Miras dan Rokok Bebas Terjual, SMPN 16 Kupang Lakukan Upaya Kenakalan Remaja

  • Whatsapp
Kepala SMPN 16 Kupang Johanes Suni, S.Pd, M.Pd
banner 468x60

Kota Kupang, penanusatara.com – Kasus kenakalan remaja karena Miras dan Rokok semakin mengawatirkan. Sekolah sebagai tempat belajar siswa juga berusaha mencari solusi mencegah tingginya kasus kenakalan remaja-remaja tersebut agar tidak masuk ke lingkungan sekolah.

Untuk melakukan pencegahan kenakalan remaja mesti dilakukan berbagai pihak mulai dari Sekolah, Masyarakat, dan orang tua.

SMPN 16 Kupang yang berlokasi di Jalan Supul Raya, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, menjadi salah satu sekolah yang rawan menjadi tempat berkumpulnya remaja untuk minum-minuman keras dan rokok, terlebih di awal pandemi saat sekolah Online.

Kepala SMPN 16 Kupang Johanes Suni, S.Pd, M.Pd mengatakan, awal masuk sebagai kepala sekolah pada tahun 2021 lalu, dirinya melihat SMP 16 Kupang terbuka tanpa pengaman dan penjaga Sekolah tidak tinggal di Sekolah. Pagar di belakang Sekolah juga rusak parah.

“Datang saya lihat kondisi seperti itu, maka kami patungan buat rumah penjaga sekolah,” kata Johanes pada media ini saat di temui di ruang kerjanya, Rabu (9/11/2022).

Dirinya mengaku, sebelum ada upaya penjagaan dan penutupan tembok yang rusak, sekolah dijadikan tempat berekreasi gelap di malam hari.

Johanes mengaku, pernah melihat dan mendengar laporan penjaga serta masyarakat bahwa Sekolah tersebut dijadikan sebagai tempat minum mabuk segerombolan remaja laki-laki maupun perempuan.

“Ada segerombolan remaja mereka biasa datang disini, mereka datang bawa pacar disini dan bersenang-senang di sini. Akhirnya saya suruh larang,” jelasnya.

Sekalipun remaja itu komplain karena tempat biasa mereka kumpul, dirinya memaksa harus dilarang atas perintahnya sebagai kepala sekolah baru.

Menurutnya, yang menggunakan lingkungan sekolah sebagai tempat kumpul kebanyakan dari masyarakat sekitar Sekolah yang merupakan remaja.

Setelah melihat dan mendengar aduan masyarakat dan penjaga Sekolah awal menjabat, Kepala SMP 16 Kupang itu langsung menghentikan itu dengan memperbaiki pagar sekolah, pintu dan membangun rumah bagi penjaga Sekolah. Pagar Sekolah yang roboh ditutupi dengan seng untuk sementara waktu.
Untuk siswa, sekolah mampu untuk mencegah kenakalan remaja. Karena setiap waktu kelas selalu dipantau guru. Selain itu, selalu apel pagi dan memberikan arahan serta himbauan ke murid.

Saat ini kenakalan remaja makin meningkat. Miras dan Rokok tidak luput dari remaja yang masih di bangku sekolah menengah pertama atau SMP.
Mencegah kenakalan remaja masuk di lingkungan sekolah yang dapat mempengaruhi siswa-siswi, Kepala SMPN 16 Kupang berkolaborasi dengan guru-guru, para wali kelas, orang tua murid, dan aparat setempat agar selalu memantau dan memberikan himbauan ke murid dan masyarakat sekitar terutama remaja.

Johanes menuturkan, Sekolah akan mengembalikan siswa ke orang tua jika telah melakukan pelanggaran. Setiap pelanggaran yang dibuat siswa akan diberi nilai, jika nilai pelanggaran sudah mencapai 200 maka akan langsung di keluarkan dari Sekolah. Namun, jika perbuatan kriminal siswa akan langsung dikeluarkan tanpa kompromi.

“Kita ada sangsi, setiap pelanggaran akan ada nilainya. Diakumulasi sampai dua ratus dengan sendirinya kita kembalikan ke orang tua. Karena sudah ada kesepakatan dengan orang tua,” tutur Johanes.

Kepala SMPN 16 Kupang telah memberikan himbauan ke masyarakat saat penerimaan rapot dan memberitahukan ke Lurah-Lurah sekitar agar menghimbau masyarakat tidak menjadikan lingkungan sekolah sebagai tempat nongkrong dan mabuk-mabukan di malam hari.

“Sudah hampir satu tahun ini tidak ada lagi orang luar yang malam-malam datang sini, karena lampu semua terang, lalu ada penjaga sekolah. Kalau ada saya bilang tidak usah marah suruh dia pulang, kalau dia tidak mau telefon saya (Kepsek), saya ajak dia. Kalau masih tidak mau kita panggil Polisi amankan saja,” tutupnya.

Laporan: Frengki Ladi

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *