Parawisata di Belu “Tenggelam”

  • Whatsapp
Wisata Kolam Susu
banner 468x60

Atambua, penanusantara.com – Pengelolaan destinasi wisata mesti terus ditingkatkan. Peningkatan sumberdaya manusia pariwisata mutlak dilakukan dalam pengembangan tata kelola bidang pariwisata.

Parawisata di Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki daya tarik yang eksotis. dengan keberagaman suku dan budaya, Kabupaten Belu sangat menarik untuk dikunjungi para wisatawan domestik maupun mancanegara.

Read More

banner 300250

Salah satu yang menarik adalah Bukit Fulan Fehan, Bukit Fulan Fehan ini merupakan sebuah daerah wisata yang terletak di lembah di kaki Gunung Lakaan dengan sabana yang sangat luas. Lembah ini berada di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk mencapai lokasi itu, pengunjung harus menempuh perjalanan kurang lebih 26 km dari Kota Atambua, ibu kota dari Kabupaten Belu.

Potensi yang dimiliki lembah Fulan Fehan adalah banyak terdapat kuda yang bebas berkeliaran, pohon kaktus yang tumbuh subur dan hamparan padang sabana yang luas tak terjangkau oleh mata. Selain itu tak jauh dari lembah ini ada beberapa obyek bersejarah dan tak kalah menariknya seperti Benteng Ranu Hitu atau Benteng Lapis Tujuh dipuncak bukit makes dan masih banyak lainnya.

Meksipun demikian, Parawisata Bukit Fulan Fehan harus terus digenjot oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Belu, salah satunya dengan memperkenalkan Bukit Fulan Fehan.

Seperti halnya yang dilakukan Bupati Belu peridoe 2015-2020 Willy Lay dengan melaksanakan festival fulan fehan, selain bukit fulan fehan yang dikenal luas, budaya belu juga ikut dikenal berupa tarian likurai.

Namun sayang, pada tahun 2022 ini, Pemda Belu tidak menganggarkan untuk penyelenggaraan Festival itu.

Anggota Komisi II DPRD Belu, Nini Wendelina Atok, saat di minta tanggapannya mengatakan Pemda Belu dituntut lebih proaktif untuk mengangkat sektor pariwisata guna meningkatkan pendapatan asli daerah. Salah satunya dengan mempromosikan obyek wisata khususnya yang dikelola oleh pemerintah daerah melalui media sosial.

Anggota Komisi II DPRD Belu Nini Wendelina Atok

“Parawisata di Belu kalau dilihat sudah mulai tenggelam, artinya tidak ada lagi promosi oleh Pemda, bicara Fulan Fehan dan Festivalnya, Pemerintah tidak anggarkan lagi, setidaknya parawisata itu terus di gaungkan atau dipromosikan sehingga tidak tenggelam,” katanya.

Menurut Nini sapaan akrab Nini Wendina Atok, kabupaten Belu memiliki sejumlah destinasi wisata yang layak dikunjungi wisatawan dari luar daerah. Dari obyek wisata pegunungan sampai pantai semuanya ada di kabupaten yang berjuluk Kota Perbatasan ini.

“Pendapat saya harus ada upaya dan cara-cara yang inovatif dari pemda belu untuk menggeliatkan sektor pariwisata di belu sini. Misalnya dengan melibatkan anak-anak muda yang kreatif untuk mempromosikan obyek wisata yang ada di Belu melalui media sosial. Baik melalui facebook, instagram atau platform media sosial yang lainnya,” terang politis Partai Amanat Nasional ini, Sabtu (15/10/2022).

Ditanya soal pergelaran Festival Fulan Fehan yang tidak lagi di selenggarakan itu, diakui Nini Atok bahwa ia sudah menyampaikan hal itu kepada Menteri Parawisata dan Ekonomi Kreatif Sandiago Uno beberapa waktu lalu.

Ia tetap mengharapkan agar bahwa saat ini secara geografis letak wilayah kabupaten belu banyak sekali terdapat tempat-tempat wisata yang bisa mendongkrak perekonomian.

“Belu memiliki kekayaan dan keindahan sumber daya alam di pariwisata. Ini perlu dimanfaatkan, sehingga dengan adanya gerakan ini, gerakan promosi maka sektor pariwisata diharapkan dapat membuka lapangan kerja dan juga meningkat Pendapat Akhir Daerah (PAD) tersebut,” ucapnya.

Terpisah, Plt. Kepala Dinas Parawisata Kabupaten Belu Geradus Mbulu ketika diminta konfirmasinya, Minggu (16/10/2022) membenarkan hal itu bahwa memang kurang di promosi karena wabah covid 19 dan tentu anggaran yang terbatas.

“Kemarin itu wabah Covid-19, kemudian anggaran juga terbatas,” katanya melalui sambungan telepom.

Meski demikian menurut Geradus Mbulu, pihaknya sudah memulai mempromosikan.

“Acara di lapangan itu kan sudah mulai tampil, kemarin di timor leste juga sudah mulai,” ujarnya.

Dikatakannya, parawisata ini perlu berkaloborasi dengan OPD dan tidak parawista maju sendiri tetapi pihaknya sudah melakukan promosi.

“Ada website jadi objek-objek wisata semua ada di website, akses itu sudah ketika orang masuk ke website belu kemudian pilih parawisata mereka sudah bisa dapat informasi dan tentu ke depan kita mohon dukungan dari komisi II juga harus suport, kalau ada kegiatan tanpa anggaran bagaimana kita mau maju,” terang Mbulu. (pn)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *