Peringati HUT LVRI, Macab Belu Gelar Upacara Ziarah di TMP Seroja

  • Whatsapp
Ketua LVRI NTT Sjukur Hasan dan Ketua LVRI Belu Stefanus Atok Bau beserta jajarannya saat menabur bunga di Makam Pahlawan Seroja Atambua.

Atambua, penanusantara.com – Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Cabang Belu menggelar upacara Ziarah di Taman Makam Pahlawan Seroja Atambua Belu, Jumat (6/1/2023).

Ziarah ke TMP Seroja itu dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) ke – 66 tahun yang jatuh pada tanggal 2 Januari 2023 kemarin.

Upacara ziarah dihadiri anggota Veteran se kabupaten Belu dan Markas Besar LVRI NTT dihadiri langsung Ketua LVRI NTT Sjukur Hasan dan istrinya selaku ketua PVRI NTT didampingi Ketua LVRI Belu Stefanus Atok Bau beserta jajarannya.

Hadir juga Anggota DPRD NTT Bernardinus Taek, Anggota DPRD Belu Nini Wendelina Atok.

Upacara ziarah dan tabur bunga juga dengan memperhatikan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh panitia dengan menggunakan masker terlebih dahulu.

Pada kesempatan ini, Ketua LVRI NTT Sjukur Hasan memimpin langsung upacara ziarah tepat pukul 12.00 wita dan meletakan karangan bunga tepat di bawah tugu monumen TMP Seroja sebagai bentuk penghormatan kepada arwah pahlawan yang telah gugur.

Ketua LVRI NTT Sjukur Hasan dalam arahannya mengatakan bahwa hari ini pihaknya melaksanakan peringatan hari lahirnya LVRI.

Ia pun mengisahkan bahwa lahirnya LVRI dengan adanya keinginan bersama beberapa orang di Jakarta yang ingin masuk dalam satu wadah bersama.

“Hari ini adalah hari lahirnya legiun veteran republik indonesia, banyak dari pada anggota-anggota legiun veteran, waktu itu belum di sebut sebagai legiun veteran, mereka berkumpul kurang lebih 2.500 orang di Jakarta, mereka ingin bahwa masuk dalam satu wadah setelah di ambil keputusan bersama wadah itu di sebut sebagai Legiun Veteran Republik Indonesia,” katanya.

Menurut Sjukur, setelah lahirnya LVRI pada 2 Januari 1957,selanjutnya dari tahun ke tahun itu berkembang akhirnya LVRI tidak saja mengikuti mereka yang berjuang pada tahun 1945 sampai 1949, tetapi legiun veteran yang bertugas di Irian Barat yang saat itu disebut sebagai Trikora, kemudian di Malaysia disebut Dwikora dan pergelokan yang terjadi di Provinsi NTT dan Timur-Timur tahun 1975,1975 dan seterusnya sampai tahun 1990 yang disebut dengan Operasi Seroja.

“Operasi Seroja pada saat itu terkenal dengan sebutan Komando Tugas Gabungan kemudian beralih menjadi Komando Daerah Pertahanan yang dibawah pimpinan waktu itu Bapak Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia,” paparnya.

Kemudian, ditambahkan Ia bahwa Hari ini semua berada di taman makam pahlwan Seroja, Kabupaten Belu dalam rangka melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan yang ditetapkan oleh Ketua Umum yaitu, diawali dengan ziarah rombongan para anggota Veteran yang ada di Kabupaten Belu, kemudian besok, Sabtu 7 Januari 2023 akan dilangsungkan dengan acara syukuran, sesuai dengan kemampuan dari setiap wilayah atau cabang.

Ia pun berharap bahwa beberapa waktu yang lalu, 10 Desember 2022 baru saja melaksanakan Musyawarah Cabang, Musyawarah Cabang dilaksanakan sudah sesuai UU nomor 15 tahun 2012, Anggran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang telah di tetapkan disahkan oleh Menteri Hukum dan Ham.

“Prosedure pelaksanaan Muscab kita laksanakan sesuai mekanisme yang ada dan disaksikan oleh utusan DPP,” sebutnya.

DPP melalui Drs. Irjen Pol (Purn) Zainal Abidin Izak selaku Kepala Bagian Hukum dan Hubungan antar Lembaga DPP LVRI telah melihat sendiri pelaksanaan Muscab itu sudah dilaksanakn dengan secara baik dan sesuai aturan.

Diakhir ia menyampaikan Selamat Natal 25 Desember 2022 dan Tahun Baru 1 Januari 2023 kepada segenap Anggota Vetaran yang ada di Belu dan umunya NTT. (pn)

Komentar Anda?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *