Lagi, Likurai Belu Go International, Tampil di Jerman

  • Whatsapp
IBUIBU BELU bersama kreografer ternama Indonesia, Eko Supriyanto
banner 468x60

Atambua, penanusantara.com – Penari sekaligus kreografer ternama Indonesia, Eko Supriyanto mengeksplorasi lagi tarian dan ritual khas Indonesia dari Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, wilayah Perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Tarian Likurai kontemporer yang diberi nama IBUIBU BELU ini dibawakan enam penari asal Kabupaten Belu dengan kreografer Eko Supriyanto. mereka diantaaranya, Marlince Ratu Dabo, Feliciana Soares, Angela Leki, Yunita Dahu, Adriyani Sindi, Manisa Hale dan Evie Anika Novita Nalle.

Read More

banner 300250

Sebelumnya pada tahun 2020, tarian ini pertama kali dipentaskan di Salihara, Jakarta dan dilanjutkan di Yokohama Jepang, dan tahun ini dipentaskan di Jerman.

Besar harapan mereka, seperti yang disampaikan salah satu penari asal Belu Marlince Ratu Dabo bahwa untuk mendapatkan doa restu dari seluruh masyarakat Belu dan juga Indonesia, pasalnya kehadiran mereka di Jerman bukan saja mengatasnamakan Kabupaten Belu melainkan Indonesia secara umum

“Harapan kami tentu saja besar harapan kami untuk kami mendapatkan doa restu dari seluruh masyarakat kabupaten belu dan juga masyarakat seluruh Indonesia, karena di sini kami bukan saja membawa nama Kabupaten Belu tetapi juga membawa nama Indonesia,” harapnya.

Selain itu, pihaknya juga memiliki harapan bahwa usai pentas, tidak saja selesai di saat itu melainkan bisa membuat sesuatu yang lebih untuk Kabupaten Belu dan Indonesia.

“Kami juga mempunyai harapan besar bahwa ketika kami selesai pentas, tidak selesai di pentas kami, tetapi kami bisa membuat sesuatu yang lebih untuk kabupaten belu dan Indonesia,” jelas Riny melalui sambungan telepon, Kamis, 21 Oktober 2021 kemarin.

Ia juga menambahkan bukan hanya itu saja harapan pihaknya namun juga sebagai anak-anak muda di jaman milenial seperti sekarang kami berharap semoga ada anak-anak muda lainnya yang bergerak seperti mereka.

“Kareka kami tau di jaman moderen seperti sekarang ini untuk menari tarian likurai, untuk melestarikan budaya itu sudah sangat minim dan kami berharap bawah generasi muda tidak putus sampai di saat-saat ini tetapi tarian likurai, tenun daerah, lagu daerah kabupaten belu bisa terus melestarikan apa yang baik ini dan juga terus melesaltarikan apa yang sudah diwarisakan oleh leluhur-leluhur kita dari zaman dahulu,” tegasnya seraya berharap. (pn)

Sebelumnya berita ini sudah dipublikasikan melalui media alvanews.id pada Tanggal 23 Oktober 2021

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *