Digawangi Kader Nasdem, LPK Musubu Kembali Kirim Tenaga Kerja Keperawatan asal NTT ke Jepang

  • Whatsapp
Foto Anggota DPR RI asal Partai NasDem Julie Laiskodat dan Deputi VFinance dan Patnership LPK Musubu Yofani Maria RR Francis Yuki bersama para Tenaga Kerja yang akan diberangkatkan ke Jepang.
banner 468x60

Atambua, penanusantara.com – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Musubu Bali kembali menerima dan melatih Tenaga Kerja yang akan diberangkatkan ke Jepang.

LPK Musubu Bali bersama mitra kerjanya ibu Vanny Francis bertugas untuk merekrut, menyelekasi calon kemudian memberikan pendidikan dan pelatihan terutama agar bisa mahir Bahasa Jepang.

Dalam conferensi pers secara virtual, Senin (9/1/2023) Deputi Finance dan Patnership LPK Musubu Yofani Maria RR Francis Yuki mengatakan, LPK Musubu merupakan Lembaga Pelatihan kerja, LPK Musubu sendiri didirikan atas dasar kesempatan kerja dari Jepang yang diberikan kepada mereka untuk penerimaan tenaga kerja terdidik yang ditawarkan oleh pemerintah Jepang.

LPK itu sendiri dikatakan Vanny yang juga Kader NasDem NTT ini, dimaksud untuk memenitiskan antara kesempatan kerja dan sekolah-sekolah perawat.

“Kita latih mereka sehingga memenuhui syarat-syarat kerja yang diminta oleh pihak pemerintah Jepang, Adik- adik kita dari NTT ini sekarang yang kedua, yang pertama Akper Elisabeth Lela Maumere dan kedua sudah campuran dari Poltekes Kupang dengan adik-adik kita yang saat ini sudah menjadi tenaga kerja sukarela, mereka masuk di kabupaten dan kemudian karena tidak punya kesempatan untuk menjadi pegawai negeri dan juga mengikuti P3K lalu mendapatkan kesempatan ini lalu mereka ambil untuk menjadi tenaga kerja perawat di Jepang,” jelas Vanny.

Disampaikan Ia bahwa setelah mereka lulus dari Sekolah atau Pendidikan mereka kemudian melakukan interview oleh LPK Musubu dan setelah itu kemudian pemerintah Jepang yang menerima mereka bekerja datang melakukan interview lagi.

Ditambahkan Vanny, Interview yang dilakukan selanjutnya kepada mereka dinyatakan lulus dibawah ke Bali melakukan persiapan agar bisa memenuhui kualifikasi untuk bekerja di Jepang.

“Selama LPK Musubu mereka dilatih empat bulan untuk kemampuan bahasa jepang, mereka akan ikut ujian nasional bahasa jepang penutur asing kemudian setelah lulus maka kemudian mereka ikut empat bulan lagi bersama keperawataan jepang,.kemudian mereka ikut lagi tes nasional untuk keperawatan jepang lalu bersertifikasi, setelah itu baru di urus visa kerjanya, setelah urus visa kerjanya sebagai tenaga kerja dengan visa kerja tanaga kerja di Jepang, mereka mendaptkan hak-hak yang sama di Jepang,” papar Vanny.

Hak yang sama dijelaskan Vanny, Hak atas gaji, hak atas insentif, hak untuk cuti, sama seperti tenaga kerja di Jepang.

LPK Musubuh sendiri didirikan oleh mereka yang adalah Diaspora NTT.

LPK Musubu sendiri di dirkan atas izin dari Dirjen Binapenta & PKK untuk melakukan pelatihan kerja melengkapi standar-standar kerja dengan semua persyaratan yang diminta oleh negara pemberi kerja dalam hal ini Jepang.

“Jepang sendiri kami mendapakan izin sebagai sending organisasi atau organisasi yang mendapatkan izin untuk bisa mengirim tenaga tenaga kerja yang sudah dilatih LPK dan dikirim ke Jepang dan yang memberi izin itu adalah Asosiasi Penempatan atau Penerimaan Tenaga Kerja Asing dari Negara Jepang,” ucapnya.

Pihaknya mengaku punya izin resmi untuk melatih mereka dan menepatkan mereka sebagai tenaga kerja asing di Jepang.

Sementara yang diberangkatkan tahap kedua kali ini anak-anak NTT, dengan syarat Pendidikan minimal D3 Keperawatan, S1 Keperawatan.

“Persyaratan minimal anak anak NTT yang memiliki dasar pendidikan keperawatan, saat ini baru kami terima,” katanya. (pn)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *