Jadi Warga Desa Ngroto, Mahasiswa Faperta Undana Belajar Perkembangan Pertanian

  • Whatsapp
Para mahasiswa magang saat berjabat tangan bersama pemerintah Desa Ngroto
banner 468x60

Ngroto, penanusantara.com  – Peserta Mahasiswa magang Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana (Undana) kupang disambut oleh pemerintah Desa Ngroto, pada selasa (18/07/2017) pukul 10.30 wib.

Desa Ngroto atau sering disebut Desa Agrowisata budaya merupakan salah satu desa yang makmur, mandiri dan subur serta beradat. Desa ini masuk dalam  kecamatan Pujon, kabupaten Malang, Provinsi Jawa Barat.

Read More

banner 300250

Untuk perjalanan menuju Desa Ngorot harus menempuh jarak 60 KM dari pusat kota malang.

Rombongan mahasiswa magang Faperta Undana kupang yang tinggal di desa Ngroto sejumlah 35 orang yang terdiri dari  15 orang perempuan dan 20 orang laki-laki, ke 35 mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa program studi perlindungan tanaman dan manajemen sumber daya lahan.

Rombangan mahasiswa magang sebanyak 35 orang ini akan melaksanakan praktek di Klinik pertanian Swadaya mandiri dan beberapa kelompok tani yang ada di desa Ngroto kecamatan pujon kabupaten malang.

Kepala Desa Ngroto Prayogi, Sudrakman dalam sambutannya menyampaikan Selamat datang kepada mahasiswa dan mahasiswi Faperta Undana kupang yang sudah berkunjung ke desa ini.

Menurut kepala desa Sudrakman, Desa Ngroto ini biasa disebut sebagai desa Agrowisata budaya yang luasannya berkisar 328 hektar.

“Didesa kami ini memiliki tiga dusun dengan jumlah penduduk kurang lebihnya 4.609 yang terdiri dari 1.700 KK dan didesa kami ini memiliki 11 kelompok tani.” Kata prayogi lagi,” jelasnya

Tambahnya, “Perlu dikatahui bahwa desa ini mempunyai lahan pertanian yang luas dan sudah memiliki pasar sendiri, sehingga pemerintah kabupaten malang menamakan desa ini sebagai desa agrowisata,” tambah Sudrakman

- Peserta Mahasiswa magang Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana (Undana) kupang
Peserta Mahasiswa magang Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana (Undana) kupang

Harapan kepada para mahasiswa magang agar para mahasiswa dapat beradaptasi dengan warga sekitar dan pihaknya siap menerima para mahasiswa dan akan memberikan informasi mengenai perkembangan pertanian di desa ini.

Selain itu, menurut Sudrakman, Disini juga biasa membudidayakan tanaman holtikultara dan tanaman pangan serta tanaman  perkebunan. Luasan lahan yang dimiliki oleh petani tidak sampai hektar per orangnya, tapi memiliki hasil yang maksimal.

“Harapan saya bahwa semoga ilmu yang ade-ade punya bisa terapkan buat petani disini dan kami juga bisa menyampaikan bagaimana cara melakukannya. Karena kita disini saling belajar satu sama yang lain, sehingga ade-ade bisa tahu bagaimana cara memperoleh hasil yang maksimal. Dan kami juga tahu metode baru yang ade – ade dapatkan disaat kuliah,” jelas Sudrakman

Sementara itu, Konsultan pertanian Desa Ngroto dan sekaligus pemiliki klinik pertanian swadaya mandiri Muhamad M.Tosin menyampaikan bahwa tujuan mahasiswa magang yang berasal dari Undana datang disini adalah suatu hal yang sangat positif sehingga dirinya dengan senang hati akan mengtransferkan teori dan praktek yang dirinya ketahui kepada para mahasiswa.

“Satu bulan adalah waktu yang cukup untuk kita praktekkan sebagai pertanian yang organik. Karena kita akan belajar di klinik pertanian nantinya,” ujar Tosin

Muhamad  menambahkan, Intinya bahwa yang berhak untuk dirawat itu bukan hanya manusia saja, tetapi tanaman juga butuh klinik untuk perawatan hidupnya.

Hal yang senada juga disampaikan Pendamping rombongan magang Ahmad Adi bahwa yang lebih banyak tahu tentang pertanian itu adalah petani, jadi pihaknya harus lebih banyak bertanya kepada mereka.

“Yang perlindungan tanaman, tanya mengenai hama dan penyakit tanaman dan yang manajemen sumber daya lahan, tanya mengenai ilmu tanah. Sehingga bisa tahu perbedaan antara pertanian di pulau jawa timur dan pertanian di NTT, ” kata Adi

Nando Nahak adalah salah satu mahasiswa rombongan Faperta undana kupang kepada media ini menyampaikan bahwa ini merupakan apresiasi yang sangat luar biasa bagi pihaknya, karena kedatangan mereka disini diterima dengan cara yang informal dan resmi seperti ini dan siap mengikuti tata tertib desa serta menjaga etika kami disini.

Gordi Donofan, Pito Atu

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *