Omongan Walikota Balikpapan Di Pegang Masa Aksi, Akibat kelangkaan Solar Subsidi

  • Whatsapp
Masa aksi
banner 468x60

Balikpapan, penanusantara.com – Kewalahan mendapatkan bahan bakar solar subsidi di Kota Balikpapan membuat amah ratusan sopir truk dan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kaltitara turun ke jalan. Melakuan unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Balikpapan, Rabu, (30/3/2022).

Dari pantau di lapangan terlihat ratusan masa aksi di jajarakan sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, di perkirakan Mulai dari Gedung Parkir Klandasan hingga depan Kantor Pemkot Balikpapan. Dalam orasi, peserta aksi menyampaikan beberapa tuntutan. Diantaranya meminta Wali Kota Balikpapan mengajukan penambahan kuota solar subsidi kepada BPH MIGAS dan disaksikan oleh seluruh masa aksi.

Read More

banner 300250

Selain itupun masa mendesak pertamina menuntaskan persoalan kelangkaan BBM jenis Solar subsidi. Meminta pihak pertamina membuka data distribusi solar subsidi laporan penjualan SPBU solar subsidi yang terjual ke publik.

“Kami juga mendesak Polda Kaltim memberantas mafia solar subsidi di kaltim. Dan meminta kepada pemerintah untuk mencabut izin perusahan batu bara dan kelapa sawit pencuri solar subsidi di Kaltim,” kata Zainuddin Ketua PMMI PKC Kaltimtara selaku peserta aksi.

Masa aksij uga berteriak agar GM Pertamina Balikpapan dicopot karena gagal mengatasi kelangkaan solar.

“Kami juga meminta untuk menambah titik SPBU Reguler dan kuota BBM jenis solar subsidi di kota Balikpapan,” tuturnya.

Masa aksi tetap pada barisan aksi menunggu Walikota Balikpapan menemui mereka ,Sekitar pukul 14.30 Wita, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menemui masa aksi dengan sambutan koboran api yang di bakar oleh masa aksi, dan elanjutnya melakukan dialog di ruang VIP Kantor Wali Kota Balikpapan.

Usuai berdialog dengan Walikota Balikpapan Zainuddin Ketua PMMI PKC Kaltimtara selaku peserta aksi saat di temui awak media menjelaskan bahwa berdasarkan hasil dialog tadi Walikota Balikpapan menjamin hari sebtu depan tidak ada lagi namanya antrian solar.

“Ya kami sudah berdialog dengan Walikota tadi, Bapak Walikota menjamin hari sabtu depan dia menjamin tidak ada lagi namanya antri solar, karena ada penambahan SPBU di KM 13, kami memegang omongannya, dan jika masih ada antrian kami akan hadir lebih banyak lagi, dan pertamina kita akan mengusir dari kota Balikpapan ini karena mereka tidak bejus menyelesaikan persoalan ini” tegasnya.

Laporan : Antonius, Balikpapan

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *