Nini Atok Keluhkan Parawisata di Belu, Begini Jawabaan Menkraf Sandiago Uno

  • Whatsapp
Anggota Komisi II DPRD Belu, Nini Wendelina Atok
banner 468x60

Atambua, penanusantara.com – Parawisata di Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki daya tarik yang eksotis. dengan keberagaman suku dan budaya, Kabupaten Belu sangat menarik untuk dikunjungi para wisatawan domestik maupun mancanegara.

Berapa hari yang lalu, Anggota Komisi II DPRD Belu Nini Wendelina Atok mengeluhkan soal Parawisata di Kabupaten Belu yang “tenggelam” atau kurangnya promosi.

Read More

banner 300250

Menurut Politisi Partai Amanat Nasional itu, Ia juga menyampaikan hal di maksud langsung kepada Menteri Parawisata dan Ekonomi Kreatif Sandiago Uno.

“Saya sudah komunikasi dan pak menteri dan puji tuhan pak menteri merespon dan menjawab pengeluhan saya, terutama saya minta petunjuk pak menteri soal Festival Fulan Fehan (FFF) yang tidak lagi diselenggarakan akibat tidak dianggarkan, pak menteri respon sangat baik,” katanya, Jumat (21/10/2022) di Atambua.

Menurut Nini, apa yang disampaikan Menteri Parawisata dan Ekonomi Kreatif Sandiago Uno menjadi catatan untuk Pemkab Belu.

Dikatakan Nini meniru penyampain Menteri bahwa Pengembangan pariwisata harus dilakukan secara serius oleh Pemda setempat baik dari sisi Kelembagaan, Destinasi, Industri dan Pemasaran. Sinergi dan Kolaborasi juga penting dilakukan dengan Pemerintah Pusat dan K/L lainnya.

“Kita dorong agar pemerintah daerah Kabupaten Belu bersama stakeholder pariwisata Belu menjadikan pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) sebagai program unggulan daerah dalam upaya mendorong potensi daerah supaya dapat berkembang dengan cepat sehingga menggerakan perekonomian rakyat serta membuka lapangan kerja,” kata Sandiago menjawab penguluhan Nini Atok.

Selain itu, ditambahkan Nini yang menanyakan saran dari Kemenkraf terhadap pemberdayaan Parawisata di Belu, dijelaskan Sandi Uno saat itu bahwa Pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling mudah menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah. Dampaknya baru sangat dirasakan dalam jangka panjang dan bersifat massif atau luas. Dampak pengembangan pariwisata pun sangat tergantung dari pengelolaan pemda setempat, termasuk dengan dampaknya pada PAD lokal.

Ia pun meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk ikut membantu melalui anggaran untuk pemberdayaan pariwisata di Kabupaten Belu khusus bagi Festival Fulan Fehan dan Patung Bunda Maria.

Hal itu langsung mendapat respon positif dari Sandiago Uno bahwa Kemenparekraf mendorong Pemkab Belu bersama stakeholder pariwisata Belu agar mengusul Festival Fulan Fehan (FFF) masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2023.

Baparekraf siap memfasilitasi Pemkab Belu supaya event festival budaya dan pesta rakyat Festival Fulan Fehan (FFF) masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2023, dengan melalui tahapan kurasi oleh Tim Kurator KEN. Dengan masuknya FFF dalam KEN, penyelenggaraan festival budaya dan pesta rakyat tersebut akan mendapat dukungan penuh dari Kemenparekraf.

Pengusulan event untuk Karisma Event Nusantara (KEN) dapat melalui Dinas Pariwisata Provinsi. Untuk itu, perlu ada pendampingan, agar penyelenggaran FFF memenuhi 5 aspek utama dalam kurasi KEN, antara lain aspek ide dan potensi inovasi, kedua pengembangan ekonomi kreatif, lalu event management, kemudian seni pertunjukan dan budaya, serta aspek strategi komunikasi dan media.

Untuk kegiatan KEN 2022, Kemenparekraf menerima 319 usulan kegiatan, atau meningkat 17 usulan dari tahun 2021, dari 34 provinsi yang kemudian dilakukan kurasi tahap I dan tahap II. Ada 171 kegiatan yang layak presentasi di depan para kurator, kemudian setelah melalui proses kurasi terpilih kategori Top 10 KEN dan 100 kegiatan KEN 2022 dari 34 provinsi se-Indonesia.

Provinsi NTT mempunyai 5 event yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2022, yaitu Festival Semana Santa, Festival Dugong, Festival Parade Pesona Kebangsaan, Festival Atraksi Wisata Budaya Pah Meto, dan Wolobobo Ngada Festival.

Diakhir, Menteri Parekraf Sandiago Uno pun menyampaikan bahwa Kabupaten Belu mendapatkan DAK Fisik Pariwisata 2023 berupa Pembangunan Amenitas dan Atraksi Kawasan Wisata Budaya dan Perkotaan di Dualaus Kecamatan Kakuluk Mesak.

Selain itu, Menkraf juga mendorong Pemda untuk mengembangkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan dengan mengedepankan keterlibatan masyarakat dalam kekuatan pentahelix pariwisata (akademisi, pelaku usaha, pemerintah, komunitas, dan media).

Mendapat jawabaan dari Menkraf Sandiago Uno, sebut politisi asal dapil empat ini langsung menyampaikan hal ini kepada Pemda Belu dalam hal ini Plt. Kadis Parawisata Kabupaten Belu Geradus Mbulu sejak kemarin, Kamis 20 Oktober 2022.

“Saya sampaikan jawabaan dari pak Menteri, saya minta Dinas segera usulkan terkait Festival Fulan Fehan itu, dan Pak Kadis menyambut baik dan tentu akan kami kordinasi,” ungkap Nini. (pn)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *