Berkat Bantuan Modal dari Kopdit Swasti Sari, Petani di Noelbaki Puas Dengan Hasil Panen Padi

  • Whatsapp

Kupang, penanusantara.com – Para Kelompok Tani Usaha Bersama Noelbaki Kabupaten Kupang melakukan panen raya padi bersama Koperasi Kredit Swasti Sari Cabang Kupang di lahan sekitar kurang lebih 100 hektar pada Senin, 09 November 2020.

Panen tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena hasil panen padi yang dihasilkan sangat membanggakan.

Read More

Hal ini tidak terlepas dari peran Kopdit Swasti Sari sebagai lembaga jasa keuangan yang memiliki tujuan utama meningkatkan kesejahteraan anggota melalui pemanfaatan koperasi secara maksimal.

Ketua Kelompok Tani Usaha Bersama Noelbaki Oktori Gasper mengaku bersyukur hasil panennya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kopdit Swasti Sari yang telah memberikan bantuan modal.

Sementara, Manajer Koperasi Swasti Sari Kupang, Marselus Tapobali mengatakan, Panen raya ini merupakan mitra kerja antara Roda Tani dan Nufam dan beserta kelompok tani Usaha Bersama Desa Noelbaki.

Ia juga mengungkapkan bahwa ini merupakan kegiatan sektorial dari Koperasi Swastisari sebagai bentuk pemberdayaan kepada masyarakat atau anggota kopdit swasti sari.

Untuk hari ini komiditi yang pihaknya ekspor paling utama adalah padi.

“Hari ini kegiatan panen raya, mayoritas padi merah, kalau di pasaran kita istilah atau kenal dengan beras merah,” ujar Ardi sapaan akrab Marselus Tapobali.

Namun pihaknya juga mengalami kendala yakni ketersedian air yang kurang menyebabkan tidak semua lahan digarap.

Pihaknya juga berkomitmen agar pada tahun-tahun berikut kerja sama ini akan terus ditingkatkan dan lebih baik lagi.

Bentuk kerja sama antara Kopdit Swasti Sari dan Kelompok Tani ini, dijelaskan Ardi, pihaknya dari kopdit swasti sari lebih menyediakan modal, selain modal pihaknya juga menyediakan pasar, karena koperasi swasti sari sendiri sudah memiliki unit usaha yang dinamakan Swasti Sari Mart.

“Jadi beras-beras merah yang hasil panen akan kami bantu pasarkan melalui swasti sari mart dan juga jaringan-jaringan mitra koperasi swasti sari lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, Swasti Sari lembaga yang sudah dikenal cukup besar, melalui jaringn ini pihaknya membantu petani untuk mempasarkan hasil produksi.

“Tujuan paling utama, prinsinya koperasi mensejahterakan anggota dalam hal ini sektor bidang pertanian ya tentunya para petani harus sejahtera,” ungkap Ardi.

Hal lain juga disampaikan dari mitra Roda Tani Alfonsus Wola mengaku sudah bermitra bersama koperasi swasti sari dan jug kelompok tani, ia menjelaskan hal yang melatarbelakangi Roda Tani untuk bermitra dengan para kelompok tani, dilihat dari kebutuhan petani, pihaknya menyediakan pupuk, benih dan pestisida, sehingga pihaknya mengadakan terobosan untuk menjadi penyedia kebutuhan petani.

Sementara disampaikan mitra lainnya seperti dari Nufum Emanuel Tey Seran, mengaku sudah bermitra bersama petani sejak ia masuk kerja Nufam dari 2009.

Menurut Tey Seran, rata rata petani di NTT semuanya butuh pengandalian hama dan mutu, karena itu kendala yang selama ini dialami.

“Kami dari Nufam mendampingi petani, mengedukasi petani bagaimana cara penggunaan pestisida yang baik dan benar sehingga mengurangi resiko kegagalan hasil, salah satunya masalah rumput,” ujarnya. (tim)

Komentar Anda?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *