Pengamat Minta Pemda Belu Jangan Abaikan Tekoda yang sudah Mengabdi

  • Whatsapp
Pengamat Kebijakan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Yohanes Jimmy Nami saat ditemui media ini, Senin (13/6/2022) malam di kantor redaksi pena nusantara
banner 468x60

Kota Kupang, penanusantara.com – Pemerintah Kabupaten Belu dan DPRD serta anggota Forum Solidaritas Masyarakat Peduli Keadilan (FSMPK) beberapa waktu lalu menggelar Rapat Dengar Pendapat.

Rapat dengar pendapat itu, forum menyampaikan sejumlah kejanggalan dalam perekrutan tenaga kontrak diantaranya, hubungan keluarga antara tenaga kontrak dengan pejabat yang adalah wakil bupati dan sekda belu. kemudian, dugaan ijazah yang tidak sesuai dengan persyaratan serta beberapa tenaga kontrak tidak mengikuti seluruh tahapan tapi diterima.

Read More

banner 300250

Selain itu, sejumlah intrupsi juga disampaikan beberapa anggota DPRD yang meminta kepastian pemerintah menjawab poin-poin tuntutan yang disampaikan oleh masa aksi yakni FSMPK.

Dikutip dari rri.co.id, anggota Komisi II DPRD Belu Martin Naibuti mempertanyakan, jumlah tenaga kontrak daerah tahun 2021 yang secara otomatis tidak dapat terakomidir lagi karena lulus ASN/PPPK, mengundurkan diri dan meninggal, jumlah tenaga kontrak daerah yang sudah diakomodir sesuai SK 2022, berapa jumlah tenaga kontrak daerah tahun 2021 yang tidak terakomodir dalam SK 2022 dan berapa tekoda 2022 yang tidak memiliki SK 2021 namun menjadi teko 2022.

“saya minta pak wakil dan sekda menyampaikan jawaban dengan jelas apa yang menjadi poin laporan yang disampaikan para pendemo sehingga jelas, dan pernyataan yang diajukan ini harus dijawab sehingga dapat dilakukan diskusi,” katanya

Sekertaris Daerah Kabupaten Belu Johanes Andes Prihatin kemudian menegaskan bahwa dari 1.616 tenaga kontrak yang diterima pada tahun anggaran 2022, terdapat 1.184 orang yang merupakan tenaga kontrak yang sebelumnya dikontrak pemda belu pada tahun anggran 2021.

Selain itu, ada 432 orang baru yang tidak terkontrak dengan pihak Pemda kabupaten Belu pada Tahun Anggaran 2021.

Pengamat Kebijakan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Yohanes Jimmy Nami saat ditemui media ini, Senin (13/6/2022) malam di kantor redaksi pena nusantara mengatakan, polemik tenaga kontrak hampir merata di beberapa kabupaten.

“yang terjadi di belu sebenarnya perlu kebijakan yang benar-benar kepada teman-teman yang mengabdi, karena selain teman-teman yang sudah mengabdi, sudah berkarya untuk daerah tentu harus dipertimbangkan juga karir ke depan seperti apa,” kata Jimmy.

Menurut Jimmy, pola rekrutmen, pemerintah daerah harus terbuka dalam proses rekrutmen tenaga kontrak.

“pertimbangan utama sebenarnya pada kebutuhan, sehingga tidak memberatkan keuangan daerah dalam proses pembiayaan, bicara tentang kebutuhan tentu proses seleksi perlu secara rasional, karena tidak sporadis dan hanya di buka bagi kerja-kerja spesifik, tentunya akan jauh dari sumber daya yang sifatnya titipan atau balas jasa dari oknum tertentu,” ucapnya

Ditambahkan Akademisi Fisip Undana ini, format perekrutan sudah jelas, rekrutmen dibutuhkan untuk satu bidang pekerjaan tertentu.

“orang yang punya kualifikasi di bidang pekerjaan tertentu lah yang bisa memenuhui syarat pekerjaan tersebut bukan dari bidang lain, tidak ada pertimbangan lain karena itu harus tegas,” katanya

Pemerintah Kabupaten Belu, disampaikan Jimmy bila sudah menjalankan perekrutan dengan kualifikasi di bidang tertentu secara konsisten maka tidak akan ada polemik.

“polemik yang terjadi akan sangat menganggu kinerja pemerintah daerah, tantu di samping itu juga tanggugjawab pemeruntah untuk memberikan kehidupan layak kepada masyarakat khusus tenaga kontrak itu seolah olah absen dalam hal ini,” ungkapnya

Ia pun berpendapat dan memberikan saran agar pemerintah daerah untuk melakukan rekrutmen terbuka dan harus mempertimbangkan kompetensi dan jangan mengabaikan tenaga kontrak yang selama ini sudah mengabdi cukup lama, harus ada jalur khusus untuk yang sudah mengabdi.

“teman-teman yang sudah mengabdi, jasa-jasanya harus dihargai juga, dan kemudian ada 1 proses dan sistim yang beru kemudian mengabaikan, harus di ambil jalur khusus untuk kemudian menghargai peran atau kerja-kerja teman-teman yang sudah mengabdi begitu lama,” katanya lagi. (*pn)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *