Nyaris Adu Jotos, Ketua BK DPRD Sumba Timur dan AMPST

  • Whatsapp
Nampak dalam video berdurasi 2 menit 50 detik itu, Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Sumba Timur (AMPST) Ricky P. Core, nyaris adu jotos dengan Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumba Timur Melkianus Nara, Jumat, (11/6/2022).
banner 468x60

Waingapu, penanusantara.com – Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Sumba Timur (AMPST) Ricky P. Core, nyaris adu jotos dengan Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumba Timur Melkianus Nara, Jumat, (10/6/2022).

Pertengkaran terjadi saat AMPST hendak mengantar surat kepada Lembaga DPRD menanyakan proses Hukum Terdakwa Ketua DPRD Sumba Timur.

Read More

banner 300250

Nampak dalam video berdurasi 2 menit 50 detik itu, Ketua BK DPRD sumba timur Melkianus Nara melarang Plt. sekwan DPRD Oktavianus Tamu Ama untuk tidak menerima surat masuk dari Aliansi Masyarakat Peduli Sumba Timur mengenai proses hukum terdakwa Ketua DPRD Sumba Timur.

Ketua AMPST Ricky Core dihubungi media ini, Jumat (10/6/2022) mengatakan,  sebagai masyarakat ia menyayangkan pertengkaran yang terjadi di Lembaga terhormat, itu residen yang sangat buruk di daerah ini.

Menurut Core, Aliansi mendatangi kantor DPRD dalam hal ini BK DPRD Sumba Timur untuk mempertanyakan komitemn BK sendiri.

“Kami Aliansi mendatangi DPRD dalam hal ini Badan Kehormatan DPRD ingin mempertanyakan komitmen BK sendiri yang mana pada saat lalu kasus sedang bergulir, kasus penghinaan yang dilakukan oleh Ketua DPRD itu, kami mempertanyakan, waktu ketua dprd awalnya dinonaktifkan kemudian diaktifkan kembali oleh BK DPRD, BK lewat ketua dan anggotanya mengatakan ketika ketua DPRD menjadi terdakwa maka segera kami nonaktifkan, itu bahasa yang lalu oleh BK pada saat kami bertemu di ruangan dprd,” katanya,

Menurutnya, Saat ini Ketua DPRD sudah menjadi terdakwa dan pihaknya ingin menanyakan komitmen dan sikap DPRD sendiri dalam hal ini BK.

“Jadi ketua DPRD sudah menjadi terdakwa, kami ingin bertanya komitmen dan sikap DPRD sendiri dalam hal ini BK sendiri kenapa ketua DPRD sampai dengan saat ini tidak dinonaktifkan sementara proses hukum sedang berjalan, kami tidak mau lembagga DPRD yang terhormat ini dipimpin oleh seorang terdakwa. Kami minta dinonaktifkan sementara, karena proses sedang berjalan,” ucapnya dengan tegas.

Diceritakan Core saat mendatangi gedung DPRD dan bertemu Ketua BK di salah satu ruangan sekwan, menurutnya, ketua BK tidak mengerti substansi apa yang pihaknya sampaikan, ketua BK selalu berpatokan pada aturan hukum yang ada.

Core pun menyayangkan sikap ketua BK DPRD sumba timur yang saat pertemuan langsung meninggalkan mereka dalam ruangan dengan alasan ada urusan lain dengan begitu pihaknya merasa tidak dihargai.

“terjadilah ketika keluar di luar itu terjadi perdebatan, kami sangat sayangkan sikap dari ketua BK DPRD, yang bicara setelah itu menyangkal apa yang ia sampaikan, ia perintahkan kepada sekwan untuk tidak meneima surat apapun yang masuk dari alinasi dan tidak akan menagapi surat apapun yang masuk, jelas kami marah,” ucapnya.

Pihaknya pada pekan depan, akan menyurati DPRD sumba timur dan bila tidak ditanggapi maka pihaknya berencana akan menduduki DPRD.

Sementara itu Ketua BK DPRD Sumba Timur Melkianus Nara, yang dikonfirmasi belum memberikan klarifikasi karena masih mengikuti rapat partai. (BM)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *