Anita Gah Gelisah Dikarenakan Banyak Anak di Sumba Timur Belum Cairkan Beasiswa PIP

  • Whatsapp
Anggota Komisi X DPR RI yang membidangi Pendidikan Olahraga dan Sejarah asal Nusa Tenggara Timur, Anita Jacoba Gah
banner 468x60

Waingapu, penanusantara.com – Banyak siswa sekolah penerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) di Kabupaten Sumba Timur belum mencairkan dana beasiswa mereka.

Laporan tersebut membuat anggota Komisi X DPR RI yang membidangi Pendidikan Olahraga dan Sejarah asal Nusa Tenggara Timur, Anita Jacoba Gah gelisah.

Read More

banner 300250

Dilansir Pos Kupang, Politisi perempuan itu datang ke Waingapu, ibukota Kabupaten Sumba Timur bersama pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk bertemu pemerintah daerah dan para kepala sekolah serta operator PIP, Selasa, 1 November 2022.

Pertemuan dengan Penjabat Sekda Sumba Timur, Umbu Ngadu Ndamu berlangsung di Kantor Bupati Sumba Timur, Jalan Soeharto, Kelurahan Hambala.

Sementara itu, pertemuan dengan para kepala sekolah tingkat SD, SMP, SMA, SMK dan kelompok belajar bersama para operator PIP berlangsung di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi.

Pertemuan yang difasilitasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumba Timur itu selain menghadirkan Anita Jacoba Gah, juga menghadirkan Sub Koordinator PIP Jenjang Dikmen SMA dan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Mulkirom, S.Pd.

Pertemuan yang diikuti lebih dari 400 an peserta itu juga menghadirkan Kepala Bank BRI Cabang Waingapu, Aldhian Oktavianto dan perwakilan Bank BNI Wilayah Bali Nusa Tenggara, Boni dengan moderator, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumba Timur, Erwin Pasande

“Saya melakukan reses tapi tidak datang sendiri, saya minta orang Kementerian (Pendidikan) juga turun untuk sosialisasi Program Indonesia Pintar. Kenapa? Saya melihat dari data yang saya terima, masih banyak anak di Sumba Timur yang belum melakukan pencairan beasiswa PIP,” ujar Anita Jacoba Gah.

Ia menjelaskan, belum dilakukannya pencairan beasiswa itu disebabkan beberapa faktor, diantaranya terkendala NIK yang invalid, NISN yang tidak benar, serta ketidaktahuan terhadap mekanisme pencairan serta persoalan terkait syarat teknis yang memberatkan orang tua anak atau sekolah dari pihak Bank.

Selain itu, pencairan yang belum dilakukan, juga kata politisi kelahiran 9 Maret 1974 itu, terkendala karena mereka belum melakukan aktivasi. Sementara itu, batas akhir sudah di depan mata, 30 Desember 2022 mendatang.

“Kalau dihitung-hitung semua itu bisa miliaran rupiah, dan saya sebagai wakil rakyat  mewakili NTT yang memperjuangkan anggaran di Komisi, saya tidak rela uang ini kembali ke kas negara hanya karena ketidaktahuan  siswa, ketidaktahuan kepala sekolah,” tegas politisi Partai Demokrat itu.

“Sebab itu saya turun membawa kementerian untuk memberikan sosialisasi kepada semua kepala sekolah di Sumba Timur ini, karena tujuannya untuk menolong masyarakat kita yang miskin dan rentan miskin yang berhak menerima beasiswa tetap mereka tidak tahu,” sambung Anita Jacoba Gah lagi.

Ia menyebutkan, jumlah beasiswa yang diperjuangkan untuk anak anak Kabupaten Sumba Timur sekitar 34 ribu siswa dengan nominal hingga ratusan miliar.

Minta Bank Penyaluran Dekatkan Pelayanan

Anita Jacoba Gah juga mengaku sempat memberi teguran keras kepada pihak Bank penyalur yang terdiri dari BRI untuk siswa SD dan SMP serta BNI untuk siswa SMA dan SMK saat pertemuan bersama para kepala sekolah dan operator tersebut.

Menurutnya, terkait keluhan para kepala sekolah soal indikasi orang tua yang dihambat dan dipersulit dalam proses pencairan beasiswa, dirinya meminta pihak bank untuk lebih profesional dan transparan.

“Saya tegaskan di hadapan kepala sekolah, pihak bank tidak boleh menyulitkan, tapi pihak bank harus melakukan aktivasi secara aktif,” ujar dia.

Lebih lanjut, dirinya juga meminta pihak bank untuk mendekatkan pelayanan ke sekolah sekolah terutama yang jauh dari pusat pusat kota atau kecamatan.

“Kalau ada sekolah yang jauh saya minta bank datang, dan itu sudah disepakati. Maka bank harus turun dan pihak bank bisa melakukan pencairan di sekolah,” kata dia.

Karena itu, dirinya berpesan kepada para kepala sekolah agar memastikan semua hal secara baik apabila akan dilaksanakan pencairan on the spot oleh pihak Bank. Ia juga menyampaikan, apabila para guru, siswa atau masyarakat mengalami persoalan terkait beasiswa atau Pendidikan maka dapat langsung menghubungi dirinya atau dapat juga menyampaikan kejauhan melalui rumah Aspirasi Anita Jacoba Gah di Matawai dan Lewa. (*pk)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *