Gelar KBPM dan PKM di Desa Mota’ulun, Rektor UKAW Kupang Serahkan Rumah Panggung

  • Whatsapp
Rumah Panggung di Desa Mota'ulun, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka
banner 468x60

Betun, penanusantara.com – Rektor Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Dr. IR. Ayub U. I. Meko M. Si menyerahkan Rumah Panggung dan melakukan penarikan mahasiswa KBPM di Desa Mota’ulun, Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka, Selasa, 03 Agustus 2021.

Kegiatan yang berlangsung di Gereja Jemaat GMIT Ebenhaezer Mota’ulun itu, dalam rangka Kegiatan Belajar dan Pendampingan Masyarakat (KBPM) dan Program Kemitraan Masyarakat (PKM).

KBPM sendiri disampaikan Ayub merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Mahasiswa sementara PKM merupakan kegiatan yang di organisir dan di kembangkan oleh dosen dalam dukungan mahasiswa kegiatan PKM ini adalah program kemitraan masyarakat.

Rektor Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Dr. IR. Ayub U. I. Meko M. Si dalam penyampainnya bahwa kegiatan yang di laksanakan di daerah ini sesuai data dan informasi yang menyebar Kabupaten Malaka terdampak banjir berat.

“Daerah ini kami pilih karena dari data dan informasi yang menyebar kabupaten malaka yang dampak banjir paling berat yaitu di Mota’ulun, ketika kami mendengar berita ini bertepatan dengan pengiriman mahasiswa KBPM dan kami mengirim tim untuk lakukan mensurvei,” katanya.

Dijelaskan Ayub, Mahasiswa yang ditempati merupakan mahasiswa yang berasal dari Malaka, TTU, Belu dan TTS yang di mana kampungnya perbatasan langsung dengan malaka, hal ini di lakukan untuk menjaga penularan atau penyebaran covid-19.

“Kami tidak mau kirim orang luar takutnya membawa penyakit covid ke malaka,” tuturnya.

Dijelaskan Ayub, Ada tiga kegiatan utama yang di bawakan oleh mahasiswa yakni pertama mereka mengerjakan program yang di butuhkan masyarakat, kedua program yang mereka desain ketika turun lapangan dan ada permintaan dari masyarakat setempat, ketiga kegiatan atau program yang terkait dengan bidang keahlian mereka sendiri melalui program stusdi atau fakultas masing-masing.

“Salah satu yang kita padukan dengan PKM adalah dari lokasi sini ada 4 rumah yang terbongkar atau hanyut di bawa banjir bandang yang paling parah ibu atau mama Elisabeth Seuk rumahnya hanya tinggal fondasi rata dengan tanah dan dia seorang janda tua,” jelasnya.

Rumah Panggung

Karena itu ditambahkan Rektor Ayub, pihaknya berkumpul dengan teman-teman dosen dan meminta ibu dosen DPL Dr. Damaris Y. Koli, SE., MP untuk melakukan pendekatan dengan salah satu warga yakni mama Elisabeth sehingga akhirnya semua sepakat untuk membangun sebuah rumah panggung dan rumah panggung ini kita kasih nama rumah amal banjir.

“Rumah panggung yang kita bangun ini berukuran 35 meter persegi dan memiliki 4 ruang yaitu 1 ruang tamu, 1 ruang makan, dan 2 ruang tidur. Tinggi panggung 1,2 meter di atas permukaan
tanah sebagai rumah aman dari banjir. Rumah panggung dikerjakan secara bersama oleh mahasiswa KBPM kelompok 11 sebagai relawan, mitra yaitu Jemaat GMIT Ebenhaezer Motaulun dan di bantu pula oleh masyarakat setempat dengan swadaya seadanya,” tutur Rektor Ayub.

UKAW berharap ke depan dengan konsep yang telah pihaknya kembangkan dan pada tahun ajaran yang baru dalam semester ganjil ini akan ada lagi pengiriman mahasiswa KBPM untuk ada lagi di Motaulun mungkin tidak lagi di RT ini lagi tapi di RT lain yang belum dapat perhatian.

“Kita tidak saja berwacana menyampaikan penyuluhan yang sifatnya ferbal tetapi kita harus berbuat nyata dan mengenai anggaran dalam pembangun rumah panggung ini sesungguhnya sumbangan dari kampus kemudian upaya dari dosen untuk mendapatkan dana tambahan,” tutupnya. (dejan seran)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *