Pemprov Apresiasi Enam Penari Asal Belu, Sungguh Terhormat Bagi Rakyat NTT

  • Whatsapp
IBUIBU BELU (Ist)
banner 468x60

Atambua, penanusantara.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat mengapresiasi enam penari asal Kabupaten Belu yang telah memperekenalkan Budaya Tarian Likurai di Dunia.

Seperti yang di sampaikan Kepala Dinas Parawisata dan Ekonomi Kreatif NTT Zet Sony Libing melalui sambungan telepon, Rabu 27 Oktober 2021.

Read More

banner 300250

Ia menyebut, Apa yang telah diperkenalkan enam penari asal Belu itu sangat terhormat bagi rakyat NTT. untuk itu Ia memberikan apresiasi.

“Kita semua memperkenalkan Budaya kita dan sungguh rasa terhormat bagi rakyat NTT, jika diantara kita semua, anak-anak muda tampil dan memgepresikan budaya kita ke luar negeri dan mewartakan kepada dunia itu sesuatu hal yang sangat luar biasa oleh karena itu saya Kadis Patawisata NTT memberikan apresiasi yang tinggi,” ungkapnya.

Sony sendiri mengaku belum mengetahui soal keberangkatan enam penari asal Belu ke luar negeri, dan menurutnya, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mungkin juga belum mengetahui hal itu.

Ia akan menfasilitas mereka bertemu Gubernur NTT sepulangnya mereka dari Luar Negeri.

“Saya akan fasilitasi mereka bertemu dengan bapak gubernur dan, ini luar biasa mereka pulang dan sebelum ke atambua mereka ketemu bapak gubernur nanti saya fasilitasi ketemu bapak gunernur,” jelasnya.

Menurutnya, Ia sangat menghormati karya dan juga kreatifitas dan hal yang dilakukan enam Penari asal Belu ini tentu mendorong terus kreatifitas-kreatifitas anak-anak muda yang lain.

“Sangat menghormati karya dan juga kreatifitas dan mendorong terus sehingga anak-anak muda yang lain pun mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh adik-adik kita ini, jadi pemerintah daerah sangat mendukumg dan menghormati karya adik-adik kita,” jelasnya dengan rasa haru.

Diberitakan sebelumnya, Penari sekaligus kreografer ternama Indonesia, Eko Supriyanto mengeksplorasi lagi tarian dan ritual khas Indonesia dari Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, wilayah Perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Tarian Likurai kontemporer yang diberi nama IBUIBU BELU ini dibawakan enam penari asal Kabupaten Belu dengan kreografer Eko Supriyanto. mereka diantaaranya, Marlince Ratu Dabo, Feliciana Soares, Angela Leki, Yunita Dahu, Adriyani Sindi, Manisa Hale dan Evie Anika Novita Nalle.

Sebelumnya pada tahun 2020, tarian ini pertama kali dipentaskan di Salihara, Jakarta dan dilanjutkan di Yokohama Jepang, dan tahun ini dipentaskan di Jerman dan Belanda.

Demikian dijelaskan Riny melalui sambungan telepon, Kamis, 21 Oktober 2021 lalu. (pn)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *