Bunda PAUD Belu Freny Indriani Yanuarika Resmi Dikukuhkan

  • Whatsapp
banner 468x60

Atambua, penanusantara.com – Dra. Freny Indriani Yanuarika bersama 7 Bunda PAUD lainnya yakni Bunda PAUD Kabupaten TTU, Malaka, Sumba Barat, Sumba Timur, Ngada, Manggarai dan Manggarai Barat dikukuhkan menjadi Bunda PAUD masing-masing Kabupaten oleh Bunda PAUD Provinsi NTT, Julie S. Laiskodat.

Pengukuhan Bunda PAUD yang dilaksanakan secara virtual ini diikuti Bunda PAUD Kabupaten Belu dari Rumah Jabatan Bupati Belu, Sabtu (30/5/2021) dan dihadiri Pj. Sekda Belu, Frans Manafe, S.Pi, Wakil Ketua TP PKK/Dekranasda Kabupaten Belu, Rinawati BR Perangin Angin, SE,MM, Pimpinan OPD, Pimpinan Organisasi Wanita, Bunda PAUD Kecamatan, Rohaniawan, Romo Kris Fallo, Pr serta undangan lainnya.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Pengukuhan ini diawali dengan pembacaan naskah pengukuhan, pembacaan Ikrar Bunda PAUD dan penandatanganan naskah pengukuhan Bunda PAUD oleh Bunda PAUD Provinsi NTT.

Bunda PAUD Provinsi NTT, Julie S. Laiskodat diawal arahan memberikan selamat kepada 8 Bunda PAUD dari 8 Kabupaten yang dikukuhkan hari ini.

Disampaikan Bunda PAUD NTT bahwa diakhir tahun kemarin baru dikukuhkan menjadi Bunda PAUD Provinsi Nusa Tenggara Timur sehingga sebagai Bunda PAUD NTT berwajiban untuk melantik seluruh Bunda PAUD Kabupaten dan Bunda PAUD Kabupaten wajib untuk melantik seluruh Bunda PAUD Kecamatan dan seterusnya sampai tingkat desa.

“Di delapan kabupaten ini, saya sudah sempat melantik Penjabat Sementara Bunda PAUD dan saya yakin disebagian dari delapan kabupaten saat itu juga sudah langsung diberi tugas untuk melantik Bunda PAUD Kecamatan. Mohon yang belum agar dilantik secepatnya dalam tahun ini sampai tingkat kecamatan dan desa beserta Pokjanya juga, karena datanya akan dikirim ke pusat,” terang Bunda Julie.

Dikatakan Bunda Julie Laiskodat bahwa setelah berkeliling 3026 desa di NTT, melihat bahwa sebagian besar PAUD yang ada di NTT belum memenuhi standar untuk terakreditasi.

“Banyak sekali yang namanya PAUD di setiap desa tetapi banyak yang belum memenuhi standar untuk terakreditasi. Sehingga tugas kita sebagai Bunda PAUD didukung oleh OPD teknis dan Kepala Daerah untuk mendukung proses akreditasi ini,” tandasnya.

Lanjut Bunda PAUD NTT yang juga Ketua TP PKK Provinsi NTT bahwa akreditasi itu ada 8 standar yang harus dijalankan yakni Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak; Standar Isi; Standar Proses; Standar Penilaian; Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan; Standar Sarana dan Prasarana; Standar Pengelolaan; dan Standar Pembiayaan.

“Jadi bukan sekedar ada tempat, ada anak, ada guru, tidak sekedar itu tetapi gedungnya harus milik PAUD atau yayasan atau desa, gurunya itu 15 anak untuk 1 guru, serta gurunya juga harus tersertifikasi sebagai guru PAUD karena mengingat bahwa hal ini sangat penting. Bukan hanya guru saja tetapi termasuk fasilitas-fasilitas di dalamnya seperti APE luar, APE dalam, tools-tools untuk mengajar salah satunya adalah melaporkan dalam aplikasi Dapodik secara online. Delapan butir ini harus dipenuhi agar terakreditasi. Setiap Bunda PAUD harus memiliki target setiap tahun berapa PAUD yang harus terakreditasi dan itu harus dilaksanakan secara gotong royong. Saya yakin kedepan semua PAUD di NTT bisa terakreditasi,” terang Bunda Julie Laiskodat.

Lebih lanjut disampaikan, kedepan Provinsi akan berkolaborasi dengan Kabupaten untuk memberikan pelatihan sertifikasi bagi Guru PAUD.

“Jadi banyak program, yang penting kita terus, jangan sampai kita hanya berkonsentrasi di PKK dan Dekranasda tetapi PAUD juga merupakan hal penting dan ini adalah salah satu tambahan jabatan. PKK, Dekranasda, PAUD harus berjalan sesuai program dan mempunyai target. Tugas kita adalah membuat fondasi yang kokoh sehingga menghasilkan generasi NTT yang bangkit menuju sejahtera,” tandas Ketua Dekranasda NTT.

Bunda PAUD Provinsi NTT juga mengharapkan agar Kepala Daerah selalu bersinergi dalam setiap program dari Bunda PAUD.

“Kami adalah perkumpulan perempuan-perempuan yang punya hati, tenaga tetapi kami kekurangan ilmu dan fasilitasi sehingga saya titipkan seluruh Bunda PAUD yang hari ini dikukuhkan agar program-programnya dapat berjalan. Jadi Bunda-Bunda PAUD, jaga kesehatan, terus getol dalam melaksanakan tupoksinya masing-masing,” ujar Bunda PAUD NTT.

Sebelumnya, dalam laporan yang disampaikan Angel Lusi bahwa peran Bunda PAUD disemua jenjang sangat strategis sebagai figur dan motivator utama demi terwujudnya layanan PAUD yang berkualitas dan Pendidikan Anak Usia Dini adalah fondasi utama terciptanya generasi sehat, cerdas, ceria, mandiri, berakhlak mulia dan berjiwa cinta tanah air.

Dilaporkan, pengukuhan 8 Bunda PAUD tingkat kabupaten adalah upaya peningkatan sinergitas, kekuatan dengan berbagai elemen, baik pemerintah, organisasi PAUD, organisasi sosial, satuan PAUD dan elemen masyarakat untuk meningkatkan angka partisipasi aktif semua anak NTT yang terlayani di PAUD serta menjadikan lembaga PAUD menjadi lembaga yang layanannya memenuhi standar nasional. (prokompimbelu)

Komentar Anda?

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *