Bawaslu Belu Lakukan Kajian soal ASN Berbaju Partai, UU ASN Berlaku Tanpa Kampanye

  • Whatsapp
banner 468x60

Atambua, penanusantara.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur turut memberi perhatian soal Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkup Pemerintah Kabupatan Belu yang mengenakan pakai Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Akun Facebook milik ASN Belu atas nama Yan AB Junior mengenakan baju kemija berwarna biru berlogo NasDem tersebut dan diunggah pada Media sosial Facebook bahkan menjadikan foto sampul.

Read More

banner 300250

Ditanya soal ASN yang kenakan baju Partai, Dikatakan Ketua Bawaslu Kabupaten Belu, Andreas Perera kepada wartawan, Jumat, 01 Oktober 2019, kasus tersebut pihaknya sedang melakukan pengkajian.

“Kasus itu sedang kami kaji, proses di kami harus ada kajian dulu untuk menentukan itu pelanggaran atau tidak, ” ujarnya melalui sambungan telepon.

Dijelaskannya, kenapa pihaknya melakukan pengkajian karena berhubungan dengan kewenangan dan tugas Bawaslu saat ini, berkaitan dengan Pilkada Bawaslu sedang melakukan uji judicial review terhadap UU nomor 10 tahun 2016 berhubungan dengan kewenangan.

“Karena di Undang-undang Pilkada masih pakai kata Panwaslu belum Bawaslu karena saat ini sedang ada judicial review,” kata Parera.

Menurut Parera, yang paling bisa melakukan tindakan terhadap kasus ini adalah Pemerintah Daerah terutama Bupati Belu sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian berdasarkan UU ASN.

“UU ASN ada poin soal Netralitas ASN, kalau pun misalnya Bawaslu memproses maka tetap rekomendasi kepada Bupati Belu sebagai Pejabat Pembina Kepegawaain,” paparnya.

Ditambahkannya, dalam konteks kasus ini, sebenarnya Pemda Belu bisa melakukan tindakan tanpa harus menunggu rekomendasi Bawaslu karena patut diduga sehingga Pemda Belu harus melakukan pengkajian sesuai kewenangan yang ada.

Tanpa pemilu pun UU ASN berlaku, jadi. pertanyaannya siapa yang punya kewenangan dan melakukan proses ini.

Soal kajian, dirinya mengatakan bahwa pihaknya sedang menunggu judicial review dan akan melakukan konsultasi ke Bawaslu Provinsi.

“Kita berharap dalam waktu dekat, kita juga berharap sebenarnya Pemda bisa melakukan tindakan karena UU ASN berlaku,” jelasnya.

Dirinya juga membenarkan bahwa Baju Partai yang dikenakan ASN dan dipublikasi di media sosial sudah menjadi konsumsi publik.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Belu Petrus Bere belum berhasil dikonfirmasi pada Jumat, 01 November 2019. Konfirmasi tersebut guna menanyakan kembali
soal jadwal pemanggilan yang bersangkutan untuk BAP. Karena sebelumnya, Kamis 24 Oktober 2019 bahwa pihaknya akan memanggil yang bersangkutan guna BAP (Berita Acara Pemeriksaan).

Diberitakan sebelumnya, PNS bernama Facebook Yan AB Junior tersebut mengenakan baju kemija berwarna biru berlogo Partai Nasdem diunggah di media sosial facebook atas nama Yan AB Junior pada tanggal 01 Mei 2019 pada pukul 9.59 PM WITA.

Ket Foto : Screnshoot Profil Facebook Yan AB Junior.
Ket Foto : Screnshoot Profil Facebook Yan AB Junior.

Postingan dengan mengenakan seragam partai tersebut mendapat respon pengguna media facebook yang cukup banyak serta banyak pula yang menyinggung soal baju partai yang ia kenakan.

Terpantau media ini, pada Kamis, 31 Oktober 2019 Yan AB Junior mengantikan foto sampul facebook miliknya denga mengenakan pakaian adat. (pito)

Ket Foto : Pos Kupang

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *