GAMKI Sumba Tengah Tegas Tolak Kasus Kawin Tangkap yang Kembali Terjadi

  • Whatsapp
Beredar video di media sosial pada 14 Mei 2022.
banner 468x60

Waibakul, penanusantara.com – Gamki Sumba Tengah menolak dengan tegas bahwa kawin tangkap tidak lagi Relevan pada saat ini, kawin tangkap adalah salah satu hal yang membuat semua kaum hawa merasa tersaktiki sekalipun atas dasar hubungan kekeluargaan.

Hal itu ditegaskan, pasalnya beredar video di media sosial pada 14 Mei 2022.

Read More

banner 300250

Pertanyaannya apakah hal ini ingin diwariskan kepada generasi saat ini atau yang akan datang? Jika tidak maka bagaimana tindakan tegas pemerintah sebagai pihak yang paling berwenang untuk menyikapi hal tersebut.!

Ketua GAMKI Sumba Tengah, Hendrik H. M, mendorong Pemerintah Daerah, DPRD dan pihak Kepolisian untuk melihat serta meresponi hal ini dengan secepat sebagai sebuah kejahatan kemanusiaan yang merendahkan maratabat dan hak perempuan.

“Oleh sebab itu, saya mewakili gamki Sumba Tengah meminta Pemerintah Daerah, DPRD dan pihak kepolisian agar segera mengeluarkan surat edaran kepada seluruh Desa se-kabupaten Sumba Tengah untuk melakukan sosialisasi terkait penolakan atas kawin tangkap dengan memberikan sanksi tegas kepada setiap pelaku yang terus melawan aturan,” ujarnya

Menurutnya bahwa, diketahui bersama  hampir semua Desa di Sumba Tengah memiliki yang namanya lembaga adat dan lembaga perdamaian yang bagian dari pemerintah desa sebagai tokoh-tokoh adat.

Jika pemerintah tidak segerah menyikapi hal ini maka tidak menutup kemungkinan akan kembali terulang dengan alasan atas dasar hubungan kekeluargaan, dan pihak perempuan akan terus merasa bahwa hak dan martabatnya terus di injak-injak.

Seruan atau teriakan terus berkomandang dari seluruh kaum hawa sesumba tengah dan sebagian kaum laki-laki juga ikut menyampaikan keprihatinananya mereka serta beberapa kalimat-kalimat tegas atas kejadian yang sudah di anggap sebagai kasus kejahatan kemanusiaan yang merendahkan martabat dan hak bagi kaum perempuan.

Setiap seruan yang di sampaikan tentu mengarah kepada pemerintahan atau kepada pihak-pihak yang berwenang untuk segerah di dengarkan dan disertai tindakan tegas.

Jika tidak ada tindak tegas dari pihak yang berwenang maka kami kuatirkan akan adanya penilaian dari seluruh pihak kaum perempuan dan akan ada kritikan yang ditujukan kepada Pemerintah daerah, DPRD dan Kepolisian yang seakan membiarkan hal ini terus terulang.

Gamki sebagai organisasi yang berada di Sumba tengah dan sebagai mitra strategis pemerintah akan mendukung sepenuhnya kepada pemerintah daerah, DPRD bersama pihak kepolisian untuk menindak tegas setiap pelaku dan mendesak pemerintah daerah agar segera mengeluarkan surat edaran kepada semua masyarakat lewat pemerintah desa untuk di sosialisasikan.

Beberapa kejadian belakangan ini terus di apload di media Sosial dan memperlihatkan seolah olah hal ini merupakan sebuah warisan yang di banggakan, namun tanpa sadar kita sedang memperlihatkan keburukan sikap dan perilaku di mata publik yang akan memberikan penilaian atau pandangan berbeda-beda.

Hal ini akan berdampak terhadap wisata yang ada di Sumba tengah kedepan jika tidak ada aturan yang tegas atas kejadian yang serupa.

Ini adalah sebuah catatan merah bagi daerah ini dimana pelaku- pelaku telah memperlihatkan sebuah tindakan yang tidak lagi pantas dipertahankan oleh generasi penerus Sumba Tengah dan sangat mencoreng nama baik daerah ini dimata publik jika terus dibiarkan.

Laporan : Bob Matt

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *