Jelang ETMC di Lembata, Asprov PSSI NTT Akui Persab Belu Utusan Askab Belu

  • Whatsapp
Ketua Askab PSSI Belu, Theodorus Djuang (kiri) dan Sekretaris Asprov Provinsi NTT Abdul Muis (kanan baju hijau)
banner 468x60

Atambua, penanusantara.com – Geliat sepak bola Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa bulan akan kembali semarak. Liga 3 ETMC direncanakan kembali digelar pada September 2022 mendatang.

Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Belu bersiap menghadapi Turnamen El Tari Memorial Cup atau ETMC tahun 2022 itu.

Read More

banner 300250

Turnamen yang merupakan Liga 3 Nusa Tenggara Timur itu akan berlangsung bulan September mendatang di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata.

Ketua Askab PSSI Belu, Theodorus Djuang, Kamis (28/7/2022) mengatakan, dalam rangka persiapan tim sepakbola yang dikenal sebagai Persab Belu itu, pihaknya akan melakukan seleksi terbuka dan pemusatan latihan (training center).

Meskipun selama beberapa waktu belakangan, Persab dan Askab Belu menjadi perbincangan hangat di tengahnya masyarakat Kabupaten Belu terutama dikalangan warga net, Theodorus Djuang, optimis Persab Belu akan berlaga di ETMC Lembata 2022.

Pihaknya saat ini sudah melakukan pemantauan dari beberapa event yang telah di gelar.

“Kita sudah pantau dari event LPI kemarin, sebetulnya dengan even dhalton cup juga tapi panitia tdk ada data identitas pemain yg jelas, Jadi sebagian besar kita sudah bersurat ke sekolah-sekolah utk mengirimkan pemain saat seleksi hari minggu nanti,” kata Djuang, politisi PDP ini.

Antusias sekolah juga begitu tinggi dalam tahapan ETMC 2022 ini.

“Respon sangat baik, kita bersurat sudah dengan nama pemain tapi sekolah malah minta supaya kalau bisa yang tidak ada nama juga ikut seleksi dan kami mengiyakan,” ujar Theodorus Djuang.

Ditanya soal Persab versi Pemerintah yang sementara melakukan seleksi pemain, dijelaskan Theodorus Djuang, pada prinsipnya ia menjaga posisi PSSI yang ada di Belu sehingga tidak keluar dari statuta.

“Karena kalau askab tidak aktif maka kita bisa kehilangan momentum pada event-event PSSI yang di selenggarakan ASPROV dan apa yg di lakukan oleh pihak sebelah itu menurut pemahaman mereka,” jelasnya

Ditambahkan Djuang, soal seleksi yang dilakukan Persab versi pemerintah itu terserah mereka, hanya pertanyaannya adalah yang memerintahkan mereke seleksi itu siapa? surat penegasan penyelenggaraan turnament mereka dapat dari siapa? kapan mereka di undang oleh Asprov untuk bicara agenda turnament-turnament?

Ia juga mengungkapkan bahwa jangan dikarenakan
sentiment politik dengan dirinya terus kembangkan yg aneh-aneh di hadapan bupati.

Diakui Theodorus Djuang, ia telah bertemu Bupati Belu berulang kali dan membicarakan soal pembangunan kabupaten Belu melalui sepak bola.

Terpisah, Sekjen Asprov PSSI NTT Abdul Muis saat diminta tanggapannya mengatakan, dualisme Persab Belu di Kabupaten Belu adalah masalah internal Askab Belu, sementara Asprov PSSI NTT tidak mencampuri terlalu jauh urusan internal Askab PSSI Belu.

Dijelaskan Abdul Muis, bagi Asprov PSSI NTT, yang sah mengikuti event PSSI adalah Persab Belu yang dalam hal ini Askab PSSI Kabupaten Belu itu sesuai regulasi dan keputusan PSSI pusat.

“Jadi sekali lagi yang berhak mengikuti event resmi PSSI itu adalah Askab Kabupaten Belu dalam hal ini Persab Belu, berdasarkan rekomendasi Askab PSSI Belu,” kata Abdul Muis.

Ditambahkan Muis, Persab Belu adalah Askab Belu, satu kesatuan, sehingga bagi Asprov PSSI NTT adalah yang ikut event resmi adalah anggota resmi PSSI dalam hal ini Askab PSSI Belu atau Persab Belu rekomendasi Askab PSSI Belu.

Pihaknya juga berharap agar Persab Belu, Askab dan pemerintah duduk bersama mengambil jalan terbaik, pasalnya dapat mengorbankan masa depan pemain sepak bola yakni masa depan belu ini, bagaimana pun ini ajang kompetensi generasi masa belu di event resmi PSSI. (*pn)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *