Kegiatan itu bertempat di Aula Hotel Maryos, Golo Lada, Borong, Senin (27/9) kemarin.

Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari dengan materi berbeda. Senin, 27 September 2021 Bimtek terkait peremajaan kopi dan Rabu, 29 September 2021 terkait Sarana pascapanen kopi.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Kegiatan yang menghadirkan Tim master dari Pusat Penelitian (Puslit) Kopi dan Kakau, Jember itu dibuka langsung oleh Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas.

Dalam sambutanya Bupati Agas mengatakan, Kabupaten Manggarai Timur adalah salah satu kabupaten penghasil kopi di Provinsi NTT dengan luas lahan kopi 27.877,73 hektar yang terdiri dari kopi arabika seluas 9.449,13 hektar dan robusta 18.428,60 hektar.

Produksi kopi mencapai 8.668,87 ton terdiri dari produksi kopi Arabika 2.617,81 ton dan kopi robusta 6.051,06 ton dengan rata-rata produktivitas kopi Arabika 422 Kg/hektar dan kopi robusta 425 kg/hektar.

Bupati Agas menjelaskan, untuk total tanaman kopi yang sudah tua atau sudah rusak mencapai 681,29 hektar yang terdiri dari kopi arabika seluas 275,93 hektar dan kopi robusta seluas 405,36 hektar. Karena itu layak dilakukan kegiatan rehabilitasi atau peremajaan.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur tahun 2020, data cadangan untuk potensi pengembangan tanaman kopi seluas 4.892 hektar dengan rincian kopi arabika seluas 3.567 hektar dan robusta seluas 1.325 hektar.

Menurut Bupati Agas, rendahnya produksi, produktivitas serta mutu hasil komoditas kopi karena sebagian tanaman kopi sudah tua, teknis budidaya dan penanangan pascapanen tidak sesuai SOP, sarana usaha tani dan prasarana pascapanen belum memadai.

Selain itu, terbatasnya kemitraan antara pengusaha atau industri dengan petani perkebunan, akses permodalan masih terbatas dan kapasitas kelembagaan petani masih rendah.

Untuk mengatasi masalah itu, kata Bupati Agas, pemerintah baik pusat, provinsi maupun daerah telah melakukan kebijakan strategis untuk meningkatkannya dari tahun ke tahun melalui bantuan bibit unggul, sarana dan prasarana pengelolaan hasil komoditas perkebunan serta pelatihan petani melalui sekolah lapang kopi.

Menurut Bupati Agas, potensi tanaman perkebunan di Kabupaten Manggarai Timur sangat besar, tetapi tidak seimbang dengan pengelolaan baik dari hulu sampai hilir dan juga keterbatasan sumber daya manusia, sehingga belum ada dampak kesejahteraan yang cukup signifikan yang dirasakan oleh para petani khususnya petani kopi.

Dikatakan Bupati Agas, melalui Bimtek itu sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat petani terutama tentang penggunaan varites unggul, pengendalian organisme pengganggu tanaman dan penangan pascapanen.

Karena itu, Bupati Agas, meminta agar semua peserta yang merupakan petani mengikuti kegiatan itu dengan serius, sebab kegiatan itu sangat penting dan strategis untuk menambah wawasan dan keterampilan petani dan petugas lapangan dalam meningkatkan produksi dan produktivitas serta mutu dari komoditas kopi itu sendiri.

Bupati Agas juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian Dirjen Perkebunan dan juga anggota komisi IV DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat yang peduli dengan pembangunan pertanian khususnya sektor perkebunan di Kabupaten Manggarai Timur dengan terselenggaranya kegiatan Bimtek itu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur, Yohanes Sentis, SP bersama staf, Tenaga Ahli Komisi IV DPR RI A-385, Jener Alison Bana dan sejumlah pengurus DPD Partai NasDem Kabupaten Manggarai Timur. (Silva Jr.)

Komentar Anda?

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *