Konas Perempuan GMKI dan Deklarasi Kabupaten Layak Anak, Praing : Ini Strategi Penting Pemda Sumba Timur

  • Whatsapp
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Ibu I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga bersama Ketua DPRD Provinsi NTT Emelia Julia Nomleni, mengunjungi Sumba Timur
banner 468x60

Waingapu, penanusantara.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Ibu I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga bersama Ketua DPRD Provinsi NTT Emelia Julia Nomleni, mengunjungi Sumba Timur dalam rangka pembukaan kegiatan Konsultasi Nasional Perempuan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan mensukseskan Deklarasi Kabupaten Sumba Timur Menuju Kabupaten Layak Anak, Kamis 25 November 2021 lalu.

Kehadiran ibu menteri dan Ibu ketua DPRD Propinsi NTT beserta rombongan disambut oleh Bupati Sumba Timur dan Ibu Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Sumba Timur dengan prosesi tarian adat sumba Timur dan pasukan berkuda dihalaman gedung Umbu Hapu Mbai.

Read More

banner 300250

Dalam sambutannya, Bupati Sumba Timur Khirstofel Praing, menyampaikan, beberapa strategi penting yang diambil oleh pemerintah kabupaten Sumba Timur untuk mewujudkan kabupaten layak anak, yaitu :

1.Mengutamakan pemenuhan hak anak yakni upaya mengintegrasikan pemenuhan hak dasar anak dalam penyusunan perundang-undangan, kebijakan dan program, mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi.

2.Penguatan kelembagaan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dengan melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat, dan dunia usaha secara proaktif dalam upaya pemenuhan hak anak yang dilakukan melalui advokasi, sosialisasi dan fasilitasi dibidang ketenagaan, anggaran, sarana, prasarana, metode teknologi.

3. Membangun jaringan, membangun kerja sama dan komitmen operasional kebijakan Kabupaten Layak Anak. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur sudah menjalin kerja sama dengan lebih dari 20 Lembaga Swadaya Masyarakat dan dunia usaha untuk pemenuhan hak-hak anak.

“Terkait upaya percepatan yang sedang kami gerakkan saat ini, saya menegaskan kepada seluruh camat agar mau dan mampu memfasilitasi seluruh kepala desa untuk sesegera mungkin membuat peraturan desa tentang perlindungan anak dan perempuan, membentuk forum anak dan ruang bermain ramah anak serta membentuk PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat). Dan untuk membuktikan keseriusan kami dalam mengejar Kabupaten Sumba Timur menjadi Kabupaten Layak Anak, maka pada tanggal 25 November 2021,  saya mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, media massa, dunia usaha, dan pihak lembaga peduli anak lainnya untuk bersinergi dan memperkuat komitmen mewujudkan Kabupaten Sumba Timur menuju Kabupaten Layak Anak. Sebagai wujud komitmen kita, saya mengajak kita sekalian untuk bersama-sama menandatangani komitmen deklarasi terwujudnya Sumba Timur Menuju Kabupaten Layak Anak,” ungkapnya.

Sementara itu ketua Tim PKK kabupaten Sumba Timur Merliyati Simanjuntak, menyampaikan tujuan dasar dari diadakannya kegiatan ini guna meningkatkan kesadaran penuh masyarakat setempat tentang pentingnya mengedepankan hak-hak perempuan dan anak di Sumba Timur.

Dalam kesempatan itu pula, Ketua GMKI pusat dengan penuh semangat menyuarakan aspirasi kepada semua pihak untuk turut berkerjasama dalam menumpas kekerasan yang terjadi pada perempuan maupun anak. Ia menuturkan keprihatinannya terhadap lonjakan angka kekerasan terhadap perempuan dan berusaha memberikan solusi agar mata rantai kejahatan tersebut bisa segera diputuskan.

Tak luput dari perhatian juga, ibu Mentri PPPA berkesempatan untuk memberikan sambutan berupa petuah dan apresiasinya terhadap kegiatan ini.

“Limpah terima kasih saya ucapkan kepada Bupati Sumba Timur dan seluruh masyarakat Sumba Timur yang telah mendukung penuh pelaksanaan Konsultasi Nasional Perempuan ini,” katanya.

Ia pun menambahkan bahwa pada hakikatnya perempuan dan anak merupakan sumber daya manusia yang sangat penting bagi bangsa. Banyak potensi-potensi yang belum bisa berkerja sebagai mana mestinya. Realitanya, perempuan pada saat ini masih dikategorikan sebagai kelompok” rentan” yang posisinya dianggap lebih rendah dari kaum laki-laki.

Ditambahkan, I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga, Banyak kesenjangan gender dan juga maraknya kasus kekerasan yang terjadi pada perempuan menimbulkan keterbelakangan terhadap hak-hak dasar perempuan sebagai mahluk yang setara atau bisa dikatakan sebagai mahluk yang merdeka.

Ia pun berharap agar kegiatan ini dimaknai bukan hanya sekedar sebagai kegiatan seremonial saja, melainkan lebih kepada implementasi nyata yang nantinya bisa terwujudkan. (*tms)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *