Pemda Sumba Timur Gelar Rembuk Stunting Secara Fisik dan Daring, 2020 Mengalami Penurunan 21,5%

  • Whatsapp
Bupati Sumba Timur Drs. Khristofel Praing, M.Si, menghadiri Rembuk Stunting Secara Fisik dan Daring tingkat Kabupaten Sumba Timur Tahun 2021
banner 468x60

Waingapu, penanusantara.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Timur mengadakan Rembuk Stunting Secara Fisik dan Daring tingkat Kabupaten Sumba Timur Tahun 2021, dengan tema “Melalui Rembuk Stunting Kita Satukan Tekad Untuk Menurunkan Prevalensing Stanting Di Era New Normal.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Sumba Timur Khristofel Praing, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumba Timur Merliaty Simanjuntak, Ketua DPRD Sumba Timur Ali Oemar Fadaq, Kapolres Sumba Timur AKBP Handrio Wicaksono, S.IK, Komandan Kodim (Dandim) 1601/Sumba Timur Letkol Czi Dwi Joko Siswanto, Kepala Kejaksaan Negeri Sumba Timur Okto Rikardo. SH, Perwakilan Pengadilan Negeri Sumba Timur, dan bebarapa Kepala Dinas di Jajaran Pemda Sumba Timur.

Read More

banner 300250

Sebagaimana diketahui bahwa Stunting adalah suatu kondisi dimana anak mengalami gagal tumbuh dan kembang yang ditandai dengan tinggi badan seorang anak jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya sehingga berdampak pada perkembangan inteligensi anak yang kurang baik jika secara dini tidak diketahui dan diantisipasi dengan baik dan benar.

Penyebab utama terjadinya stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan ibunya hingga 1000 hari pertama kelahiran (HPK) yang biasa nampak setelah anak berusia 2 tahun. Hal ini harus segera dikendalikan dan ditangani serta dideteksi secara dini agar tidak terjadi kasus lahirnya anak stunting baru.

Global Nutrition Report  tahun 2013 menyatakan bahwa Negara Indonesia termasuk di dalam 17 Negara yang mengalami beban ganda permasalahan gizi dimana 37,2% balita mengalami stunting atau 9 juta balita di Indonesia terkena stunting, 12,1% balita kurus (wasting), 11,9% kegemukan pada balita, 28,9% kegemukan pada penduduk >18 tahun dan 37,1 % anemia pada ibu hamil.

Pada tahun yang sama sesuai hasil Riskedas dan Pemantauan Status Gizi (PSG), Provinsi NTT memiliki angka stunting 40,3% (18,1% sangat pendek dan 22,2% pendek) dan Kabupaten Sumba Timur memiliki kejadian stunting sebanyak 40% dengan tingkat prevalensi stunting sebesar 51,3% (21,5% sangat pendek dan 29,8% pendek).

Selanjutnya sesuai hasil Rapat Koordinasi Wakil Presiden pada tanggal 09 Agustus 2017 menetapkan Kabupaten Sumba Timur menjadi salah satu kabupaten intervensi stunting dari 100 Kabupaten di Indonesia yang perlu mendapat perhatian khusus tentang stunting. Setahun setelah intervensi stunting dilaksanakan tepatnya tahun 2018, prosentase angka stunting di Kabupaten Sumba Timur dapat diturunkan menjadi 39,3% atau mengalami penurunan sebesar 12%.

Pada Tahun 2019 dan Tahun 2020 di bawah mandat dan pengawasan Ditjen Bina Bangda, Kemendagri melalui Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah (SUPD III) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi melalui Bappelitbangda Provinsi NTT dan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Ketua Pokja Stunting Provinsi NTT dan difasilitasi oleh Tenaga Ahli (Konsultan) Stunting Provinsi, membantu Pemerintah Kabupaten Sumba Timur untuk melakukan 8 aksi konvergensi percepatan intervensi pengendalian dan penanganan stunting di Kabupaten Sumba Timur.

Dari hasil pelaksanaan aksi konvergensi di Kabupaten Sumba Timur selama dua tahun maka angka prevelensi stunting turun menjadi 27,1% pada tahun 2019 dan pada tahun 2020 terus menurun menjadi 21,5%.

Patut juga dibanggakan bahwa pada tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur berada pada peringkat 15 dari 22 Kabupaten/Kota yang dievaluasi kinerjanya oleh Pemerintah Provinsi melalui Pokja Stunting NTT dalam memerangi stunting, dan kinerja tersebut terus meningkat pada tahun 2020 menjadi 10 besar Kabupaten/Kota yang berkomitmen kuat dalam upaya yang serius untuk memerangi stunting sampai ke akar-akarnya (Eradikasi Stunting).

Dalam sambutannya, atas nama pemerintah dan pribadi Bupati Sumba Timur menyampaikan ucapan terimakasih kepada kita semua yang telah mengambil bagian dalam gerakan tersebut.

“Saya menghimbau agar tanggung jawab yang diberikan dapat dilaksanakan dengan sukacita dan berkesinambungan,” ujar Praing.

Harapan yang sama kepada pihak lainnya, baik pihak swasta, instansi vertikal, DPRD, Pimpinan BUMN/BUMD, organisasi kemasyarakatan/LSM, serta semua stakeholder lainnya untuk mengambil bagian dalam gerakan ini untuk menjadi orang tua asuh dalam penanganan stunting, agar kita dapat segera keluar dari berbagai persoalan yang terjadi.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama dalam rangka Penurunan angka stanting di Kabupaten Sumba Timur. (*tms)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *