Diduga Aniaya Rakyat Sendiri, BKH Dinilai Tidak Pantas Menjadi Wakil Rakyat

  • Whatsapp
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Demokrat, Benny Kabur Harman (ist)
banner 468x60

Kota Kupang, penanusantara.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
dari Fraksi Demokrat, Benny Kabur Harman diduga melakukan penganiayaan kepada salah seorang manager restoran di Labuan Bajo, Manggarai Barat-Flores, NTT.

Sebuah video pemberitaan tentang dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh BKH terhadap seorang manager restoran di Labuan Bajo viral di media sosial, Kamis 26 Mei 2022.

Read More

banner 300250

Dari kejadian itu, Benny Kabur Harman dilinai tidak pantas menyandang status sebagai wakil rakyat. BKH dinilai arogan dan tempramen terhadap rakyatnya sendiri.

Hal ini disampaikan salah satu aktivis Forum Mahasiswa Hukum Lembata (FORMAL) Kupang, Raymond Tedemaking dalam keterangan tertulis yang diterima media, (Jumad/27/05/2022).

Raymond mengatakan sosok BKH adalah politisi ulung yang dalam jabatanya sebagai Anggota DPR RI selalu “berkoar” tentang penegakan hukum, perlindungan terhadap korban serta Independensi institusi Polri dalam menjalankan tugas.

“Pak Benny salah satu politisi ulung yang saat rapat Komisi dengan Polri selalu berkoar tentang penegakan hukum dan perlindungan terhadap korban, namun sangat disayangkan kejadian itu malah pak Benny sendiri tidak mengormati hukum sebagai alat untuk menyelesaikan masalah. Jika pak Benny merasa perlakuan karyawan kurang menyenangkan kenapa tidak dilaporkan saja ke pihak yang berwajib?, malah jusrtu main hakim sendiri,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ia menegaskan bahwa perbuatan BKH sangat melukai hati masyarakat NTT. Sebagai wakil rakyat Pak Benny seharusnya menjadi teladan yang baik untuk rakyat, namun dengan kejadian ini Pak Benny tidak menunjukan contoh yang baik untuk rakyat.

“Apa yang mau kita harapkan dari wakil rakyat kita yang bermental seperti ini? Bagaimana mungkin wakil rakyat menganiaya rakyatnya sendiri,” ujarnya.

Kejadian tersebut dijelaskan telah melanggar pasal 352 KUHP sebagai penganiayaan ringan. Ia berharap Aparat Penegak Hukum bekerja secara profesional serta memegang teguh asas hukum “ Equality before the law” yang artinya semua sama dihadapan hukum dan tidak pandang bulu dalam menyelesaikan persoalan ini.

Ia mengatakan meskipun kasus ini merupakan delik aduan namun ia berharap kepada korban untuk tetap menempuh persoalan ini melalui jalur hukum dan tidak boleh ditarik kembali agar ada efek jerah dan menjadi pembelajaran untuk orang lain agar tidak boleh bermain hakim sendiri dalam menyelesaikan persoalan.

Dirinya mengatakan meskipun Pak Benny sudah melakukan klarifikasi dengan menjelaskan kronologis persoalan, namum apapun bentuk dalil pembelaanya, kekerasan tidak dibenarkan dimata hukum.

Berikut ialah klarifikasi lengkap Benny Kabur Harman (BKH) terkait pemberitaan dugaan penganiayaan tersebut sebagaimana diterima penanusantara pada. Kamis, 26 Mei 2022.

1. Kemarin hari Selasa 24 Mei 2022, saya bersama istri dn anak serta satu lagi saudara makan di restoran Mai Cenggo sekitar jam 12.30;

02. Setelah masuk restoran, kami langsung diarahkan ke lantai bawah di dalam ruangan VIP Ber-Ac. Kami sendiri memilih tempat/meja dari sekian meja yang ada, dan kami duduk dan tidak ada tulisan atau pemberitahuan apapun dari pihak resto bahwa meja yg kami duduk sudah dibooked/reservasi.

03. Kami langsung duduk dan pesan makan. Setelah 15 menit duduk menunggu, kami pesan ikan gurami, ayam bakar, dll dan juga minuman yg ditawarkan. Petugas restoran mencatat apa yng kami pesan dan diberitau kepada kami harus menunggu dan akan segera dilayani;

04. Sekitar 15 menit kemudian, tanpa ada basa basi kami diberitau untuk segera meninggalkan ruangan karena ruangan terpakai/sudah direservasi. Kami dipersilahkan keluar. Saya tanya mengapa kami disuruh keluar, apakah kami tidak diperkenankan makan di ruangan yng ber-Ac. Memang saya pakai celana pendek dn bajo kaos, lagi lusuh karena baru dari kerja kebun;

05. Karena merasa diperlakukan secara tidak wajar, kami bermaksud bertemu dengan Manager Resto atau pemilik resto, apa sebenarnya yg terjadi. Kami beritau karyawan yg melayani utk beritau manager atau pemilik bahwa kami ingin bertemu agar tidak terjadi salah paham;

06. Karena lama menunggu, kami datangi lagi pihak front desk dan meminta agar kami bisa bertemu dengan pihak manager atau pemilik;

07. Di front desk itu kami menerima informasi bahwa tamu barusan reservasi per telepon SETELAH kami sekeluarga datang ke tempat itu. Sehingga kami makin merasa bahwa kami diperlakukan semena-mena.

08. Pada saat bertemu di ruangan, kami menyampaikan rasa kecewa kami atas perlakuan yang sangat tidak manusiawi atas diri kami. Kami menyampaikan bajwa kamibtekah diperlakukan dgn cara yng biadab alias tidak beradab atas diri kami. Ini kan daerah destinasi pariwisata super premium. Kalo kami diperlakukan begini, apalagi rakyat kecil. Kami mohon penjelasan apa sebenarnya yg terjadi dan alasan apa kami diusir dari ruangan itu;

09. Kami tanya apakah kami bisa bertemu dgn manager, dari Ibu yg lagi duduk kami diberitau bahwa managernya lagi ada di Denpasar/Bali. Saya tanya kpda karyawan, siapa yg suruh kamu mengekuarkan kami dari ruangan dan alasan apa, yg bersangkutan tidak jawab;

10. Saya mendorong mukanya si karyawan dan mengingatkan agar perlakuan terhadap pengunjung harus sopan dan santun. Saya juga meminta Ibu yg duduk di ruangan agar memberikan perlakuan yang wajar kepada setiap tamu yg datang. Kalo sudah ada meja yg dipesan hendaknya diberitau kepada tamu2 yg datang atau ditulis di mejanya sebelum tamu2 duduk; dan hendaknya tamu yang sudah datang terlebih dahulu ke tempat di dahulukan daripada tamu yang reservasi belakangan.

11. Apa yg saya sampaikan ini adalah peringatan kepada semua pemilik resto agar bersikaplah santun selalu kepada semua pengunjung karena Labuan Bajo tekah menjadi destinasi pariwisata super premium;

12. Setelah bertemu dgn Ibu yg diduga sebagai pemilik restoran di ruangan itu kami lalu pulang dengan penuh kecewa dan mencari makanan di resto yang lain;

13. Pihak restoran yang diwakili Oleh Ibu Kiki dan Rikardo selaku karyawan yang mengusir kami telah menyampaikan permohonan maaf nya atas kesalahan mereka.

14. Bahwa hari ini saya dengar khabar bahwa saya dilaporkan oleh Manager Mai Cenggo ke polisi dgn tuduhan melakukan kekerasan. Manager Mai Cenggo juga menyebarkan berita bohong kepada masyarakat bahwa saya melakukan kekerasan berkali-kalo/menampar tiga kali terhadap karyawan Resto Mai Cenggo. Kekerasan apa yg saya lakukan? Bukankah pihak Manager Resto Mai Cenggo yg sebenarnya telah melakukan kekerasan perlakuan terhadap kami?

14. Pihak kami akan mengajukan laporan polisi atas perbuatan tidak menyenangkan yang kami terima dan juga melaporkan ke polisi pencemaran nama baik, hoaks, dan menyebarkan informasi sesat kepada publik.
(*pn)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *