Pertemuan Raya Perempuan NTT, “Perempuan Jangan Takut Berpolitik”

  • Whatsapp

Kota Kupang, penanusantara.com – Guna mewujudkan Kehidupan Berdemokrasi dan Berpolitik, puluhan peserta dari Forum Perempuan Cendikiawan (FPC) mengikuti Pertemuan Raya perempuan NTT di gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi NTT, Kupang, Kamis (7/12/2017) waktu lalu.

Pertemuan tersebut dilaksanakan dalam rangka konsolidasi perjuangan perempuan dalam bidang politik untuk menyusun strategi bersama memasuki PILKADA 2018 dan PILEG 2019.

Ketua panitia kegiatan, dr. Yovita Anike Mitak mengatakan, beberapa nama perempuan NTT yang mengisi jabatan politik menunjukkan tingkat partisipasi perempuan NTT di bidang politik semakin baik.

“Seperti contoh ada ibu Maria Geong Wakil Bupati Manggarai Barat,Ibu Yeni Veronika, Veni Bantang, dan ibu Aleta yang saat ini menduduki kursi DPRD provinsi NTT telah menunjukan keterwakilan perempuan di bidang politik dan perjuangan hak-hak perempuan NTT di bidang politik semakin menunjukan titik terang,” kata Mitak

Forum Perempuan Cendikiawan NTT digagas oleh beberapa aktifis perempuan yang merasa perlu adanya pengembangan ruang bagi perempuan NTT untuk memperoleh hak perempuan di bidang politik.

“Ruang Ini juga berfungsi mengidentifikasi tantangan perempuan dalam pembangunan, khususnya perempuan NTT di masa yang akan datang,” kata Yunike.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni mengatakan, pertemuan ini merupakan forum strategis di mana ada ruang untuk sharing bersama dalam memperjuangkan hak-hak perempuan terutama di bidang politik.

“Berbicara soal politik tidak sekedar memperoleh kekuasaan atau jabatan tertentu, tetapi juga bagaimana kita menyalurkan aspirasi dari kelompok tertentu kepada pemegang kekuasaan untuk membuat keputusan,” kata Benny.

Benny menambahkan, porsi perempuan di bidang legislatif sebesar 30% sejauh ini belum tercapai.

“Peran perempuan sejauh ini masih hanya sebatas kepengurusan di struktur kepartaian,” kata Benny.

Selain itu, lanjut Benny, pemerintah NTT secara bertahap selalu memberikan kesempatan kepada perempuan NTT untuk menempati jabatan-jabatan strategis di eksekutif.

“Kesempatan selalu diberikan kepada perempuan untuk menjabat pimpinan eselon dua dan tiga tetapi juga perlu mempertimbangkan kemampuan secara kompetensi,” kata Benny.

Benny berharap pertemuan ini dapat menghasilkan rekomendasi bagi Pemprov NTT.

Pertemuan dibagi dalam 3 sesi, yang pada sesi pertama membahas keterlibatan perempuan dalam bidang politik dari unsur DPD RI dengan pembicarannya adalah anggota DPD RI Perwakilan Provinsi NTT, Abraham Paul Liyanto dan aktifis perempuan senior NTT, Prof Mia Patty Noah.

Sesi kedua membahas peluang perempuan untuk ikut terlibat langsung di dalam partai politik dengan pembicaranya Melki Laka Lena, Ketua DPD I Golkar NTT dan Pius Rengka, Anggota Demokrat NTT. Hadir pula Gabriel Beribina Perwakilan dari Gerindra NTT.

Sesi ketiga membahas keterlibatan perempuan dalam fungsi pengawasan Pemilu dari unsur KPU NTT dengan pembicaranya Ketua KPU NTT, Mariyanti Luturmas Adoe.

Do Manlea, Pito Atu

Komentar Anda?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *