Dugaan Ujaran Kebencian, Yeskiel Loudoe Diperiksa, Ini Sikap AMPAS

  • Whatsapp
- Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe (Foto:Rakyat NTT)
banner 468x60

Kota Kupang, penanusantara.com – Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe dilaporkan ke Markas Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (2/6/2021).

Kader PDIP itu dilaporkan oleh Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti Sara (AMPAS) karena diduga melakukan ujaran kebencian dan provokasi bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dengan Laporan Polisi nomor : LP/B/158/VI/RES 2.5/2021/SPKT.

Read More

banner 300250

Tim Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus)Polda NTT  Direktorat Tindak sudah memeriksa para saksi dan Para Terlapor Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe.

Demikian dikatakan Hendrikus F. Sola selaku Gerakan Masyarakat (Germas) PMKRI Kupang dan Ketua Ampas, Sabtu, 26 Juni 2021 malam.

Sola menjelaskan bahwa ia sudah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP)

“Terkait dengan dugaan kasus ujaran kebencian yang terjadi di Kota Kupang dalam hal ini Ketua DPRD Kota Kupang, saya selaku kordinator umum Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti Sara pada hari ini tanggal 26 Juni 2021 menerima Surat perkembangan Penyidikan atau bisa di sebut SP2HP yang diterima oleh Penyidik,” ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini sudah ada perkembangan yang dilakukan Pihak Ditreskrimsus Polda NTT telah melakukan pemeriksaan kepada empat orang saksi, Terlapor dan Kompulir Barang bukti yang ada kaitannya dengan peristiwa yang diduga merupakan tindak pidana.

“Perkembangan sejauh ini sudah ada pemeriksaan tehadap empat orang saksi terus kemudian sudah ada pemeriksaan terhadap Terlapor dan sudah pengumpulan barang bukti yang ada kaitannya dengan peristiwa tindak pidana,” jelas Sola

Untuk itu AMPAS tetap konsisten dengan arah gerak dan langkah mereka bahwa hal ini harus diselesaikan secara hukum agar adanaya efek jerah, terkait dengan proses yang sementara berlangsung pihaknya akan selalu mengawasi dan memantau sejauh mana perkembangan atau hasil yang dicapai oleh alat penegak hukum dalam hal ini Kepolisian.

Pihaknya juga berharap, bahwa sebisa mungkin sebelum bulan Juli tanggal 20 itu Kasus ini sudah bisa naik ke tahapanya, yakni dari Penyelidikan ke Penyidikan, dan meraka juga berharap bahwa kasus ini bisa dibuka secara terang benerang dihadapan publik agar tidak menjadi pergolakan yang kemudian digunakan oleh orang-orang yang punya kepentingan busuk dalam hal politik.

“Sebagai Masyarakat kita butuh pertanggungjawab secara argumentasi hukum yang benar – benar memadai dan bisa diterima karena kalau ada indikasi kasus ini dipermainkan, Aliansi Mahasiswa Anti Sara akan siap dan menggeledak mengruduk markas Polda NTT agar kasus ini segera mungkin ditindaklanjuti,” tegasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe yang juga sebagai terlapor dikonfirmasi media ini melalui pesan whatsapp, Minggu 27 Juni 2021 pukul 10.33 Wita belum merespon meskipun pesan Whatsapp yang dikirim media ini sudah di baca oleh Yeskiel Loudoe.

Hal yang sama juga media ini melakukan konfirmasi ke Ketua DPD PDIP NTT Emi Nomleni terkait sikap Partai dalam menanggapi persoalan ini namun tidak direspon dan pesan whatsapp yang dikirim pun hanya di baca oleh Emi Nomleni. (*dm)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *