Jaga Kualitas, Petani Tulen Kakao di Desa Hokeng Jaya Berbagi Ilmu

  • Whatsapp
Damu Karang (64), Seorang petani tulen Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur
banner 468x60

Larantuka, penanusantara.com – Damu Karang (64), Seorang petani tulen Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur berbagi ilmu dan tips mengembangkan usaha tani bidang kakao.

Melalui beberapa kajian praktis, sosok yang kerap disapa Damu Karang menjelaskan bahwa, demi menjaga kualitas kakao, sangat diperlukan perawatan yang signifikan.

Read More

banner 300250

Kepada penanusantara.com, Ayah dari dua orang anak ini mengaku, salah satu yang dilakukan adalah pola peremajaan tanaman. Hal ini bertujuan untuk membentuk pohon baru di atas pohon lama sehingga dapat berbuah lebat.

“Sistim peremajaan itu sudah betul, maksudnya kita bentuk pohon baru sehingga cepat berbuah, caranya sambung sajah entres kakao muda pada tanaman induk,” katanya.

Hal berikut juga dijelaskan mengenai teknik sambung pucuk dari beberapa entres kakao unggul yang punya dampak pada mutu dan kualitas.

Dalam praktek yang berlangsung di kebun, terdapat dua cara jitu yaitu, sambung Pucuk dengan teknik mengupas kulit batang kakao muda dan teknik bela entres.

“Saya selalu gunakan teknik sambung pucuk dari beberapa entres kakao unggul jenis S2 dari sulawesi. Jenis ini sangat cocok di daerah kita, hasilnya lebih bagus dan untuk musim ini saya sudah panen empat kali dan kedepan panen lagi,” ungkapnya.

Selain itu, Ia mengatakan untuk mengatasi hama tidak menggunakan bahan kimia, mengingat butuh biaya cukup mahal. Alternatif yang dilakukannya ialah membakar buah dengan media obor, guna membunuh hama pada buah.

“Hama memang tetap ada, obat hama memang mahal jadi saya antisipasi sendiri. Jika mulai ada tanda-tanda hama, saya bakar buah kekao pakai obor sehingga hama tersebut mati,” jelas Damu.

“Yang berikut antisipasi saya lakukan dengan membersihkan daun disekitar pohon dan memangkas ranting-ranting, sehingga kena sinar matahari langsung, hama di tanah juga bisa mati,” tambahnya.

Meski latar belakang pendidikan Sekolah Dasar dan usia yg sudah lansia, tidak menghalangi kreatifitas dan pengetahuan beliau di dunia pertanian.

Terbukti dari pengalaman itu, beliau sering dikunjungi siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Wulanggitang, yang membutuhkan bimbingan praktek.

Hal lain juga disampaikan beliau bahwa akan sangat bisa memberi bimbingan ke petani lain, yang punya satu misi di dunia pertanian, khususnya bidang kakao.

“Terus terang saya bisa bimbing petani yang punya satu tujuan, sehingga kami juga bisa saling berbagi pengetahuan,” akuinya. (Paul Kabelen)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *