Intimidasi Wartawan, Ketua SMSI Malaka Kutuk Tindakan Kades Raimatau

  • Whatsapp
Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Malaka
banner 468x60

Betun, penanusantara.com – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Malaka, mengecam intimidasi jurnalis yang dilakukan oleh Donatus Nahak Seran. Donatus Nahak Seran adalah kepala Desa Raimatau, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, NTT.

Dua jurnalis itu diantaranya, Dejan Seran dari media online penanusantara dan Yan Klau dari media online Orbitnews.

Read More

banner 300250

Kejadian ini terjadi pada pukul 13.30 wita, Jumat 20 Mei 2022 dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Desa Raimatus, Kecamatan Malaka Barat, Malaka.

“Tindakan Kades Donatus Nahak Seran itu, merupakan tindakan menghalang-halangi kerja-kerja jurnalistik yang dilindungi undang-undang,” kata Ketua SMSI Kabupaten Malaka, Sabtu 21 Mei 2022.

Meski demikian Oktavianus Seldy menyerankan, bagi publik atau pejabat siapapun yang menilai pemberitaan media massa tidak akurat atau ada kekeliruan dapat menempuh mekanisme yang diatur UU Pers.

“Yaitu menyampaikan hak jawab atau pelaporan kepada Dewan Pers,” tegas Okatavianus Seldy.

Atas kejadian tersebut, Ketua SMSI Kabupaten Malaka menyampaikan keprihatinan yang mendalam, dan mengutuk keras sebagai perilaku yang menghalang-halangi wartawan dalam menjalankan tugas profesinya untuk mencari berita.

Dalam menjalankan tugas profesinya wartawan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Atas nama apa pun, kekerasan tidak dapat dibenarkan sebagai tindakan melawan hukum. Untuk itu, SMSI Malaka menyampaikan sikap sebagai berikut:

1. Mengutuk tindakan penghalang-halangan terhadap tugas wartawan dan kekerasan pers yang menimpa 2 wartawan di Malaka. Tindakan kekerasan tersebut bertentangan dengan UU No 40 Tahun 1999 Tentang Pers, khususnya Pasal 3 Ayat 1, bahwa Pers Nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Lalu Pasal 4 Ayat 3, bahwa untuk menjamin Kemerdekaan Pers, dimana Pers Nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Kemudian Pasal 6 butir a, bahwa Pers Nasional melaksanakan peranannya, memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui.

2. Meminta kepada Kepala Desa Raimataus untuk segera meminta maaf secara terbuka kepada Insan Pers di Malaka khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

3. Mengimbau kepada warga masyarakat, terutama pejabat pemerintah dan aparat keamanan untuk membudayakan sikap mendahulukan dialog ketimbang kekerasan dalam hal apa pun.

4. Dalam waktu 2 kali 24 jam, jika Kepala Desa tidak meminta maaf secara terbuka kepada Insan Pers di Malaka khususnya, dan Indonesia pada umumnya, maka akan kita tempuh sesuai jalur hukum.

Kronologi Kejadian

Dejan Seran, selaku korban intimidasi dari Kepala Desa mengaku, saat itu hendak melakukan liputan di kantor Camat.

Sepulangnya dari kantor Camat, Kepala Desa Raimataus Donatus Nahak Seran, lansung menghadang dan mengancam serta mengeluarkan kata-kata kotor.

Donatus Nahak Seran saat mengancam Wartawan, meminta wartawan untuk berhati-hati karena dirinya masih menjabat Kepala Desa Raimataus selama 7 (tujuh) bulan.

 “Kamu kurang ajar, Saya masih menjabat tuju (7) bulan, jadi kamu mau kasih masuk saya di penjara, saya mau lihat ancamnya sambil teriak dan menunjuk jari di muka wartawan media penanusantara.com, Dejan Seran.

“Kamu wartawan baru kemarin, saya punya banyak teman wartawan  tapi tidak seperti kamu, kamu harus tau Kode Etik Jurnalistik, tunggu saja, saya akan laporkan  kamu,” ungkap Kades dengan nada tinggi.

Dijelaskan Dejan, Donatus Nahak Seran menghadang dan mengancam mereka itu dikarenakan saat itu mereka baru pulang dari kantor camat untuk mengklarafikasikan masalah pencoretan nama-nama aparat desa jelasnya.

Ditambahkan Dejan, Ia selama ini tidak ada urusan atau masalah dengan Kepala Desa, namun ia juga kaget bahkan takut saat kepala Desa menghadang dirinya bahkan mengancam.

“Saya tidak ada masalah, tapi kelapa Desa marah dan tunjuk-tunjuk di saya, apa lagi ancam masih menjabat 7 bulan, bisa saja suatu saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kepada saya,” tegas. (*pn)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *