Pergi Selamat Natal, Salah Seorang Warga Diduga Dianiaya Ajudan Wabup Sumba Timur dan Wabup Jadi Bandar Minum

  • Whatsapp
SS (56) seorang warga yang terbaring di rumah sakit diduga mengalami penganiayaan oleh seorang ajudan wakil bupati sumba timur.
banner 468x60

Waingapu, penanusantara.com – Seorang pria berinisial SS (56) di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dianiaya dengan cara dipukul hingga terjatuh dan ditendang oleh ajudan Wakil Bupati Sumba Timur Davide Wadu sberinisial DJ.

Penganiayaan itu terjadi di Rumah Jabatan Wakil Bupati Sumba Timur David Wadu, sekira pukul 01.00 wita.

Bacaan Lainnya

banner 300250

berdasarkan Laporan Polisi Nomor : STTLP/B/439/XII/2023/SPKT/Polres Sumba Timur/Nusa Tenggara Timur. dalam laporan itu, SS telah melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan UU Nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 yang terjadi Hambala Kota Waingapu sekitar pukul 01.00 wita.

Diterangkan SS bahwa, Pada Selasa, 26 Desember 2023 sekitar jam 01.00 Wita, ia datang ke rumah jabatan Wakil Bupati Sumba Timur untuk mengucapkan Selamat Natal. setelah korban duduk dan diberi minuman, terlapor datang dan langsung memukul ke arah wajah dan menendang korban ke arah dada. dengan adanya aksi itu korban menanyakan bermaksud menanyakan maksud terlapor kenapa memukul korban akan tetapi terlapor mengatakan bahwa korban adalah mata-mata.

Terpisah SS yang dihubungi media ini, Selasa 26 Desember 2023 melalui sambungan telepon whatsapp membenarkan hal itu.

Menurut SS, Ia semalam pergi selamat di rumah jabatan Bupati dan setelah dari rumah jabatan Bupati ia langsung pergi selamat di rumah jabatan Wakil Bupati.

“Tadi malam natal, jadi saya pergi ke pak Bupati, selamat di pak Bupati, sesudah saya selamat saya pergi ke pak Wakil, saya selamat cium tangan saya duduk di kursi, sampingnya pak Wakil, terus pak Wakil ini langsung bandar saya minuman air kepala, tidak lama kemudian saya tidak tau, dia (wakil bupati.red) punya ajudan langsung pukul saya di muka, ketika saya tabanting, saya jatuh dia (pelaku.red) injak lagi sama saya, waktu dia (pelaku.red) pukul itu dia (pelaku.red) bilang mata mata dia (korban.red) ini, bilang begitu, terus saya jawab saya ini salah apa, saya mata-mata apa, habis itu saya tunjuk sama pak wakil, pak wakil harus tanggungjawab ini saya (korban.red) bilang, pak wakil harus saksi utama saya bilang, bagaimana ajudan pukul saya di muka bapak, lalu bapak jadi bandar minum, pak wakil bilang saya tidak tau apa apa,” kata SS sambil video call melalui sambungan telepon.

Atas kejadian itu SS mengalami pusing dan ia telah melakukan visum dan opname.

“karena saya pusing, dan tekanan darah naik, dada nyeri, saya minum obat anti nyeri,” jelasnya.

Ia pun meminta pihak Polres Sumba Timur untuk segera menindaklanjuti laporan ini secara cepat dan transparan.

Terpisah Terlapor Joni Dju yang dikonfirmasi media ini, Selasa 26 Desember 2023 mengatakan, kejadian malam itu SS datang dalam keadaan mabuk dan duduk bersama Wakil Bupati Sumba Timur, Anggota DPRD Meky Nara dan Kepala Bapeda dan berapa orang lainnya.

Dikatakan terlapor, pelapor saat duduk ingin menceritakan sesuatu ke Wakil Bupati namun saat itu Wakil Bupati sedang asyik berbicara bersama Kepala Bapeda, ia menyebut terlapor tidak bisa menahan diri dan main tunjuk ke wakil bupati saat itu. ia menambahkan yang kedua kalinya pun terlapor mau bicara namun wakil bupati saat itu sedang ngobrol, namun karena pelapor sudah mabuk ia mengatakan “haau kau ini”, disitulah yang membuat terlapor mendorong pelapor dengan maksud menjauh dari tempat duduk, tapi terlapor jatuh.

“Mat sore juga Pak Yoseph, tadi malam kejadiannya bukan penganiayaan, tapi semalam dirumah jabatan wakil, Un (pelpor.red) datang sudah dengan keadaan mabuk, entah dia (pelpor.red) minum dimana, dan Un (pelpor.red) duduk bersama Pak Wakil bupati, Pak anggota DPRD Meky Nara, dan Pak Kepala Bapeda, dan ada beberapa orang, ketika Pak Wakil lagi bercerita dgn Pak Kepala Bapeda, si Un (pelpor.red) mungkin mau cerita sesuatu dengan Pak Wakil, tapi Pak Wakil lagi bicara dgn Kepala Bapeda, di Un (pelpor.red) tidak bisa menahan diri, dia (pelpor.red) main tunjuk Pak Wakil, ha Pak Wakil, tapi Pak Wakil tetap tidak pendengar, karena lagi bicara, tapi si Un (pelpor.red) panggil pak wakil untuk kedua kalinya dengan menunjuk, makanya saya tegur dia (pelpor.red), jangan begitu, pak wakil lagi bicara, tapi mungkin karena dia (pelpor.red) sudah mabuk, makanya dia (pelpor.red) bilang haa kau ini, disitulah saya mendorang dia (pelpor.red) dengan maksud menjauh dari tempat duduk situ, tapi dia jatuh, dan dia bangun dengan mengomel-mengomel makanya langsung banyak yang tahan dia, dan ada juga yang tahan saya untuk jangan layani dia (pelpor.red),” jelas terlapor melalui sambungan whatsapp.

Sementara itu Wakil Bupati Sumba Timur David Wadu yang dikonfirmasi mengaku saat kejadian itu ia tidak melihat secara detail karena sedang bercerita dengan kaban bapeda, dan sudah dilerai baru ia mengetahui bahwa ada keributan.

Ditanya soal sementara melakukan bandar minum, dikatakan David bandar minum bagaimana saat itu ia sedang duduk ngobrol dengan kaban bapeda.

“Bandar minum bagaimana, ia kita ada minum sedikit ada bercerita dengan kapan bapeda,” ucap David melalui sambungan telepon.

Sementara itu, Kapolres Sumba Timur AKBP Fajar Widyadharma L.S., S.I.K. yang dihubungi media ini belum merespon. (pito atu)

Komentar Anda?

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *