Dialog Terbuka, Evaluasi Kredibilitas Pimpinan DPD IMM NTT, Minta Ketua Mundur dari Jabatan

  • Whatsapp
Dialog Terbuka
banner 468x60

Kota Kupang, penanusantara.com – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kupang mengadakan Dialog Terbuka yang Bertemakan “Evaluasi Kredibilitas Pimpinan DPD IMM NTT, Penyelamatan atau Pembodohan? .”
Senin, 29 November 2021 kemarin.

Belakangan ini, diketahui DPP IMM menggelar Pelantikan sebagai Wujud dari Legalnya Kepemimpinan yang di Ketuai Oleh Kakanda Abdul Musawir Yahya.

Read More

banner 300250

Pelantikan DPP IMM yang di gelar di Kota DIY tidak hanya sekedar mendatangkan kepastian bahwa ada pelegalan kepengurusan DPP IMM saja, akan tetapi justru Melahirkan Kontroversi, kendati turut di lantiknya Ketua Umum DPD IMM NTT (19/21) di dalam Paket Struktural DPP IMM Pada bidang Tablig dan Kajian Keislaman.

Fenomena ini, tentu tidak biasa dan secara Akal Sehat sangat mencederai Konstitusi Organisasi yang kemudian Di sebut AD/ART IMM. Hal ini di buktikan dengan Hadirnya Kakanda Abdul Majid Laba pada Pelantikan DPP IMM dengan menduduki posisi Struktural pada sekretaris bidang kajian keislaman.

Dalam Dialog Terbuka yang diadakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah NTT ini menghadirkan beberapa Narasumber yang melibatkan beberapa elemen struktural IMM, yang pertama Kakanda Arifin S. Toda, Sekbid Organisasi DPD IMM NTT, Kakanda Hamid Nasrudin Anas PLT PC IMM Kota Kupang 2021, dan Kakanda Muhammad Mahmud Ketum Komisariat Ar-Fachruddin.

Itikat personal sekaligus keputusan bebal yang dilalukan oleh Ketua Umum DPD IMM NTT adalah bentuk dari kredibilitas serta kualitas yang lemah dalam menjalankan roda kepemimpinan DPP IMM NTT, hal ini tegas disampaikan dalam forum dialok pablik oleh Kakanda Hamid Nasrudin Anas.

“Bahwa gugatan yang dilakukan kader pada pada level tingkatan dibawah ini adalah bentuk kritikan yang perlu dilihat secara substansi,” sambung Ketua Karateker PC IMM Kota Kupang periode 2021.

“Kalau kita betul-betul terus terang menghikmati nawacita dan ruh dari pada IMM itu tentu pendekatan pendekatan organisasi dengan landasan konstitusinya maka tabiat tabiat buruk dalam perilaku berorganisasi kita akan pelan pelan terkikis,” sambungnya tegas.

Dikatakan Nasrudin, Subsatansi atau nyawanya kritik itu adalah perbaikan, kalau kritik dibalas kritik maka subsantsinya hilang. Poinnya jika yang dikritik itu kepemimpinannya maka jangan tersinggung dengan sentimen personal sebab itu hanya akan memudarkan cara kita melihat problem.

“Jika dalam penyelamatan organisasi kita sebagai kader Muhammadiyah siap tidak siap kita semua harus menyelamatkan organisasi dan jika berbicara kebodohan secara tidak sadar kita semua bodoh dan di bodohi oleh pimpinan tertinggi yaitu DPD IMM NTT,” tegas salah satu pemateri yang juga masi dalam struktural DPD IMM NTT.

“Terus terang saja problem yang terjadi pada Pimpinan Cabang hari ini yang pada akhirnya dimandatariskan oleh Ketua Karteker adalah bentuk dari langkah langkah organisasi yang tidak berazazkan Musyawarah Mufakat pada internal DPD IMM NTT,” pungkas demosioner KORKOM IMM Universitas Muhammadiyah Kupang.

Menurutnya, Yang menjadi catatan hari ini sebagai kader adalah mari perbaiki ketimpangan yang melahirkan problem internal ini pada ajang Musyawarah Daerah DPD IMM NTT mendatang dengan memilih pimpinan yang loyal dan paham peta masalah internal hari hari ini pada tubuh IMM.

Dengan adanya pelanggaran pelangaran fatal dan mecederai AD/ART IMM ini tentu harus meminta Ketua DPD IMM NTT dalam hal ini Kakanda Abdul Majid Laba untuk mundur dari posisinya sebagai Ketua Umum sekaligus pemegang tampuh pimpinan tertinggi IMM NTT, sebab nalar kritisme yang dibangun oleh Pimpinan Komisariat FAI Universitas Muhammadiyah Kupang akan besar dampaknya pada pimpinan komisariat Se Kota Kupang dan saya berharap agar semua pimpinan komisariat IMM Se Kota Kupang harus merespon problem ini dengan sikap kritik yang konstruktif.

“Sebut saja misalkan langkah somasi atau mosi ketidak percayaan terhadap DPD IMM NTT yang dipimpin Ketua Umum yang cacat persyaratan ini,” sambung pemateri yang diberi kesempatan terakhir pada dialok terbuka malam ini Senin 29 November 2021.

Ia meyakini bahwa kefatalan yang dilakuian oleh Ketua Umum DPD IMM NTT tentu telah jadi konsumsi khalayak umum, untuk itu tentu semua unsur pimpinan cabang IMM Se NTT sangat rasional dan berakal dalam menyikapi problem ini.

Dalam jalannya diskusi yang dihadiri separuh kader IMM Se Kota melahirkan konstruksi diskursus yang alot dan cukup memakan waktu, sebab hampir semua kader IMM se Kota Kupang turut resah dan pempertanyakan status Ketua Umum DPD IMM NTT periode 2019-2021, sekalgius statusnya sebagai Wakil sekertaris DPP IMM periode 2021-2023.

Beberapa Audiens terlihat antusias dan geram.

“Kita sebagai kader IMM sudah seharusnya selalu mengedepankan sentimen organisasi, dan Kader yang berpikir baik secara sistematis adalah kader yang mengkiblatkan prilaku organisasinya pada AD/ART dan pedoman organisasi,” lantang disampaikan oleh salah satu peserta forum IMMawan Andi Julkarnain.

Sementara beberapa diantaranya menyampaikan perihal yang sama pada problem yang dilakuian oleh Ketua Umum DPD IMM NTT.

Pada bagian terakhir tampilan dari forum Dialok Public dengan tema “Evaluasi Kridibilitas Pimpinan DPD IMM NTT, Penyelamatan atau pembodohan?”.

“Ketika menyelesaikan masalah internal kita seharusnya menyikirkan masalah-masalah kedekatan emosional dan tetap berpegang teguh padan pedoman organisasi agar kita tidak melenceng dari roda organisasi yang bisa-bisa mengakibatkan kehancuran dari pada organisasi,” tutup Ketua Umum Pimpinan Komisariat FAI Universitas Muhanmadiyah Kupang yang juga adalah panelis dalam dialok Public. (*pn)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *