DPRD Belu Didemo Tekoda Aktif, Diduga atas Perintah Pimpinan

  • Whatsapp
Tenaga Kontrak (Tekoda) aktif lingkup pemkab belu saat mendatangi gedung dprd belu.
banner 468x60

Atambua, penanusantara.com – Tenaga Kontrak (Tekoda) aktif yang saat ini bekerja pada sejumlah instansi pemerintah kabupaten belu, Rabu (22/6/2022) mendatangi gedung dprd guna menyampaikan aspirasi.

Mereka yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Perubahan (FKMPP) itu mengaku kedatangan mereka ke gedung DPRD untuk menemui wakil rakyat sudah mendapat ijin dari setiap pimpinan OPD lingkup pemkab belu.

Read More

banner 300250

Aspirasi yang disampaikan sudah dibacakan ke DPRD Belu saat itu, mereka meminta untuk menghentikan polemik tenaga kontrak.

“kita hari ini datang untuk menyampaikan aspirasi dan sudah kita bacakan di DPRD Belu. kita hadir disini sudah mendapat ijin dari pimpinan masing-masing dan tidak ada yang mengiringi atau mendesain kehadiran kami di DPRD Belu,” ujar Jems Amalo, kordinator Forum.

Pada penyampaian aspirasi tersebut ada 20 orang yang masuk menemui sejumlah anggota DPRD untuk menyampaikan aspirasi mereka, namun di luar gedung DPRD Belu ada ratusan Teko Belu aktif dengan pakaian hitam putih menunggu di luar.

Sesuai data yang dihimpun media ini, sebelum melakukan aksi, Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Perubahan Rai Belu, hampir di setiap akun grup media sosial Facebook, beredar percakapan berisi perintah kepada seluruh tekoda belu aktif pada dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Belu untuk hadir menyampaikan aspirasi di DPRD Belu.

Sementara itu, Kasubag Kepegawaian pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Alfonsius Nahak Berek ketika di konfirmasi RRI mengakui bahwa dirinya yang memberikan perintah kepada sejumlah Teko Belu pada dinas pendidikan, untuk ikut menghadiri penyampaian aspirasi di DPRD Belu saat jam dinas.

Menanggapi pesan yang di screenshoot dan beredar di media sosial grup facebook, Alfonsius Nahak Berek mengatakan bahwa dirinya tidak tau soal pesan yang beredar lewat grup whatsapp, karena dirinya mengaku pesan tersebut disampaikan lewat pesan lisan.

“ya itu memang perintah dari saya tetapi pesan lewat akun wa grup bukan dari saya, saya akui saya sampaikan tapi lewat pesan lisan,” kata Alfonsius Nahak Berek.

Mengenai apakah perintah tersebut juga datang dari pimpinan lebih tinggi? Alfonsius mengakui bahwa dirinya juga di perintah, namun menyangkut siapa yang memberi perintah tersebut Alfons Engan memberikan nama orang yang memberi perintah kepadanya.

“saya juga diperintah kk, tapi saya tidak bisa sampaikan siapa yang memberikan perintah kepada saya untuk meminta tekoda dinas pendidikan hadiri penyampaian aspirasi di dprd belu,” pungkas Alfonsius seperti dilansir rri.co.id. (*pn)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *