Bupati SBD : Mulai Saat Ini Hentikan Modus Kejahatan Pengelolaan Dana Desa

  • Whatsapp

Tambolaka, penanusantara.com – Maraknya Modus Kejahatan Pengelolaan Dana Desa dengan membuat program kerja asal-asalan dengan dalil memenuhi aspirasi rakyat yang sesungguhnya adalah upaya memperkaya diri sendiri dan kelompoknya.

Bupati Sumba Barat Daya (SBD), dr. Kornelius Kodi Mete mengingatkan para kepala desa Kades agar menghentikan modus kejahatan Pengelolaan dana desa tersebut. Dia mengingatkan agar tidak membuat program kerja asal-asalan.

Read More

“Mulai saat ini, hentikan kejahatan seperti itu dengan memperbaiki program dan meluruskan perencanaan program kerja yang tidak betul menjadi betul. Sebagai bupati saya memberikan waktu enam bulan untuk para kepala desa dan seluruh jajarannya untuk memperbaikinya,” tegas Kornelis, Senin 12 Desember 2019 seperti dilansir NTT News.

Dia mengatakan, usai enam bulan yang akan datang, dirinya akan meminta aparat penegak hukum melakukan proses hukum terhadap para kepala desa yang tidak mau memperbaiki kesalahan mengelolah dana desa.

Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat dan berbagai sumber serta informasi berbagai media di SBD, banyak kepala desa mengelolah dana desa yang tidak sesuai harapan masyarakat.

Disebutkan bahwa Pemerintah menggelontorkan dana desa miliaran rupiah ke desa adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat desa. Karena itu semenjak perencanaan hingga pelaksanaan program harus melibatkan masyarakat dan berdasarkan kebutuhan rill masyarakat desa.

“Jadi rakyat harus dilibatkan mulai perencanaan program kerja desa hingga pelaksanaan program kerja tersebut. Dengan demikian, dana desa tidak keluar tetapi bergulir dalam desa melalui upah yang diterima warga dalam mengerjakan program kerja desa itu,” tandasnya.

Pemerintah berharap, lanjutnya dengan digelontorkan dana miliaran rupiah per desa, akan terjadi peningkatakan kesejahteraan masyarakat. Karena itu tidak benar, bila para kepala desa lebih senang memproyekan program desa dengan iming-iming mendapatkan fee yang besar dari kontraktor tertentu.

Untuk itu, Bupati Kodi Mete meminta para kepala desa jangan memprogramkan pembangunan jalan desa saja. Bahkan jalan desa yang sudah dibangun diprogramkan lagi.

Menurut Bupati Kodi Mete, masih banyak program desa yang kalau direncanakan dengan baik dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat desa.

“Kepala desa dan aparat jangan hanya pikir jalan dan jalan saja. Jalan-jalan desa juga harus digilas menggunakan alat berat. Sehingga kuat, kalau tidak maka aparat turun dan periksa pekerjaan itu,” tegasnya lagi. (NN/pito)

Ket Foto : Pos Kupang

Komentar Anda?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *