Advetorial : Bupati Belu Willy Lay Janji Kirim Kepala Desa dan BPD ke Luar Negeri

  • Whatsapp

Atambua, penanusantara.com – Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH menjanjikan akan mengirimkan para kepala desa dan Badan Perwakilan Desa (BPD) di Kabupaten Belu ke luar negeri untuk mempelajari sejumlah hal penting di sana.

Rencana kirim atau kunjungan tersebut masih menunggu informasi mengenai kepastian telah hilangnya penyebaran virus corona.

“Saya akan izin ke Mendagri, bahwa suatu saat kalian akan keluar negeri. Kunjungan keluar negeri agar pemimpin di desa bisa mempelajari bagaimana cara pengelolaan tempat wisata, pertanian, maupun peternakan sehingga bisa diterapkan di wilayah masing-masing,” demikian ungkapan Bupati Willy Lay saat melantik dan mengambil sumpah 222 anggota BPD di Kabupaten Belu di Aula Betelalenok, pada Sabtu (29/2/2020).

Menurut Bupati Willy Lay, berkunjung keluar negeri bukan untuk pesiar, namun untuk belajar. Nantinya kepala desa dan BPD bisa bersama-sama membuat perencanaan.

Bupati Belu Willy Lay melanjutkan, kunjungan tersebut nantinya bisa dijadikan tolak ukur bagaimana Pemerintahan Desa bisa menilai tingkat kemajuan desanya dibandingkan dengan desa-desa yang lain.

Sementara itu terkait dengan pelantikan BPD, Bupati yang disapa Willy ini dalam pesannya minta BPD agar bisa bekerjasama dengan Kepala Desa dalam membangun desa.

Bupati Lay berharap, BPD dalam melaksanakan tugas harus bisa mewakili kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

Terkait dengan dana desa, Bupati Lay menandaskan, dengan anggaran dana desa yang jumlahnya besar yang digelontorkan Pemerintah Pusat, maka BPD dalam menjalankan tugas pengawasannya harus dilakukan secara maksimal. Untuk Kabupaten Belu dana desa yang dialokasikan untuk tahun 2020 sebanyak Rp 143.813.788.840.

“Awasi Kepala Desa jangan sampai uang satu ember itu dibawa pulang simpan dirumah Kepala Desa atau Bendahara Desa. Dana desa yang ada dikelola dengan baik sehingga tidak menimbulkan madalah hukum,” tandas Bupaty Lay, sambil mengingatkan, agar dana desa itu disimpan ditempat aman di bank.

Selain dana desa, Bupati Lay juga menyinggung soal isyu penting saat ini di NTT, seperti stunting, kemiskinan, dan kematian babi.

“Isyu yang ada harus menjadi perhatian bersama. Untuk stunting, Pemerintah Desa dapat gunakan dana desa untuk mengantisipasi dengan penanaman kelor untuk dikomsumsi, pemberian susu, dan penambahan PAUD,” ungkap Bupati Lay yang juga sebagai Ketua Partai Demokrat Kabupaten Belu. (Advetorial Pemkab Belu)

Komentar Anda?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *