Nini Atok Harap Pemda Belu Hidupkan Kembali Festival Fulan Fehan

  • Whatsapp
Anggota Komisi II DPRD Belu, Nini Wendelina Atok

Jakarta, penanusantara.com – Anggota DPRD Belu Nini Wendelina Atok mengharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu menghidupkan kembali Festival Fulan Fehan (FFF).

Menurut Nini Wendelina Atok, Festival Fulan Fehan seharusnya merupakan festival budaya yang rutin dilakukan setiap tahunya.

Read More

Sementara yang sudah pernah dilaksanakan selama tiga tahun sebelumnya, Kegiatan festival yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Belu berkerjasama dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia.

Dikatakan Nini, Festifal Fulan Fehan bertajuk melestarikan budaya daerah Timor berlangsung di padang Fulan Fehan puncak gunung Lakaan, Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL diharapkan untuk kembali di buka.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Belu Nini Wendelina Atok, Jumat (30/3/2023).

Dengan terselenggaranya Festival Fulan Fehan yang menghadirkkan sejumlah penari dari daerah Belu serta penari asal Negara tetangga Timor Leste dengan menampilkan berbagai tarian daerah khas daerah Timor Barat dan Timor-Timur (sekarang Timor Leste) bisa menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung ke Fulan Fehan dan mengenal lebih dalam tentang budaya belu.

Ia sangat berharap bahwa Festival ini terus dilaksanakan, harapan dan niat itu ia sudah sampaikan secara langsung kepada Menteri Parawisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno tahun lalu hanya melalui pesan whatsapp kala itu.

Disampaikan Nini Atok, Tahun yang lalu sudah ia sampaikan dan jawabaan menteri meminta untuk segera di usulkan agar Pemerintah Pusat akan membantu dalam hal anggaran kegiatan.

Ditambahkan Nini Atok, ia sudah sampaikan hal itu kepada Pemda Belu melalui Plt. Kadis Parawisata kala itu, Plt. Geradus Mbulu.

Niat akan Festival Fulan Fehan dihidupkan kembali bahkan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu langsung menemui Menteri Parawisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Bapak Sandiaga Salahuddin Uno, beberapa waktu lalu.

Kepada Sandiaga Salahuddin Uno ia menyampaikan beberapa harapan yang menjadi doa banyak masyarakat yakni menghidupkan kembali Festival Fulan Fehan dan beberapa bantuan program pengembangan UMKM dan Desa Wisata.

“Saya sampaikan ke Pak Menteri, saya dari Belu saya membawa harapan masyarakat, bahwa di Belu ada Festival Fulan Fehan yang harus dihidupkan kembali, ada persoalan anggaran tentunya, namun pak Menteri minta untuk Pemda Belu atau kadisnya segera mengusulkan langsung kepadanya,” kata Nini Atok.

Selain usulan terkait Festifal Fulan Fehan yang dihidupkan kembali, Ia juga menyampaikan kepada Menteri agar memperhatikan UMKM dan Desa Wisata salah satu program perioritas kementerian juga bisa dirasakan oleh pelaku UMKM di Kabupaten Belu dan Desa Wisata.

Ditambahkan politisi Muda ini, tentu tujuan dihidupkan kembali Festival untuk mengangkat budaya daerah yang kian punah, dan tujuan kegiatan Festival Fulan Fehan untuk mempererat persatuan bangsa dari batas negeri ini.

“Festival Fulan Fehan ini bagi saya pribadi yang baru pernah ikut secara langsung di tahun 2019 lalu merasakan betul bahwa festival ini merupakan upaya pelestarian budaya daerah Timor khususnya budaya Belu sebagai warisan para leluhur dan kekayaan budaya nusantara yang harus terus dilestarikan,” jelas Nini Atok. (pn)

Komentar Anda?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *