Penari Likurai IBUIBU BELU Juga Pahlawan

  • Whatsapp
Gladi resik pentas Ibuibu Belu: Bodies of Borders di Galeri Salihara, Jakarta, 5 Februari lalu. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
banner 468x60

Catatan Redaksi
Yoseph Pito Atu, S.Sos

Kota Kupang, penanusantara.com – Hari ini, 10 November adalah hari pahlawan. Pahlawan adalah sebutan bagi orang yang telah melakukan hal yang berarti bagi banyak orang. Mereka mengorbankan diri dan harta benda bagi orang lain. Bahkan berkorban nyawa sekalipun.

Read More

banner 300250

Kemarin, 6 penari IbuIbu Belu, bertemu Gubernur NTT, Viktor Laiskodat. Pertemuan itu dilakukan usai penari itu, tampil dengan tarian Likurai modern kontemporer dalam tour di Eropa. Mereka disambut baik Gubernur NTT. Gubernur malah mengapresiasi dan menyambut baik. Menurutnya, ke enam penari ini ke depan tidak hanya mempromosikan kearifan dan budaya Belu tapi harus mempromosikan budaya NTT keseluruhan.

Tetap saja

Meskipun berhasil mempromosikan Kebudayaan Belu berupa tarian Likurai di Jerman dan Belanda beberapa waktu yang lalu, Enam Penari Asal Belu atau yang dikenal dengan IBUIBU BELU sudah mendapatkan Surat Panggilan Kedua (SP2) oleh Instansi terkait.

Hal ini dikeluhkan Enam Penari Asal Belu yakni, Marlince Ratu Dabo, Feliciana Soares, Angela Leki, Yunita Dahu, Adriyani Sindi Manisa Hale dan Evie Anika Novita Nalle saat bertemu Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat.

Bahkan ada dua orang penari yang telah dikeluarkan begitu saja dari group pada Aplikasi WhatsApp.

Ketua Tim IBUIBU Belu Marlince Ratu Dabo mengatakan bahwa mereka yang merupakan Tenaga Honor dan Tenaga Kontrak (Teko) itu tidak mendapatkan izin.

Meskipun sebelumnya mereka telah memohon izin kepada Bupati Belu Taolin Agustinus.

Kepada Gubernur, Marlince Ratu Dabo mewakili rekan-rekannya mengkisahkan semua polemik yang terjadi kepada mereka.

Mendengar apa yang telah dikisahkan mereka, Gubernur Viktor Laikodat pun meminta salah satu staf Protokol untuk menelpon Bupati Belu Taolin Agustinus.

Kepada Bupati Taolin Agustinus, Viktor menyampaikan soal enam penari asal Belu yang saat ini bertemu dengannya.

Menurut Gubernur, ke enam penari ini memilki kemampuan yang luar biasa, untuk itu ia meminta Bupati Belu untuk bertemu dengan enam penari ini setibanya di Kabupaten Belu nanti.

Selain itu, Viktor juga meminta agar Tarian Likurai dan enam orang penari dikembangkan lagi di Kabupaten Belu.

Viktor juga mengajak Enam Penari itu untuk turut membantunya mempromosikan Budaya NTT.

“Mereka sebagai duta Budaya, mereka tidak saja promosi soal tarian likurai namun juga membantu mempromosikan budaya-budaya Kabupaten Lain seperti di Manggarai dengan tariannya, mereka bisa mempelajari itu dan membantu mempromosikan,” ujar Gubernur NTT.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada ke enam penari itu. Gubernur menyebut mereka sebagai duta promosi budaya.

“Harus dipromosi terus, tarian kontemporer merupakan tarian yang menyatukan tradisi masa lalu dan tradisi jaman sekarang,” jelasnya.

Bagi Viktor, Mereka telah melakukan Propaganda budaya untuk dikembangkan.

Mencari Soal

Sikap Pemkab Belu sebetulnya harus diperiksa. Harus dibuka ke ruang publik. Ini soal alasan mendasar bersikukuh untuk tidak mengakomodir keenam penari asal Belu atau tidak memberi izin dan tibanya surat panggilan kedua. Publik juga perlu tahu dimana soal besarnya, sehingga Pemkab Belu hingga kini masih saja tidak mengakui kerja kemanusiaan enam penari asal Belu dalam usaha mempromosikan Tarian Likurai hingga level internasional.

Publik menunggu alasan dan penjelasan Bupati Belu Agus Taolin. Penjelasan ini penting agar publik juga tahu apa alasan yang pasti. Ini penting. Padahal kita tahu bersama kerja ke enam penari ini adalah kerja kemanusiaan.

Jika Pemkab Belu tidak terbuka maka banyak orang akan menilai buruk dan bahkan menganggap hal-hal luar biasa yang dilakukan oleh ke enam penari ini dianggap biasa saja oleh Pemkab Belu.

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *