Hadapi ANBK SDN Kelapa Lima Tidak Memiliki Ruang Leb dan Komputer

  • Whatsapp
Halaman Sekolah SDN Kelapa Lima

Kota Kupang, penanusantara.com – Pemerintah mengeluarkan aturan agar siswa kelas VI harus mengikuti ujian Assesment Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tetapi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kelapa Lima tidak memiliki ruang Lab dan Komputer.

Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kelapa Lima Naomi Bua, S.Pd menjelaskan, Pemerintah telah mengeluarkan aturan yang mengharuskan siswa kelas VI Sekolah Dasar untuk mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (ANBK) namun mereka tidak memiliki ruang Lab dan Komputer sebagai sarana dan prasarana ujian.

Read More

“Sudah dua tahun ini aturan pemerintah bahwa anak kelas VI wajib hukumnya mengikuti Assesment Nasional. Dimana anak-anak harus ujian menggunakan Komputer atau Laptop, sedangkan kita tidak punya ruangan Komputer. Dan untuk Komputer sendiri juga belum ada,” jelasnya, Jumat (04/11/2022).

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kelapa Lima sudah pernah membeli beberapa buah Komputer namun rusak akibat tidak memiliki ruang tersendiri sehingga bisa terjaga dengan baik.

Naomi mengatakan, tahun lalu mereka melakukan Assesment Nasional dengan menumpang di Sekolah tetangga yakni SMK Negeri 6 Kupang yang bersebelahan dengan SDN Kelapa Lima. Siswa yang mengikuti Assesment berkisar 30-35 orang.

“Tahun lalu kita mengikuti ujian Assesment juga kita tidak mandiri, kita menumpang karena kita kekurangan Komputer atau Laptop, sedangkan siswa yang harus mengikuti Assesment sekitar 30-35 orang,” kata Naomi.

Dia juga mengungkapkan, tahun ini SDN Kelapa Lima akan berupaya melaksanakan ujian Assesment Nasional secara mandiri dengan cara meminjam laptop orang tua dari siswa yang akan ujian. Hal tersebut telah didiskusikan bersama orang tua siswa saat rapat dan Laptop hanya digunakan saat siswa ujian saja.

Namun, siswa-siswi SDN Kelapa Lima memerlukan latihan terlebih dahulu sebelum ujian sehingga Kepala SDN mengambil kebijakan untuk meminjam laptop dari beberapa guru dan orang tua, tetapi ada juga yang menolak karena Laptop merupakan alat kerja Kantoran mereka.

“Ada juga yang memberi alasan mereka tidak bisa pinjamkan karena mereka bekerja dan Laptop itu ketika mereka masuk Kantor Laptop itu juga harus digunakan,” tutupnya

Laporan: Frengki Ladi

Komentar Anda?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *