Menciptakan Iklim dan Budaya Sekolah yang Kondusif Guna Meningkatkan Mutu Pendidikan

  • Whatsapp
kepala Sekolah Dasar Inpres Oebufu Irma Charmi Christina Boimau, S.Pd
banner 468x60

Kota Kupang, penanusantara.com – Iklim sekolah yang biasa menggambarkan kualitas sekolah yang bisa diserap oleh Guru, Pegawai, dan Siswa yang dapat mempengaruhi perilakunya.

Sekolah Dasar Inpres Oebufu yang berada di Jalan Dua Lontar, Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu sekolah di Kota Kupang yang membangun iklim positif guna meningkatkan mutu pendidikan.

Dengan terciptanya iklim dan budaya sekolah yang baik, siswa, guru, dan pegawai akan merasa senang dan nyaman terhadap sekolahnya yang memberinya suasana yang positif pula.

Menurut Kepala Sekolah Dasar Inpres Oebufu Irma Charmi Christina Boimau, S.Pd, untuk meningkat iklim dan budaya sekolah guna meningkatkan mutu pendidikan harus menegakkan aturan.

“Yang pertama aturan. Karena siswa dia taat aturan dan disiplin sekolah otomatis dengan sendirinya dia punya watak, karakter, dan kedisiplinan sudah terbentuk,” ujar Irma, Kamis (3/11/2022).

Aturan yang dibentuk bukan saja berlaku pada siswa namun juga guru sebagai pendidik dimana guru perlu menaati jam masuk kelas dan jam dimana siswa harus menerima pelajaran.

“Itu juga berpengaruh pada proses belajar mengajar di sekolah. Sehingga kami tepat jam 7 pagi kami sudah harus Apel pagi dan selesai apel dia sudah harus tertib di dalam kelas untuk menerima pelajaran,” kata Irma.

Selain itu, Irma menjelaskan bawah Sekolah Dasar Inpres Oebufu memiliki kelompok guru yang membahas seputar masalah yang ditemukan guru saat kegiatan belajar mengajar (KBM).

Dalam kelompok tersebut juga, guru-guru saling memberi masukan sehingga dapat memperoleh jalan keluar dari persoalan yang dihadapi. Kelompok tersebut juga dibangun untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan dari SDI Oebufu.

“Kami ada kelompok kerja guru, sehingga kita membahas semua kesulitan-kesulitan yang dialami guru kita bahas dalam kelompok kerja guru, dan ada masukan-masukan dari teman-teman guru sehingga kesulitan yang dihadapi bisa dapat jalan keluar dan solusinya, sehingga dengan demikian masalah tersebut bisa membuat kami membenahi diri demi peningkatan mutu sekolah ini,” jelasnya.

Irma mengatakan, dalam peningkatan mutu pendidikan guru harus memberi contoh dan teladan yang baik bagi siswa salah satunya menyapa siswa yang ditemui sehingga saat siswa sadar bahwa dia lupa memberi sapaan.

Selain itu, Irma mengatakan, semua guru dan pegawai dilarang untuk melakukan kekerasan fisik dan verbal.

“Saya melarang keras guru disini untuk tidak melakukan kekerasan baik fisik maupun verbal,” tutupnya

Laporan : Frengki Ladi

Komentar Anda?

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *