Nandi dan Nini Disebut “Bapak dan Mama Rakyat”, Pertama kali DPRD Reses di Asu Ulun

  • Whatsapp
DPRD NTT Bernardinus Taek dan DPRD Belu Nini Wendelina Atok
banner 468x60

Atambua, penanusantara.com – Masyarakat di Asu Ulun, Keluruhan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu, Sabtu (9/7/2022) akhirnya merasa puas dan senang atas kehadiran anggota DPRD NTT Bernardinus Taek dan Nini Wendelina Atok.

Hadirnya Nandi dan Nini saat menggelar Reses dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat itu disebut sebagai “Bapak rakyat dan Mama rakyat”.

Read More

banner 300250

Demikian dikatakan Ketua RT 09 Keluruhan Fatukbot, Dominggos Martins yang juga merupakan anggota Ranmil 01/Dim 1605 – Belu.

“namanya manusia, burung di hutan juga tidak pernah menyiapkan makanan tetapi dia bisa makan, apalagi manusia, itulah hidup kami namun dengan kedatangan bapak, ibu sebagai saya katakan itulah bapak rakyat, mama rakyat, nenek rakyat yang datang mengunjungi kami pertama kali,” katanya.

Pada sesi diskusi, Dominggos Martins mengeluhkan soal infstruktur jalan yang tak kunjung diperbaiki, sementara wilayah asu ulun merupakan daerah pertanian yang mana hasilnya bisa dipasarkan ke kota, namun akibat jalan masyarakat harus menempuh jarak yang lebih jauh.

Sementara itu hal yang sama disampaikan Ketua Pemuda Keluruhan Futukbot Leopoldo Amarall, mereka menganggap hadirinya Nandi dan Nini sangat luar biasa dikarenakan beberapa periode-periode yang lalu telah di lalui dari segala macam pilkada dan pileg baru kali ini DPRD NTT dan DPRD Kabupaten melakukan kunjungan reses dalam rangka menjaring aspirasi akar rumput di kabupaten belu dan lebih khususnya di asu ulun.

Masalah Infstruktur menjadi keluhan utama masyarakat fatukbot khsuusnya masyarakat di wilayah asu ulun, pasalnya menurut Leopoldo Amaral
melihat dari dari letak geografis asu ulun merupakan daerah pertanian yang sewaktu waktu dalam memanen hasil pertanian menempuh jarak yang jauh padahal jarak antara wilayah asu ulun dan kota.

“kalau dihitung potong kompas sangat singkat sekali tetapi terkendala di infstruktur, beberapa hal yang kami alami dalam musim penghujan terjadi longsor, jarak antara pemukiman dan daerah aliran sungai hanya 5 meter dan kondisi ini sangat rawan sekali,” katanya.

Pihaknya mengaku sudah menyampaikan masalah longsor ke Pemerintah dalam hal ini Dinas PUPR.

“beberapa waktu lalu sudah kita sampaikan ke pemerintah daerah dalam hal ini dinas PUPR, dari kabupaten sudah datang pantau tetapi karena kendala, keterbatasan anggaran yang sehingga eksekusinya belum,” ucap Leopoldo Amaral.

Untuk itu, pihaknya mengusulkan kepada DPRD NTT Bernardinus Taek dan DPRD Belu agar perbaikan infrastruktur jalan bisa disampaikan kepada pemerintah baik itu pemerintah provinsi dan kabupaten.

Hal lain juga disampaikan terkait masalah rumah layak huni, pihaknya sebelumnya di berilan lahan secukupnya untuk membangun rumah namun untuk perkembangan rumah lantai jadi tidak bisa karena keterbatasan lahan.

Sementara warga baru dikemukakan Leopoldo Amaral bahwa dalam satu rumah terdapat 2 atau 3 kepala keluarga yang menumpang di rumah orangtua mereka, menurutnya ini menjadi persoalan utama, pihaknya mrngharapkan agar aspirasi mereka dapat disampaikan kepada pemerintah.

Masalah UMKM juga menjadi persoalan utama, dikatakan Leopoldo Amaral, Wilayaj Asu Ulun memiliki 1 kelompok tenun, kelompok tenun ini sudah berjalan namun terkendala pemasaran.

Menaggapi hal itu, Anggota DPRD NTT Bernardinus Taek mengakui bahwa bantuan pemerintah tidak cukup, jika pemerintah memberikan rumah untuk ditempati namun penunjang ekonomi masyarakat juga perlu diberikan.

Ia mengharpkan agar selain rumah layak huni, pemerintah juga dapat memberikan lahan lain yang bisa dimanfaatkan untuk bertani, menurutnya itu adalah perjuangan dirinya dari beberapa waktu lalu saat masih menjabat sebagai ketua fraksi Partai Amanat Nasional DPRD NTT.

“dalam pandangan umum saya, dalam pendapat akhir fraksi PAN, saya meminta pemerintah untuk memberikan rumah layak huni dan penunjang ekonomi,” katanya

Menurut Nandi sapaan akrab Bernardinus Taek bahwa Kabupaten Belu merupakan kabupatan yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste, potensi pertanian di kabupaten belu sangat tinggi dan luar biasa.

“bukan pemerintah belum melihat, tetapi pemerintah belum bisa melihat semuanya,” ucap Nandi.

Banyak keinginan dan harapan dari masyarakat yang akan pihaknya perjuangan di DPRD nanti. Reses itu tujuannya untuk menampung aspirasi dari masyarakat.

Sementara itu, Anggota DPRD Belu Nini Wendelina Atok juga menanggapi keluhan masyarakat, meskipun bukan berasal dari dapil belu 1, menurut Nini ia bukan saja DPRD belu dapil 4, tetapi merupakan DPRD rakyat belu.

“saya bukan saja dprd dari dapil 4, tapi saya merupakan dprd belu, keluhan masyarakat akan saya sampaikan kepada pemerintah,” kata Nini politisi Partai Amanat Nasional. (*pn)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *