Dugaan Manipulasi Hasil Rapid Test, Kristo Efi Sesalkan Sikap Direktur RS Leona Kefamenanu

  • Whatsapp
Kristoforus Efi

Kefamenanu, penanusantara.com – Belakangan Rumah Sakit (RS) Leona Kefamenanu menjadi sorotan publik, terutama masyarakat di Timor Tengah Utara (TTU) atas sebuah fenomena yang menghilangkan sisi kemanusiaan di tengah pandemi. Tak tinggal diam, Kristoforus Efi sampaikan kekesalannya terhadap pihak Rumah Sakit yang hingga kini belum merespon persoalan tersebut.

Hal ini disampaikan Kristoforus Efi ketika membaca sebuah postingan di grub facebook Biinmafo News, pada Selala (10/08) kemarin.

Read More

Menurut Kristo (sapaan akrab), bahwa hingga sekarang problem tersebut mendapat simpati dan kritikan publik (netizen) dari berbagai daerah di Provinsi NTT atas dugaan manipulasi hasil rapid test di RS Leona Kefamenanu.

“Kaget ketika membaca postingan di BN, pada Selasa kemarin. Itu postingan saat ini sedang viral dan menjadi perhatian netizen dari berbagai daerah di NTT. Ada begitu banyak ragam komentar kritis terhadap proses rapid test di RS Leona. Di situ terdapat dugaan dari publik selama ini bahwa, kalau hasil rapid di RS Leona terkesan manipulatif. Itu melekat dengan isi dalam postingan yang beredar di grub facebook. Saya pribadi sangat kesal apabila Direktur Rumah Sakit bungkam dengan persoalan yang kini tengah melibatkan RS dan masyarakat yang telah merasa dirugikan,” ujar Kristoforus Efi melalui Press Realese yang diterima media ini pada Kamis (12/08) sore kemarin.

Kristo menambahkan, bahwa pihak Rumah Sakit harus tunjukan profesionalitas dalam menanggapi masalah tersebut. Jangan biarkan polemik itu kian memperkeruh keadaan di TTU, mengingat bahwa saat ini Pemerintah Daerah dan berbagai stakeholder sedang bekerja keras menekan angka penyebaran covid-19 di tengah masa PPKM. Oleh sebab itu, Direktur RS harus berani ajukan klarifikasi ke publik bila informasi yang beredar terbukti tidak benar.

“Dalam kondisi PPKM sebagaimana saat ini, semestinya pihak RS harus segera ambil tindakan profesional dong. Itu sangat penting agar kondisi tidak semakin keruh. Apalagi sekarang Pemda dan segenap stakeholder lagi gencar menekan penyebaran virus corona di daerah kita. Maka itu pihak Rumah Sakit dalam hal ini Direktur, segera lakukan klarifikasi masalah tersebut jika telah terjadi kesalah pahaman,” ungkap politisi humanis yang kini menjabat Ketua DPD II Golkar TTU.

Ia pun beralasan bahwa, klarifikasi dari pihak Rumah Sakit itu penting. Dikarenakan sikap tersebut sedang ditunggu segenap elemen masyarakat TTU demi menghindari mosi tidak percaya sekaligus meminimalisir konflik antara masyarakat dan Pemda terhadap akses pelayanan kesehatan dan penanganan covid-19 di Rumah Sakit Leona. Sebab itu merupakan janggung jawab moril Direktur RS.

“Pihak RS harus ketahui, klarifikasi itu sesuatu yang urgen. Mengapa? Selain untuk menghindari mosi tidak percaya dari masyarakat, klarifikasi itu bentuk tanggung jawab pihak RS demi meminimalisir konflik horizontal atas akses pelayanan kesehatan dan penanganan covid,” jelas Sekretaris DPD Forum Komunikasi Alumni PMKRI Provinsi NTT. (*pn)

Komentar Anda?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *