Diduga Mabuk di Kantor, Kadis Koperasi dan UKM Belu Maki-Maki dan Ajak Staf Duel

  • Whatsapp
Screnshoot Viral video Kadis Koperasi dan UKM Setda Belu dan salah satu staf Dinas.

Atambua, penanusantara.com – Viral video yang diduga Kepala Dinas Koperasi dan UKM Setda Kabupaten Belu Anselmus Lopez mabuk dan nyaris adu jotos dengan salah satu stafnya yang juga merupakan Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Setda Belu Elfridus Hale.

Video berdurasi 1 menit 59 detik tersebut diterima media ini, Senin (10/10/2022) malam.

Read More

Kepada wartawan Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Setda Belu Elfridus Hale menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung di Kantor Dinas Koperasi dan UKM sekira pukul 16.30 Wita.

Diduga usai mengkonsumsi miras, Anselmus Lopez marah-marah, maki dan bahkan mengajak Elfridus Hale duel atau adu jotos.

“Sana keluar, dia mau lawan saya anjing, pukimai, pukimai,” kata Kadis dalam video itu.

Selain itu, nampak beberapa staf pada dinas tersebut menghalangi Kadis yang saat itu berada dalam ruangan dan ingin keluar dan menemui Elfridus Hale.

Selain itu Ia juga menyebut bahwa selama 3 bulan terakhir ini Finger Absen atau absen elektronik disimpan dalam ruangan Kepala Dinas, sehingga ia merasa binggung dengan keadaan ini.

Menurut Elfridus Hale, ia mempertanyakan dan merasa binggung soal Finger Absen yang di simpan dalam ruangan Kadis.

“Pertama simpan di ruangan, saya mau kerja setengah mati terus dalam keadaan mabuk ajak duel lagi, saya juga tidak tanggap, binggung saja kalau situasi seperti ini kan kita kerja seperti apa,” ceritnya melalui sambungan telepon.

Ditanya soal kronologi itu, Elfridus Hale mengatakan bahwa saat itu ia pulang makan dan sekembalinya di kantor sudah ramai-ramai, dan pengakuannya bahwa sudah berapa hari ini staf memaki maki dirinya dikarenakan ia mengklarifikasi PTT yang di potong 90 persen.

“Saat pulang makan dan kembali ke kantor sudah ramai-ramai, sudah beberapa hari ini staf maki-maki saya karena saya klarifikasi soal PTT kenapa potong sampai 90 persen dari situ kemudian staf mengamuk dan maki saya, anjing, pukimai, anjing punya pantat lobang, saya tidak gubris di ruangan,” ceritanya.

“Terakhir kadis tadi datang tidak puas mau ajak saya duel lagi dalam keadaan mabuk saya juga tambah binggung ini maksudnya apa begitu,” sambung Elfridus Hale.

Ditambahkan Elfridus Hale, dalam hal bekerja menggunakan perasaan suka dan tidak suka, sebenarnya segala sesuatu diselesaikan secara prosedural atau klarifikasi.

“Kita dalam hal bekerja pakai perasaan suka dan tidak suka, segala sesuatu kan diselesaikan secara prosedural, klarifikasi jangan main asal tuduh dan memvonis orang secara pribadi tanpa bukti saya juga merasa di rugikan kalau begini kan,” tegasnya.

Ditanya soal menempuh jalur mediasi, ia mengatakan belum karena baru saja kejadian, ia pun merasa binggung jika besok bekerja ke kantor lagi seperti apa.

Menuruynya lagi, harusnya finger di kantor di mana-mana di taruh di luar, sementara finger taruh di ruangan kadis sehingga juga binggung.

“Nanti lalu kemudian kalau merasa tidak nyaman saya tidak finger nanti alasan di situ tidak masuk, kemudian sangsi, teguran dan lain-lain, mendingan saya viral saja artinya bahwa antisipasi terjadi apa-apa saya dalam kondisi seperti ini dalam lingkungan kerja, dikondisikan begini,” katanya.

Dilanjutkan Elfridus Hale, Alat Finger itu sudah ditaruh sekitar 3 bulan yang lalu dalam ruangan Kadis.

“Kalau kadis tidak ada ya di kunci, kadis ada baru di buka, atau dia (kadis.red) titip di kasubag kalau dia (kadis.red) tugas ke kupang dia (kadis.red) titip, kasubag itu hadir kapan, pulang kapan dan kita menyesuaikan, jadi kalau kita sampai jam 5 mau datang finger kalau sudah pulang ya kita tidak finger,” akuinya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM Setda Kabupaten Belu Anselmus Lopez yang dikonfirmasi media ini, Senin (10/10/2022) belum merespon melalui pesan whatsapp dan sambungan telepon. (pn)

Komentar Anda?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *