Kasus Ijazah “Aspal” Kades Babokerong, Kasat Reskrim Mengaku Banyak Kendala

  • Whatsapp
Ijazah Palsu ades Babokerong
banner 468x60

Kota Kupang, penanusantara.com – Sejak dilaporkan pada 16 November 2021 lalu dan diusut oleh Satreskrim Polres Lembata, kasus dugaan Pemalsuan Ijazah Palsu Kepala Desa Babokerong hingga saat ini belum jelas kelanjutannya.

Kordinator Forum Pemuda Peduli Rakyat (FPPR) Adnan Watan mempertanyakan perkembangan kasus yang ia laporkan ke Polres Lembata.

Read More

banner 300250

Ia meminta pihak Kepolisian Lembata segera menetapkan status tersangka dugaan Ijazah Palsu Kepala Desa Babokerong, Kecamatan Nagawutung Kabupaten Lembata Muhamad Sogen.

Hal itu disampaikan kordinator Forum FPPR kepada media ini, Jumat, 27 Mei 2022 melalui pesan Whatsapp.

Menurut Adnan, ia selaku pelapor sudah cukup memiliki bukti permulaan dalam laporan untuk polisi bekerja serta sudah memenuhui dua alat bukti sesuai KUHP Pasal 183 dan 184 yakni laporan pelapor dan alat bukti lainnya beruapa keterangan saksi maupun keterangan surat dalam bentuk copyan fisik Ijazah Paket A,B dan C serta surat klarifikasi dari PKBM Ristek Nusantara.

Untuk itu, dikatakan Adnan bahwa, pada tingkatan ini semestinya pihak polres Lembata sudah melakukan penahanan.

Diakui Adnan, Pihak Polres Lembata saat ini sudah memeriksa Lembaga terkait yaitu, PKBM Ristek Nusantara selaku Lembaga yang diduga mengeluarkan Ijazah Palsu Kades Babokerong.

Selain itu, diakui Adnan, Pihak Polres Lembata juga sudah memeriksa Saksi Ahli dalam penaganan masalah ini, namun sampai saat ini kasus itu diam.

“Dugaan kami, jangan sampai pihak kepolisian sudah kemasukan angin dan konspirasi bersama Kades Babokerong,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lembata IPTU John Mau Blegur yang dikonfirmasi sejak 25 Mei 2022 lalu dan baru merespon pada Kamis, 27 Mei 2022 mengaku pihaknya sementara mengalami kendala dan hambatan.

“Sy (saya.red) jelas kan, banyak kendala dan halangan yg (yang.red) perlu sy (saya.red) lewati, tdk (tidak.red) segampang yg (yang.red) rr pikirkan, tdk (tidak.red) semudah balik telapak tangan,, karna waktu dan jarak, makasih, ” jawab Blegur saat diminta tanggapannya melalui pesan Whatsapp.

Lebih Lanjut, Blegur saat ditanya soal alasan atau kendala yang dialami dirinya, namun tidak merespon.

Terungkap Ijazah Paket A dan B milik Kades Babaokerong Muhamad Sogen AS yang diduga palsu itu memiliki persamaan dengan Harrel Kapila dan Rokhman.

Persamaan Ijazah itu dibuktikan, berdasarkan hasil penelusuran ijazah paket A dengan nomor seri ijazah DN-PA0000073 yang digunakan Cakades Babokerong Muhamad Sogen AS di keluarkan oleh Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Ristek Nusantara di Cempaka Putih Jakarta Pusat melalui nomor seri ijazah terbaca nama orang lain yakni Harrel Kapila.

Sementara itu, ijazah paket B juga pada PKBM yang sama dengan nomor seri ijazah 0002684 terbaca atas nama Rokhman bukan Muhamad Sogen AS selaku Kades Babokerong terpilih sekarang.

Selain itu, pada Ijazah Paket C milik Muhamad Sogen di keluarkan pada tahun 2008 dan transkip nilainya pada tahun 2007 atas nama Muhamad Sogen AS yang di tandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lembata Payong Pukan Martinus dengan Nomor Induk Pegawai 131784979.

Diberitakan sebelumnya, Yayasan Ristek Nusantara Jaya menyatakan bahwa Ijazah yang digunakan Kepala Desa (Kades) Babaokerong terpilih Muhamad Sogen AS adalah Ijazah Palsu.

Demikian disampaikan Muhamad Ridwan Afandi, M.A selaku Wakil Kepala Kurikurulum PKBM Ristek Nusantara Jaya, Senin 27 Desember 2021 bahwa pihaknya sudah mengeluarkan Surat Pernyataan yang menerangkan soal Ijazah Paket A dan B Kades Babaokerong adalah Palsu, pasalnya yang bersangkutan tidak pernah terdaftar atau menjadi peserta didik Yayasan Ristek Nusantara Jaya.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyampaikan soal Ijazah palsu Kades Babaokerong terpilih Muhamad Sogen AS kepada pihak kepolisan yang melalakukan konfirmasi kepada Yayasan Ristek Nusantara Jaya.

Ia menyebut Dalam Surat Pernyataan itu, Ketua Yayasan Ristek Nusantara Jaya Nur Khasanah menyatakan beberapa poin diantaranya :

1. Muhamad Sogen As yang dimaksud dalam Surat Permohonan Forum Peduli Lembata nomor : 03/FPL/LBT/XI/2021 memang bukanlah salah satu alumni atau peserta didik aktif PKBM Ristek Nusantara Jaya

2. Lembaga PKBM Ristek Nusantara Jaya tidak pernah mengeluarkan ijazah atas nama Muhamad Sogen AS pada tahun 1999 untuk paket A dan 2004 untuk paket B karena Lembaga dirintis mulai tahun 2010

3. Ijazah yang terlampir dalam surat permohonan Forum Peduli Lembata nomor : 03/FPL/LBT/XI/2021 atas nama Muhamad Sogen AS adalah Ilegal karena nomor Ijazah atas nama yang bersangkutan untuk paket A dan B tercatat atas peserta didik atas nama Harrel Kapri dan Fanda Devita Arsya

(*pn)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *