Dualisme PERSAB, Korbankan Sepak Bola Belu

  • Whatsapp
Persab Belu saat sesi latihan (foto:askab belu)

Atambua, penanusantara.com – Geliat sepak bola Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa bulan akan kembali semarak. Liga 3 ETMC direncanakan kembali digelar pada Agustus 2021 mendatang.

Namun selama beberapa waktu belakangan, Persab dan Askab Belu menjadi perbincangan hangat di tengahnya masyarakat Kabupaten Belu terutama dikalangan warga net.

Read More

Perbincangan hangat itu berawal dari sebagian kalangan yang belum bisa menerima kenyataan bahwa Askab Kabupaten Belu dinahkodai oleh Politisi PDIP Perjuangan Theodorus Djuang.

Latar belakang dan rekam jejak Febby Djuang sendiri merupakan Anggota DPRD Belu aktif yang pada Pilkada tahun 2020 lalu, Partai berlambang Banteng itu mendukung Incumbent Willy Lay dan Ose Luan.

Warga net yang diduga tim pendukung Bupati dan Wakil Bupati Belu terpilih banyak memberikan protes atas terpilih dan bahkan tidak menerima Febby Djuang memimpin Askab Belu.

Data yang dihimpun media ini dalam postingan-postingan warga net, kepengurusan Askab  yang baru saja terpilih diminta untuk ditinjau kembali.

Sementara itu Febby Djuang terpilih dalam kegiatan kongres biasa Asosiasi Kabupaten PSSI Belu yang dilaksanakan di GOR L.A Bone Atambua, Minggu (28/03/2021) lalu menggantikan Ketua Askab sebelumnya yang dijabat Yohanes Jefri Nahak.

Bahkan warga net juga ikut mengomentari rekomendasi Askab Belu kepada Pelatih Andi Susanto dan Manager Tim Persab Belu Naris Nuwa yang akan berlaga pada ETMC di Lembata, Agustus 2021 mendatang.

Pelatih Persab Belu Andi Susanto sendiri belakangan ini bersama rekan-rekannya sudah melakukan seleksi pemain guna mempersiapkan Persab Belu berlaga di ETMC Lembata 2021.

Namu saat ini, Tertanggal 10 Juni 2021, Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH., FINASIM telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pembentukan pengurus Persatuan Sepakbola Belu (Persab) masa bakti 2021-2026.

Pada susunan keanggotaan dalam lampiran Surat Keputusan Bupati Belu bernomor 131/HK/2021 tersebut menyebutkan bahwa Jules Konstantyn C. M. A Ando, SE, MM sebagai Ketua Persab Belu masa bakti 2021-2026.

Sementara itu, Hermansyah Luan Bere ditunjuk menjadi Manajer Persab Belu dalam masa bakti yang sama dengan Yakobus Lenggu sebagai Pelatih serta Flavianus Fahik, Simplitus Yustus Nana dan Alex Gomex Magalhaens sebagai Asisten pelatih Persab Belu.

Persab versi Pemerintah di bawah kepemimpinan Jules Konstantyn C. M. A Ando sendiri juga akan melakukan proses penjaringan pemain secara terbuka dengan bersurat kepada KONI dan Askab Belu serta klub-klub yang ada di kabupaten Belu, hal itu sebagai persiapan Persab Belu mengikuti kompetisi PSSI liga 3 El Tari Memorial Cup (ETMC) tahun 2021 di Lembata.

Kini Persab Belu terbagi menajdi dualisme Kepengurusan, hal ini tentu akan mengorbankan sepak bola di Kabupaten Belu.

Penggiat Sepak Bola, Yohanes Seo mengatakan, ETMC 2021 merupakan Gawainya Askab dan Askot yang mewakili setiap Kabupaten dan Kota di NTT.

Sementara Club yang bisa mendaftar cuman 3 yang sudah di akui oleh PSSI diantaranya Bintang Timur, Persada Oesao dan Cristal FC.

Dualisme Persab menurut Jhon Seo, Sebaiknya Persab versi Askab dan Persab versi Pemerintah duduk bersama untuk mencari solusi menyelamatkan Sepak Bola.

“Sepak Bola di NTT geliat sudah sedikit, turnament juga sedikit kalau bertambah dengan dualisme maka anak-anak atau pemain menajdi korban, anak-anak sudah latihan karena kepentingan pengurus akhirnya anak-anak jadi korban,” jelas Seo.

Ditambahkan Seo Anak-anak masih memilki prestasi, jangan korbankan anak hanya karena demi kepentingan tertentu. (*pn)

Komentar Anda?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *