2 Tahun Warga Takirin Konsumsi Air dari Kali, Mantan Kepdes Larang Warga Gunakan Air Leding

  • Whatsapp

Atambua, penanusantara.com – Warga Desa Takirin Kecamatan Tasifeto Timur (Tastim) terpaksa memanfaatkan air kali yang berada dibawah Jembatan Baukama Hasmetan 3. Warga memanfaatkan air kali yang berasal dari mata air tersebut selain untuk keperluan sehari- hari, seperti mandi, memasak, juga memanfaatkan untuk dikonsumi atau diminum.

Pantauan penanusantara.com, Senin 14 Oktober 2019 petang lalu, belasan warga baik pria, wanita, dan anak-anak mendatangi Kali tersebut dengan berjalan kaki sekitar 1 kilometer (km) ada pula warga yang menggunakan sepeda motor untuk mengambil air. Mereka menenteng jerigen berbagai ukuran untuk mengambil air kali yang banyak sampahnya itu.

Seorang warga Desa Takirin, Rosalinda Boe, menuturkan Air Kali tersebut merupakan satu-satunya sumber air yang bisa dimanfaatkan warga.

Ditanya soal alasan mengambil air di Kali, Rosalinda yang keseharianya bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga ini mengatakan bahwa Desa melalui Mantan Kepala Desa Takirin menyediakan Air Leding namun sebagian masyarakat dilarang mengambil air tersebut.

“Kami di suru beli selang dan sambung ke Fiber di kantor, di saat kita sambung kami dilarang karna katanya nanti pipanya patah, jadi kami juga perasaan maka kami juga gulung kembali selang dan mengalah saja dari pada batengkar,” ujarnya

Sementara itu warga lainnya, Pertrus Fahik mengatakan sulitnya memperoleh air bersih membuat ia dan keluarga terpaksa mengambil air di Kali bawah Jembatan Baukama Hasmetan 3.

Pemuda Desa Takirim ini menyebut bahwa warganya mengambil air di kali karena dari Pihak Kepala Desa tidak memberi izin untuk mengambil air di Leding yang disediakan.

Ditanya soal alasan, dijelaskannya bahwa takut pipa yang berada di fiber rusak sehingga pihaknya terpaksa harus mengambil air di kali ini.

Ia mengaku bahwa pihaknya sudah mengambil air selama 2 tahun dan pengeluhan ini sudah disampaikan ke kepala desa namun alasannya tetap sama bahwa takut pipa rusak.

Sedangkan air yang berada di kantor Desa Takirin tersebut selama ini digunakan oleh Kepala Desa beserta stafnya dan juga ada sebagian masyarakat yang mengambil air di tempat itu. (pito)

Komentar Anda?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *