Musda Forkoma PMKRI NTT, Kristo Efi : 3 Benang Merah Jadi Spirit Utama

  • Whatsapp
Kristoforus Efi
banner 468x60

Atambua, penanusantara.com – Semeninggalnya, Ketua Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) PMKRI NTT Deno Kamelus menuju keabadian pada Selasa, 6 April 2021 lalu. Forkoma PMKRI NTT akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) yang akan dihelat pada akhir Juni nanti.

Sederet nama Alumni PMKRI telah dijaogkan untuk memimpin Forkoma PMKRI NTT diantaranya Emanuel Melkiades Laka Lena, Paulus S. K. Limu, Angelius Wake Kako dan juga Patman Werang.

Read More

banner 300250

Berbeda dengan Kristoforus Efi yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Forkoma PMKRI NTT, Kristo sapaan karibnya lebih memilih diam meskipun secara pribadi Kristo bersedia mencalonkan diri pada Musda yang berlangsung nanti.

Bagi Kristo, Musda kali ini adalah proses kegiatan yang bersifat normatif untuk mengantikan Ketua, hal itu dikarenakan Mantan Bupati Manggarai Deno Kamelus meninggal dunia sehingga perlu pengisian.

Menurutnya, Musda yang digelar nanti, tetap menjadikan tiga benang merah sebagai spirit utama yang akan membingkai proses ini.

“Secara pribadi, Musda ini istilahnya proses kegiatan yang sifatnya normatif untuk mengantikan Ketua, kebetulan ketua kita Almarhum Deno Kamelus sudah meninggal dunia sehingga perlu pengisian, kita akan melakukan musyawarah dengan tetap menjadikan tiga benang merah sebagai spirit utama yang akan membingkai proses ini, sehingga setiap alumni bisa maju untuk mengurus Forkoma NTT,” ujar Ketua DPD Golkar TTU ini, Kamis, 17 Juni 2021.

Kristo menyebut siapa pun yang dipilih dan dipercayakan sebagai Ketua Forkoma nanti pentingnya pentingnya adalah bermusyawarah agar Forkoma ke depan konsolidasi harus jauh lebih mantap.

“Secara Pribadi saya bersedia tapi tentunya ada mekanisme-mekanisme yang harus dilalui di dalam musyawarah ini yang paling penting adalah kita pasti mengutamakan musyawarah untuk mufakat,” katanya.

Meskipun sudah bersedia, namun sampai saat ini Kristo tidak melakukan komunikasi-komunikasi, prinsipnya sejak tahun kemarin telah keliling beberapa Forkoma baik itu di Flores dan daratan Timor dalam rangka melakukan komunikasi dan silahturahmi.

“Jadi Forkoma ini penekanannya komunikasi dan Silahturahmi jadi sampai sejauh ini saya tidak pernah melakukan komunikasi yang sifatnya formal, saya menunggu pada saat Musda di akhir bulan ini, akan mengikuti Musda ini secara baik kalau ada usulan dan dukungan untuk saya tentunya saya berterima kasih dan apresiasi, kami akan membangun komunikasi diantara kami alumni untuk bersepakat, kira-kira siapa yang layak dan pantas menahkodai NTT selama 3 tahun ke depan,” jelas Kristo

Belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, dalam Musda kali ini, menurut Kristo lebih mengutamakan Refleksi sejak perjalanan Forkoma selama ini, selama 3 tahun ke depan.

“Fokus kita pada pembenahan organisasi ke dalam dan melakukan konsolidasi Forkoma di tingkat kabupaten kota yang ada di NTT dalam rangka untuk penguatan internal,” sambungnya.

Penguatan internal, dijelaskan Kristo adalah itu database anggota Forkoma PMKRI, selain itu juga bagaimana membangun sinergitas antara anggota supaya kekompakan itu bisa solid setelah itu berupaya membangun sinergitas bersama kelompok-kelompok di luar Forkoma untuk bersama bersinergi membangun daerah ini.

Hal yang sama dikatakan Kristo bahwa Musda kali ini, Ketua bukan tujuan tapi bagaimana bersama-sama menyamakan persepsi, siapa pun yang ketua, tinggal menjalankan amanah yang diputuskan dalam Musda.

“Tujuan utama kita Refleksi tentang perjalanan FORKOMA selama beberapa tahun ini, terus kita melakukan koreksi dan memutuskan untuk melakukan pembenhan-pembenahan ke dalam,” ucap Ketua HIPMI Kabupaten TTU ini.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya, Ketua Panitia Musda FORKOMA PMKRI NTT, Agustinus Budi Utomo Gilo Roma melalui pesan whatsapp, Rabu, 16 Juni 2021 mengatakan, Forkoma sebagai Rumah Besar Alumni PMKRI se Indonesia dan di NTT sebagai Rumah Bersama Alumni PMKRI di NTT yang Lahir dari Berbagai Cabang.

Dijelaskan Roma, Untuk menentukan langkah dan arah Gerak Roda Organisasi kedepan ada beberapa point penting yang akan dibahas menentukan langkah strategis organisasi dari berbagai macam sektor khususnya membangun kesadaran kolektif dalam rangkah menyiapkan gagasan bagaimana membangun NTT dari sudut pandang pemberdayaan ekonomi.

Hal lain yang sama yang akan di bahas adalah Membangun NTT dari sudut pandang politik dan Hukum serta Membangun NTT dari sudut pandang Literasi dan Karya Ilmiah bagi Alumni-alumninya. (pito)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *