Anselmus Lopez : Saya Tidak Mabuk, Finger untuk Penertiban

  • Whatsapp
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Setda Kabupaten Belu Anselmus Lopez (ist)
banner 468x60

Atambua, penanusantara.com – Pasca video viral yang diduga Kepala Dinas Koperasi dan UKM Setda Kabupaten Belu Anselmus Lopez mabuk dan nyaris adu jotos dengan salah satu stafnya yang juga merupakan Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Setda Belu Elfridus Hale.

Video berdurasi 1 menit 59 detik tersebut diterima media ini, Senin (10/10/2022) malam kemarin.

Read More

banner 300250

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Setda Kabupaten Belu Anselmus Lopez yang diminta tanggapannya mengaku bahwa saat kejadian tersebut dirinya tidak mabuk dan sementara bersama tamu.

“Saat itu sementara ada tamu dan bekerja full, sore dia (Elfridus Hale.red) datang dia (Elfridus Hale.red)
sudah berteriak memang, kamu mau apa, mana kadis,” ujar Anselmus Lopez melalui sambungan telepom, Selasa (11/10/2022) pagi.

Menurutnya Elfridus Hale sudah mengancam dirinya selama tiga kali.

“Saya ini manusia atau saya binatang, saya kepala lalu staf ancam saya terus, saya juga manusia to punya batas kesabaran,” ceritanya.

Ditambahkan Lopez, Ia tidak dalam keadaan mabuk, saat itu dirinya ada tamu.

“Saya tidak dalam keadaan mabuk, saya ada tamu, ada guru SMK 2 orang, saya sementara terima tamu, video itu dia yang edit-edit saja,” katanya lagi.

Ditanya soal menempuh jalur mediasi, ia mengatakan saat ini sementara menyelesaikan Perbub. setelah itu ia akan melaporkan pada Sekda Belu.

“Saya sementara ketik nanti baru saya lapor pak sekda dulu,” ujar Anselmus Lopez.

Sementara itu, soal finger yang menjadi pokok permasalahaan, Anselmus mengemukakan bahwa Finger itu ia simpan dalam ruangan untuk menertibkan keadaan.

“Saya simpan dalam ruangan untuk menertibkan keadaan karena begini, beliau (Elfridus Hale.red) itu tidak pernah ikut apel, beliau (Elfridus Hale.red) datang setengah sembilan terus dan dia (Elfridus Hale.red) finger, kita pagi urus apel dia (Elfridus Hale.red) datang finger terus pulang, lalu setengah lima baru datang finger lalu bagaimana tidak pernah malaksanakan tugas,” akui Lopez.

Diberitakan sebelumnya, Kepada wartawan Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Setda Belu Elfridus Hale menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung di Kantor Dinas Koperasi dan UKM sekira pukul 16.30 Wita.

Diduga usai mengkonsumsi miras, Anselmus Lopez marah-marah, maki dan bahkan mengajak Elfridus Hale duel atau adu jotos.

Nampak beberapa staf pada dinas tersebut menghalangi Kadis yang saat itu berada dalam ruangan dan ingin keluar dan menemui Elfridus Hale.

Selain itu Ia juga menyebut bahwa selama 3 bulan terakhir ini Finger Absen atau absen elektronik disimpan dalam ruangan Kepala Dinas, sehingga ia merasa binggung dengan keadaan ini.

Menurut Elfridus Hale, ia mempertanyakan dan merasa binggung soal Finger Absen yang di simpan dalam ruangan Kadis.

“Pertama simpan di ruangan, saya mau kerja setengah mati terus dalam keadaan mabuk ajak duel lagi, saya juga tidak tanggap, binggung saja kalau situasi seperti ini kan kita kerja seperti apa,” ceritnya melalui sambungan telepon.

Ditanya soal kronologi itu, Elfridus Hale mengatakan bahwa saat itu ia pulang makan dan sekembalinya di kantor sudah ramai-ramai, dan pengakuannya bahwa sudah berapa hari ini staf memaki maki dirinya dikarenakan ia mengklarifikasi PTT yang di potong 90 persen.

“Saat pulang makan dan kembali ke kantor sudah ramai-ramai, sudah beberapa hari ini staf maki-maki saya karena saya klarifikasi soal PTT kenapa potong sampai 90 persen dari situ kemudian staf mengamuk dan maki saya, anjing, pukimai, anjing punya pantat lobang, saya tidak gubris di ruangan,” ceritanya.

“Terakhir kadis tadi datang tidak puas mau ajak saya duel lagi dalam keadaan mabuk saya juga tambah binggung ini maksudnya apa begitu,” sambung Elfridus Hale.

Ditambahkan Elfridus Hale, dalam hal bekerja menggunakan perasaan suka dan tidak suka, sebenarnya segala sesuatu diselesaikan secara prosedural atau klarifikasi.

“Kita dalam hal bekerja pakai perasaan suka dan tidak suka, segala sesuatu kan diselesaikan secara prosedural, klarifikasi jangan main asal tuduh dan memvonis orang secara pribadi tanpa bukti saya juga merasa di rugikan kalau begini kan,” tegasnya.

Ditanya soal menempuh jalur mediasi, ia mengatakan belum karena baru saja kejadian, ia pun merasa binggung jika besok bekerja ke kantor lagi seperti apa.

Menuruynya lagi, harusnya finger di kantor di mana-mana di taruh di luar, sementara finger taruh di ruangan kadis sehingga juga binggung.

“Nanti lalu kemudian kalau merasa tidak nyaman saya tidak finger nanti alasan di situ tidak masuk, kemudian sangsi, teguran dan lain-lain, mendingan saya viral saja artinya bahwa antisipasi terjadi apa-apa saya dalam kondisi seperti ini dalam lingkungan kerja, dikondisikan begini,” katanya.

Dilanjutkan Elfridus Hale, Alat Finger itu sudah ditaruh sekitar 3 bulan yang lalu dalam ruangan Kadis.

“Kalau kadis tidak ada ya di kunci, kadis ada baru di buka, atau dia (kadis.red) titip di kasubag kalau dia (kadis.red) tugas ke kupang dia (kadis.red) titip, kasubag itu hadir kapan, pulang kapan dan kita menyesuaikan, jadi kalau kita sampai jam 5 mau datang finger kalau sudah pulang ya kita tidak finger,” akuinya. (pn)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *