Kunker ke Lasiolat, Taolin Saksikan Penyerahan SPAM Wefia

  • Whatsapp
Bupati Belu, Taolin Agustinus saat memberikan sambutan
banner 468x60

Atambua, penanusantara.com – Bupati Belu, Taolin Agustinus, didampingi Camat Lasiolat, Stef Don Peira menyaksikan penyerahan berita acara kesepakatan bersama pengelolaan Sistim Penyediaan Air Minum (SPAM) Wefia dari Kepala Desa Lasiolat, Siprianus Bele, kepada Pjs. Direktur PDAM Belu, Fridolinus Siribein bertempat di lokasi sumber mata air Wefia Desa Lasiolat, Kecamatan Lasiolat, Senin (25/10/2021) lalu.

Penyerahan SPAM Wefia ini bertujuan agar dapat dikelola secara professional oleh PDAM Belu demi pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat Desa Lasiolat dan sekitarnya.

Read More

banner 300250

Bupati Belu dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih atas kerja keras masyarakat Desa Lasiolat dalam membangun dan merawat SPAM Wefia.

Lanjut Bupati Belu, sumber air yang telah dititipkan Tuhan kepada kita sepatutnya dijaga dan dimanfaatkan secara baik, adil dan merata untuk dinikmati oleh banyak orang.

Lebih lanjut Bupati Belu, Agus Taolin menyampaikan agar SPAM yang terdapat dimasing-masing desa dapat dikelola secara mandiri oleh desa melalui BUMDes sehingga dapat meningkatkan pendapatan bagi Desa.

“Saya dengar bahwa SPAM Wefia ini diserahkan kepada PDAM karena biaya operasional yang tinggi. Hal ini harus kita duduk bersama untuk bicarakan sehingga kedepan desa harus mampu kelola, baik itu biaya untuk pengelolaannya maupun hasilnya nanti,” ujar Bupati Belu.

Agus Taolin juga menyampaikan bahwa rumah tangga yang sehat salah satunya harus adanya air bersih yang cukup, dan dengan adanya air bersih juga dapat mencegah stunting, selain itu tentu salah satu faktor dengan pemberian makanan tambahan yang bergizi.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Belu juga kembali mengingatkan kepada Camat, Kepala Desa, dan masyarakat petani bahwa saat ini telah memasuki Musim Tanam I sehingga segera menyiapkan lahan-lahan yang akan dikelola bekerjasama dengan Dinas Pertanian.

Terkait BUMDes, Bupati Belu menyampaikan bahwa kedepannya akan diperhatikan secara serius BUMDes unggulan dengan komoditi asli unggulan desa dengan kualitas terbaik dan berbeda dengan tempat lain.

“Silahkan menciptakan suatu unggulan yang ketika orang mengkonsumsinya ataupun menggunakannya langsung tahu bahwa ini milik Lasiolat,” jelas dr. Agus Taolin.

Kepala Desa Lasiolat, Siprianus Bele, dalam kesempatan tersebut melaporkan bahwa SPAM Wefia dikerjakan pada tahun 2019 oleh PK-PAM Provinsi NTT dan kemudian diserahkan kepada Pemerintah Desa.

Lanjutnya, dalam pengelolaan SPAM Wefia terdapat banyak kendala yang dihadapi baik secara manajemen maupun secara teknis sehingga melalui Musyawarah Desa disepakati untuk bekerjasama dengan lembaga yang lebih professional yaitu PDAM Belu.

Sipri Bele juga menyampaikan bahwa saat ini masyarakat yang memiliki sambungan rumah atau meteran air sebanyak 167 SR yang terdiri dari Dusun Duamane I sebanyak 71 SR, Dusun Wefia sebanyak 65 SR dan Dusun Duamane II sebanyak 28 SR. Sambungan Rumah (SR) yang menggunakan SPAM Wefia sebanyak 136 SR dengan rincian Dusun Duamane I sebanyak 71 SR dan Dusun Wefia sebanyak 65 SR.

Untuk diketahui, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan dialog bersama masyarakat guna menyerap aspirasi, masukan maupun kritik guna mewujudkan masyarakat Belu yang sehat, berkarakter dan kompetitif.

Turut Hadir dalam kesempatan tersebut, Para Pimpinan OPD, Kapolsek Lasiolat, Danramil Haekesak, Para Kepala Desa se-Kecamatan Lasiolat, Ketua TP PKK Kecamatan Lasiolat, Para Kepala Sekolah, Tokoh Agama serta Tokoh Adat. (prokompimbelu)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *