Pandemi Covid-19 Basmi Omset Ibu-Ibu Penjual Buah “Rumah Kalwat” di Wulanggitang

  • Whatsapp
Suasana Ibu-Ibu Penjual Buah "Rumah Kalwat " di Wulanggitang.
banner 468x60

Larantuka, penanusnatara.com – Rumah Kalwat menjadi lokasi strategis sebagi tempat berlabuh ibu-ibu penjual buah-buahan segar yang kini sedang dilanda badai covid-19. Keresahan mereka ditengah masa pandemi kerap menjadi musibah dua dimensi antara masalah kesehatan dan masalah ekonomi.

Pasalnya, rumah kalwat yang berlokasi di pinggir jalan Trans yang menghubungkan kota Larantuka dan kota Maumere, tepatnya di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur hingga kini masih menyandang status zona merah.

Read More

banner 300250

Kepada Pena Nusantara, dikonfirmasi Adel Kewuan salah seorang penjual buah mengatakan, sebelum kehadiran pandemi covid-19, omset pendapatan harian berkisar Rp.150.000 s/d Rp.180.000, sedangkan di masa pandemi yang semakin mewabah mengalami degradasi serius yakni Rp.65.000 s/d Rp.90.000 per hari, ditambah kerugian kerusakan buah akibat tidak dijamah pembeli.

“Setiap hari kami jual dari pagi sampai sore. Biasanya sebelum covid satu hari bisa dapat Rp.150.000 sampai dengan Rp.180.000. karena sekarang musibah corona dan di perbatasan ada pemblokiran jalan, maka total harian sekitar Rp.65.000 sampai Rp.90.000 sajah,” papar Adel kewuan.

Hal lain disampaikan Ansela Koang, aneka buah-buahan yang dijual adalah pisang, salak, mangga rambutan, jeruk, advokat, dan buah lain tergantung musimnya. Aneka buah-buahan tersebut diperoleh dengan cara memebeli dari warga sekitar selain dari hasil kebunnya sendiri.

“Yang kami jual ada pisang, jeruk, salak, advokat, mangga, rambutan, tergantung musim juga. Biasanya kami dapat dengan cara membeli dari warga setempat, ada juga yang dari kebun kami sendiri,” ujar Ansela Koang.

Selain itu, untuk biaya transportasi pergi pulang (PP) juga masuk dalam salah satu rentetan keresahan mereka dikala pandemi covid-19.

Dengan situasi dan kondisi seperti ini, tentu menguras otak mereka yang secara tidak langsung mengemban status perempuan dengan peran ganda, selain menjaga api di dapur agar tetap menyala.

Selain itu, aktivitas ekonomi ini juga sebagai usaha untuk menjamin biaya pendidikan anak-anaknya. Alasan biaya sekolah, pakaian seragam, dan persiapan melanjutkan pendidikan tinggi menjadi alasan dasar selain menunjang kebutuhan hidup. (Paul Kebelen)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *