Menjaga Standar Mutu, Prodi PJKR UKAW Jalani Audit Mutu Internal

  • Whatsapp
Prodi PJKR UKAW Jalani Audit Mutu Internal
banner 468x60

Kota Kupang, penanusantara.com – Sebagai penyelenggara pendidikan tinggi, sebuah unit kerja wajib melakukan Audit Mutu Internal (AMI) guna memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan oleh Kemendikbud Ristek nomor 4 tahun 2020.

Menindaklanjuti amanah negara tersebut, Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) melaksanakan AMI pada (7-8/12/2021) sebagaimana tercantum dalam surat Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Andreas I. Medah, bernomor 88/LPMT-UKAW/P.10/XII 2021, pada Jumat (3/12/2021).

Read More

banner 300250

Program studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) yang merupakan salah satu satuan kerja di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melaksanakan AMI pada Jumat (10/12/2021) bersama Prodi Ilmu Pendidikan Teologi, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, dan Prodi Pendidikan Biologi.

Auditor yang bertugas di satuan kerja FKIP ialah Melkianus Nuhamara yang juga sebagai Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat UKAW dan Yuda D. Hawu Haba, staf pada Fakultas Teologi UKAW. Kehadiran tim auditor universitas ini disambut baik oleh Wakil Dekan 1 FKIP yang juga sebagai Plh. Ka. Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Anggreini D. N. Rupidara di lobi fakultas.

Hadir pada saat itu, Wakil Dekan 2, Eltina A. Maromon, Wakil Dekan 3, M. Rambu P. Wasak, Ka. Prodi IPT, Martinus Metboki, Ka. Prodi Pend. Biologi, Fransina Th. Nomleni, Ka. Prodi PJKR, Jusuf Blegur, Ka. Lab. Bahasa Inggris, Tiarma Marpaung, dan sejumlah dosen dan pegawai lainnya. Termasuk Norci Beeh, Erni S. N. Hambandima, Alfriani Ndadara, Zuvyati A. Tlonaen, Daniel F. Kemengko, Alfred Snae, dan Dewi R. N. Rawambaku.

Ka. Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Anggreini menyampaikan bahwa FKIP antusias menyambut kehadiran tim auditor untuk melaksanakan audit. Lanjutnya, proses audit ini diharapkan dapat membantu para Ka. Prodi dalam mempersiapkan dokumen-dokumen penting guna menyambut audit eksternal (akreditasi) mendatang yang dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Nasional.

“Hasil audit nantinya kami bisa dapatkan sehingga ke depan ditindaklanjuti dalam bentuk perbaikan-perbaikan melalui program kerja maupun dalam program lainnya, sehingga setiap temuan audit dapat terjawab pada tahun-tahun yang akan datang,” papar Alumnus Silliman University tersebut.

Dari hasil audit, tim Warta PJKR merekam ada sejumlah data yang perlu diperbaiki oleh Prodi PJKR. Termasuk pengembangan sumber daya dengan mendorong peningkatan jabatan fungsional baik dari tenaga pengajar ke asisten ahli, dari asisten ahli ke lektor, dan dari lektor ke lektor kepala. Data menjelaskan persentase dosen dengan fungsional tenaga pengajar dan AA masih tinggi (55,55%).

Selain itu, meningkatkan jumlah dosen tersertifikasi, karena dosen tersertifikasi pun masih terbatas (38,88%). Padahal kedua hal tersebut krusial dalam instrumen akreditasi eksternal. Dukungan kepada para dosen untuk menempuh pendidikan doktoral menggunakan dana eksternal maupun internal juga menjadi isu yang alot diperbincangkan dalam sesi audit. Juga ditekankan, meningkatkan publikasi ilmiah dosen pada jurnal nasional terakreditasi dan internasional bereputasi.

Dari aspek kemahasiswaan, auditor juga menyoroti waktu wisuda mahasiswa. Harapannya waktu wisuda mahasiswa ada pada kisaran 7-9 semester. Terakhir yang sempat terekam jelas tim Warta PJKR ialah memfasilitasi angka pasrtisipasi mahasiswa dalam pengembangan soft skills maupun social skills.

Upaya menjamin mutu butuh dukungan dan kerjasama semua pihak. Pun demikian, masih 61,11% dosen yang berkerjasama baik melaporkan dokumen AMI. Mereka termasuk Andreas J. F. Lumba, M. Rambu P. Wasak, David Loba, Jusuf Blegur, Julian J. Leko, Yahya J. Palinata, Alventur Baun, Andry Sinlaeloe, Isak Riwu Rohi, dan Christin P. M. Rajagukguk. Dengan demikian, masih ada 38,88% dosen yang belum sempat melaporkan data karena kesibukan lainnya.

Terkait hal ini, Jusuf, selaku Ka. Prodi PJKR menyampaikan bahwa sebenarnya semua dosen telah menjalan standar yang ditetapkan dalam instrumen AMI, namun karena informasi yang singkat dari LPM ke Prodi (3/12/2021) dan dari Prodi ke rekan-rekan dosen (6/12/2021), sehingga hanya 38,88%  dosen yang sigap merespon dengan megirimkan dokumen via WhatsApp maupun google drive.

“Kami telah berupaya mencanangkan program yang mendorong pemberdayaan dan pengembangan dosen maupun mahasiswa. Beberapa di antaranya, tahun anggaran 2022, Prodi telah memprogram pelatihan Pekerti bagi dosen belum tersertifikasi, kursus bahasa Inggris, kursus pelatih, wasit, maupun instruktur berlisensi serta insentif hak cipta. Sedangkan untuk mahasiswa, ada program penulisan berita olahraga maupun melaksanakan pelatihan menulis artikel jurnal. Kita harap ini dapat direalisasi di tahun depan,” tutup Jusuf.

Prodi PJKR sendiri akan berakhir masa akreditasinya pada 9/1/2023 mendatang. Melalui AMI, harapanya Prodi lebih dini melakukan persiapan sekaligus menganalisis standar mana yang sudah “aman”, dan standar mana yang masih perlu diperbaiki sehingga dapat dirumuskan dalam program kerja. (*pn)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *