Generasi Z Diharapkan Jadi Agen Perubahan Melawan Hoaks

  • Whatsapp
Ilustrasi
banner 468x60

Jakarta, penanusantara.com – Informasi palsu dan hoaks yang beredar di media sosial menjadi salah satu tantangan yang harus diselesaikan. Apalagi di era digitalisasi saat ini.

Hal ini juga menjadi perhatian dari pengurus dan murid di SMA Negeri 1 Tarumajaya Bekasi. Mereka mengadakan diskusi virtual melawan hoaks dengan tema “Gen Z Bebas Hoax” yang diadakan pada Selasa 12 Oktober 2021.

Read More

banner 300250

Dengan diskusi virtual ini, diharapkan para murid SMA Negeri 1 Tarumajaya Bekasi mampu menyaring beragam informasi dan mencegah penyebaran hoaks di media sosial.

Koordinator Pegiat Cek Fakta Liputan6.com, Karmin Winarta yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi virtual tersebut menyebutkan, saat ini semua individu adalah media yang bisa memproduksi dan menyebarkan informasi.

“Sayangnya, banyak diluar sana orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang menyebarkan informasi atau hoaks dengan tujuan tertentu,” ujar Karmin dalam diskusi virtual “Gen Z Bebas Hoax”, Selasa 12 Oktober 2021.

Menurut Karmin, dalam era digitalisasi saat ini, penting untuk memilih informasi, Oleh karena itu, perlu untuk melakukan verifikasi fakta pada suatu informasi, terutama pada Generasi Z yang sudah terbiasa menggunakan gadget.

Generasi Z, lanjut Karmin, diharapkan dapat menjadi agen perubahan melawan hoaks.  Menurutnya, Generasi Z harus mampu memilih informasi yang benar dan kredibel. Hal ini juga harus disertakan dengan tingkat literasi digital yang tinggi agar tidak tersesat pada informasi hoaks.

“Sehingga membuat Generasi Z lebih mudah menjadi agen perubahan untuk mengedukasi generasi sebelumnya agar tidak terpapar hoaks,” ucap Karmin.

Penulis: Geiska Vatikan Isdy/Liputan6

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *