Pasutri di Desa Motaulun yang Tinggal di Rumah Miring, Nyaris Roboh Pasca Banjir Bandang

  • Whatsapp
Rumah Agustinus Nahak di Dusun Lookmi Desa Motaulun
banner 468x60

Betun, penanusntara.com – Sepasang Suami Istri rela tinggal di rumah miring yang nyaris roboh di Desa Motaulun Kecamatam Malaka Barat Kabupaten Malaka NTT bersama ketujuh anaknya hingga saat ini masih mengungsi di rumah tetangga saat tidur, akibat banjir bandang beberapa bulan lalu hingga saat ini.

Pasangan suami istri ini dengan tujuh orang anak, tidak punya biaya untuk perbaiki rumahnya yang nyaris ambruk hanya diupayakan tutup sementara untuk fungsikan masak. dan itu adalah pilihan satu-satunya karena tidak ada rumah lain lagi untuk tinggal.

Read More

banner 300250

Keluarga ini hidup tidak berkecukupan dengan keadaan ini mereka harus meminta satu kamar di rumah tetangga untuk tidur pada malam hari, karena rumah tinggal saat ini tidak layal dan hanya hanya bisa pakai untuk masak dan aktivitas lainnya.

Berdasarkan pantauan media ini, Agustinus Nahak Suami dari ibu Naomi Balok, ketika ditemui penanusantara di kediamannya Dusun Lookmi Desa Motaulun, Sabtu, (19/6/2021) kemarin dirinya menceritakan pada siang hari mereka semua tinggal di rumah ini.

“Kalau malam anak-anak dan istri tidur di kamar sebelah setelah makan malam bersama, di rumah tetangga”, ungkapnya

Agustinus juga menambahkan rumah satu-satunya hanya rumah yang saat ini mereka tinggal dan hanya tersedia dapur kecil, semua peralatan dapur rusak, bahkan ada yang hilang, dan tempat tidur rusak oleh banjir waktu itu.

“Saya sebagai seorang petani, lahan sawah ada tapi karena banjir makanya tidak bisa kelola lagi, kelolapun masih butuh waktu, sehingga sampai hari ini tidak bisa buat apa-apa, jenis bantuan yang dibagikan juga kadang dapat dan kadang juga tidak dapat,” kisahnya.

Lanjut Ia bahwa anak dan istri sebenarnya sudah bisa tinggal dirumah ini, tetapi mereka takut tiba-tiba ada angin dan rumah bisa roboh dan lebih bahaya lagi maka ia pindahkan mereka ke tetangga sebelah.

Dikatakan Agustinus dari pemerintah sudah ambil data keluarga, tidak tahu untuk bantuan atau tidak, meski begitu mereka sekeluarga tetap bersyukur dan semenjak banjir itu sudah berupaya untuk perbaiki rumah tapi belum bisa, karena belum punya biaya yang cukup.

“Jadi kami hanya bisa tinggal dirumah yang miring ini, bahkan antisiapasi juga kapan rumah bisa rubuh total, dan kami juga tidak tahu kalau sudah rubuh mau tinggal dimana?,” pinta Agus. (Dejan Seran)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *